Sorry, I Love You

Sorry, I Love You
Meow


Pagi hari di hari berikutnya.


Fitri memulai harinya dengan hati-hati, mulai dari hati-hati menyiapkan segala keperluannya dan hati-hati ketika melangkahkan kakinya. Dengan harapan tidak ada drama pagi yang membuat anak majikannya itu marah kepadanya. Benar saja, karena pagi hari ini tidak terjadi apapun antara dirinya dan Reza.


Fitri merasa lega telah melewati pagi harinya dengan baik, tanpa kecerobohan yang dia lakukan seperti hari sebelumnya. Dia pun segera berangkat menuju kampus. Seperti biasa menggunakan transportasi umum yaitu Trans Jakarta.


Sore hari usai kuliah.


Fitri, Renny dan Aisyah menuju ruang sekretariat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) LKI (Lembaga Keagamaan Islam). Hari ini adalah masa rekrutmen anggota baru, dimana mahasiswa baru wajib memilih satu dari berbagai UKM yang ada di kampus itu. Hari ini semua calon anggota baru UKM LKI mengumpulkan formulir seleksi.


"Kamu apa tujuannya ikut UKM ini di Fit?", tanya Aisya pada Fitri.


"Ya pengen belajar tentang agamalah, mau apa lagi hehe", jawab Fitri disertai tawa.


"Lha kalau kamu Ren tujuannya apa?", tanya Asiyah lagi, kini giliran untuk Renny.


"Kalau aku sih pengen kenal akhi-akhi", jawab Renny sambil berbisik.


"Astaghfirullah Renny!", sahut Fitri kaget mendengar jawaban Renny.


"Jangan begitu ih", tambahnya lagi.


"Hehehe", Renny merespon dengan tertawa.


"Kalau kamu sendiri tujuannya apa Ais?", tanya Renny pada Aisyah.


"Hehehe... Aku cuma ikut-ikutan Fitri sih", jawab Aisyah.


"Tapi kalau dapet akhi-akhi juga mau", lanjutnya.


"Kak Jamil lumayan juga ya", sahut Renny.


"Iya betul, tadi pas papasan sama kak Jamil aduh deg-degan parah gue", kata Aisyah.


Fitri menatap bingung pada dua temannya itu.


"Astaghfirullah , dua anak ini. Kalian kalau ikut UKM keislaman kaya gini. Niatkan karena Allah, jangan karena manusia. Biar segala urusannya dipermudah", nasihat Fitri untuk dua sahabatnya.


"Tau ah, kesel aku sama kalian berdua", Fitri pun mulai ngambek dan berjalan mendahului dua temannya.


"Eh ngambek lagi", kata Renny sembari menatap Aisyah dengan tatapan bingung.


"Tunggu Fit.. iya.. iya...", kata Aisyah sembari mengejar Fitri.


*


Meong...meong...meong...


Ternyata suara tangisan seekor anak kucing lucu berwarna putih bersih, bulu yang lebat, dan mata hitam yang seolah mengatakan "tolong aku". Suaranya sangat lirih, namun terus mengeong. Di dekatinya si anak kucing tersebut dan digendongnya.


"Astaga kamu kenapa?", tanya Fitri seraya menggendong anak kucing itu.


"Astaghfirullah, kaki kamu sakit ya?", kata Fitri lagi setelah melihat luka di kaki kucing itu.


"Kayaknya kamu juga lapar ya?", tambahnya.


"Ikut ke rumah yuk, aku akan obati luka kamu", ajak Fitri dengan bahagia.


Sesampainya di rumah membawa kucing ke halaman belakang yaitu halaman khusus ART dan pagawai Keluarga Munaf. Fitri langsung mengobati luka pada kaki kucing tersebut dengan hati-hati. Tampaknya Fitri sangat sayang pada kucing itu.


"Kamu jangan nangis lagi ya", kata Fitri disela-sela mengobati kucing.


"Kamu jangan sedih ya", tambahnya.


"Rumah kamu dimana?", tanya Fitri.


Meong~~


"Kamu gak punya rumah?", tanya Fitri penuh iba.


"Yaudah kamu tinggal sama aku aja ya", katanya sembari memeluk kucing itu.


"Hmmm... Enaknya nama kamu siapa ya?", Fitri tampak berpikir.


Fitri pun berpikir sejenak untuk mencari nama yang cocok untuk kucing cantik itu.


"Aha! Kayaknya kamu lucu kalau namanya Lami", katanya tiba-tiba.


"Oke nama kamu Lami ya", kata Fitri lagi.


"Sekarang rumah kamu disini, yuk aku tunjukkan kamar aku", ajak Fitri sembari bangkit dari duduknya dan menuju kamar.


Fitri merawat Lami dengan suka cita, kini dia punya teman untuk bermain. Karena memang selama ini dia selalu kesepian di rumah Keluarga Munaf. Sejak adanya Lami hari-hari Fitri pun tambah ceria. Entah bermain bersama, lari-larian, membersihkan badan Lami, memberinya makan, dan terkadang Fitri curhat kepada Lami. Meskipun Lami hanya menanggapi dengan "Meong".


Fitri sangat menyayangi Lami, karena dia tahu semua pertemuannya dengan Lami. Sesuai dengan kehendak Allah atau bisa dibilang ini adalah anugrah Fitri untuk merawat mahluk Allah. Fitri pun sangat menyadari hal itu.