Because Of Love

Because Of Love
Episode 39


Eko berlari mencari Elia, mencari kesana kemari namun tidak menemukannya. Hingga tiba di tempat terakhir yaitu parkiran, Eko sejenak berhenti karena kelelahan, dari kejauhan ia melihat mobil yang tidak asing, ia langsung menuju mobil tersebut dan benar saja Elia ada di dalamnya sedang menangis di bangku belakang. Eko langsung duduk di bangku kemudi, ia tidak ingin berbicara terlebih dahulu dan langsung menyalakan mobilnya.


Di tengah perjalanan, Elia masih terdiam sambil berusaha mengusap sisa air mata yang ia tahan agar tidak keluar. Eko masih fokus ke kemudinya. Mereka membelah jalanan Jakarta yang sepi, sama seperti kondisi di dalam mobil yang sangat hening, keduanya masih memendam seluruh kata-kata yang sangat ingin dilontarkan.


Mereka telah sampai, ternyata Eko membawa mereka ke rumah mereka. Eko langsung turun dan Elia ikut di belakangnya. Mereka telah berada di dalam kamarnya. Eko masih membisu dan mulai bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Elia hanya duduk sembari merokok menungu Eko selesai.


Eko telah selesai dari ritual mandinya, gantian Elia kemudian bergegas ke kamar mandi, sejenak mereka berpapasan namun Elia dan Eko sama-sama tak ingin membuka suara. Eko mulai mengeringkan rambutnya. Eko mulai menelpon Tasya seketarisnya untuk membawa mobil Eko,


"Halo, iya ada apa Pak," ucap Tasya di balik telepon.


"Kamu ke kantor tadi bawa motor?" Tanya Eko.


"Iya pak, kenapa ya?" tanya Tasya sedikit bingung.


"Kamu bisa mengemudikan mobil?" tanya Eko lagi.


"Bisa pak!" jawab Tasya tanpa ragu.


"Kalau gitu, kamu bawa mobil saya di parkiran, tidak perlu antar ke rumah saya, bawa saja ke tempat kamu, besok pagi jemput saya ke sini," perintah Eko.


"Baik Pak," jawab Tasya.


Tasya benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi, mengapa Bos nya menyuruh dia membawa mobil mahalnya, dan ia juga harus membawanya ke rumahnya.


"Aduhh, tau gitu bilang gabisa bawa mobil aja tadi, mobilnya mahal lagi, nanti apa kata orang ngeliat aku bawa mobil mahal gini, nyusahin banget," gerutu Tasya sambil melangkah menuju ruangan Eko untuk mengambil kunci.


Saat masuk ke dalam ruangan, Tasya kaget melihat sesosok wanita yang sedang tertunduk seperti sedang menangis dari sudut mata penglihatan Tasya. Ia sedikit ngeri dan mulai mendekati sosok tersebut. Setelah melihat lebih dekat dan yakin bahwa itu bukan cewek jadi-jadian, Tasya kemudian mulai mencoba menyentuh pundaknya, Sinta yang merasa ada yang medekat ke pundaknya langsung tersadar dan menoleh ke arah Tasya.


Tasya yang kaget menjawab, "Aduhh mbak, eh nyonya, saya seketaris Tuan Eko maaf mengagetkan anda nyonya."


"Oh iya, tidak apa-apa, Eko ada dimana?" tanya Sinta.


"Maaf nyonya, saya tidak tau, saya diperintahkan untuk mengambil kunci mobil Tuan Eko di sini, untuk membawa mobilnya pulang," jawab Tasya.


Medengar itu Sinta berpikir, "Tadi Eko bilang akan mengabariku, ternyata ia pergi dengan Elia tanpa mengabariku?" lamun Sinta bertanya-tanya.


Lamunan Sinta terhenti saat, Tasya membuyarkannya, "maaf mbak, aduhh maksud saya nyonya, saya permisi mau pergi, jika nyonya masih mau disini saya akan memberitahu kepada security, supaya nanti kantornya tidak di tutup," ucap Tasya.


Ah tidak perlu, saya juga mau pulang, makasih ya, kamu sopan sekali, Eko pasti senang memiliki seketaris seperti kamu," jawab Sinta sambil tersenyum..


"Terimakasih nyonya,"jawab Tasya membalas senyum Sinta.


Sinta kemudian pergi meninggalkan Tasya, setelah cukup jauh, Tasya kemudian keluar dari ruangan Eko dan menguncinya.


Sesampainya di parkiran Tasya mulai memasuki mobil, ia benar-benar kesal mendapat perintah di luar pekerjaan.


"Dasar orang kaya, seenaknya nyuruh-nyuruh," kesalnya sambil mulai mengemudikan mobil Eko.


Di tengah perjalanan Tasya masih terus mengungkapkan kekesalanya kepada dirinya sendiri, "Aku itu capek kaya gini terus, tiap hari harus lembur gara-gara bos bulan madu, itu sebenarnya gak masalah banget, yang masalah aku harus sopan sama orang, sering sungkan sama orang-orang di kantor, aduhh!!, itu gak aku banget, aku ini orangnya pecicilan, orang-orang di kantor kaku semua, arghh," kesal Tasya di dalam mobil.


"Aku harus cepat, harus live streaming lagi, aduh.., para fans pasti udah nungguin," ucap Tasya tersenyum sendiri sambil mengemudikan mobil Eko.