Because Of Love

Because Of Love
Episode 8


"Mulai sekarang kamu diam di rumah, jangan kemana mana, pernikahamu akan diaadakan sebentar lagi, tidak ada bantahan," perintah Papa Elia.


Medengar perkataan Papanya, Elia benar-benar pasrah, ia rasa inilah takdirnya menikah dengan seorang yang bahkan rupanya tidak ia ketahui terlebih dahulu, ia akan hidup dan setelah itu ia akan melihat Roni benar-benar akan melupakannya, dan ia akan menemukan wanita yang lebih baik darinya.


"Aku benar-benar tidak ikhlas Roni, aku tidak mau kau bisa hidup dari senyuman orang lain, hanya senyumku yang boleh kau nikmati, aku tidak ikhlas" teriak Elia keras.


Ia berteriak sekaut tenaga di kamarnya, namun tidak ada yang menghiraukannya karena seluruh isi rumah sudah di perintah oleh Papa Elia untuk tidak berbicara dengan Lia, tugas mereka hanya mengantar makanan kepada Elia.


.....


"Baik mungkin ini harus kulakukan, aku tidak mungkin menikahi Elia," gumam Eko mendapatkan suatu ide.


"Tasya batalkan semua jadwal saya hari ini, saya ada penting di luar dan saya tidak mau di ganggu!" perintah Eko.


"Baik pak," ucap Tasya seketarisnya.


Eko langsung pergi ke rumah Elia, ia akan menceritakan semua ini terlebih dahulu kepada Elia, setelah itu kepada Roni sahabatnya.


Sesampainya di rumah Elia, ia langsung di sambut oleh ayah Elia, ia sangat ramah karena tau Eko lah penyelamatnya.


"Om saya mau bertemu Elia om, saya ajak keluar boleh kan?" tanya Eko.


"Tentu saja boleh nak Eko, bagaimanapun sebentar lagi kalian akan menikah," ucap Papa Elia bersemangat.


"Iya om tentu saja om," senyum Eko.


Eko sangat tau bahwa ayah Elia memaksa Elia menikahinya hanya untuk menyelamatkan perusahaanya.


"Bik, tolong suruh Elia bersiap-siap bilang ada yang mau bertemu dengannya ya bik!" perintah Papa Elia.


"Baik tuan," pembatu mereka segera menuju kamar Elia.


"Non, tuan menyuruh nona untuk berisap-siap ada yang mengajak nona untuk bertemu," ucap Bik Ina.


"Siapa bik?" tanya Elia.


"Kurang tau non," jawab Bi ina.


Elia langsung melihat keluar dan ia melihat Eko, "Kenapa Eko ada disini?" batinnya penasaran.


"Iya bik, bilangin saya siap siap ya, 10 menit selesai," ucap Elia.


"Aku tau pasti Roni yang menyuruh Eko, dasar Roni kita tidak boleh lagi berjumpa, aku harus melupakanmu begitu juga kau," batinya kembali, ia langsung bergegas membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri, ia berias sedikit dan langsung turun ke lantai bawah menjumpai Papa dan Eko yang sudah menunggu.


"Ayo Elia, temenin aku keluar," ajak Eko


"Elia baik baik ya sama cal....!!" kata-kata Papa Elia terhenti di potong oleh Eko.


"Omm!!" ucap eko setengah teriak "maaf om saya izin ya," sambung nya setelah Papa Elia menghentikan ucapanya.


"Oh, iya nak Eko, hati hati ya, jaga Lia!" ucap papa Elia mengerti.


"Baik Om," ucap Eko sembari pergi meninggalkan kediaman Kelurga Elia.


"Untung Papa lia tidak bilang aku calonnya, mudah mudahan Elia belum curiga," batin Eko.


Mereka langsung menuju mobil Eko.


"Eh Eko, kamu kenapa bengong sih?" tanya Elia membuyarkan lamunan Eko


"Enggak kok, gak ada, kita mau kemana nih?" tanya Eko sedikit gerogi.


"Loh kamu yang ajak keluar, kamu mau ketemu aku urusan apa? Jangan bilang mau ketemu Roni, Eko kamu tau kan aku sayang banget sama dia, tapi aku gak bisa bantah papa, jadi mulai sekarang jangan mau kalau Roni menyuruh kamu jemput aku, jangan mau ya, aku harus melupakannya Eko," ucap Elia sambil menangis.


"Bukan kok Lia, aku memang mau bicara sama kamu, ada hal penting yang harus aku sampailan," ucap Eko.


"Hah? Apaan tumben-tumbenan biasanya kamu gamau ngomong sama aku kalo Roni gak ada," tanya Elia bingung.


"Ia, tunggu ya, nanti aku jelasin!"


"Apaann sih? Jangan buat aku penasaran dong!" ucap Elia.


"Ia sabar, bentar lagi sampai," ucap Eko.


Mereka menuju sebuah cafe, Eko memanggil pelayan.


"Kamu pesan apa lia?" tanya Eko.


"Samain aja, cepetan kamu mau ngomong apa?" ucap Elia tidak sabaran.


"Aku tidak tau harus ngomong dari mana, tapi intinya aku itu calon...." perkataan Eko terpotong karena pelayan datang mengatar pesanan mereka.


"Maaf ini pesananya, silahkan di nikmati," ucap pelayan memotong perkataan Eko.


"Iya terimakasih mbak," ucap Eko.


Lia meminum capuccino pesananya.


"Aku calon suami kamu lia!" ucap Eko tiba tiba.


Seketika Lia menyemburkan minumannya dan mengenai Eko


"Aduh maaf Eko, gue gak sengaja, aduhh!" ucap Elia yang belum bisa mencerna perkataan Eko.


"Oke aku ke toilet bentar bersihin ini," ucap Eko kesal.


Setelah selesai Eko, kembali ia bertanya kembali, dan heran mengapa Elia tidak bereaksi apa-apa.


"Kamu udah ngerti yang aku bilang tadi?" tanyanya pada Elia.


"Maaf aku belum ngerti, ulangin dong."


"Pantes kamu biasa aja," guman Eko di batinya.


"Elia aku calon suami kamu, kita akan menikah!!" jelas Eko tanpa basa basi lagi.