
Lamunan Elia seketika hilang, Host dari acara tersebut mulai mengambil alih seluruh perhatian tamu yang hadir.
"Baiklah, selamat malam para tamu undangan yang terhormat, terimakasih telah menyempatkan hadir ke acara perusahaan kami B&M Fashion House perusahaan mode terbaik di Negara ini. Tiba memasuki acara inti, kita akan mengumumkan pemenang kategori gaun terbaik yang telah di rancang oleh peserta. Pemenang akan mendapat hadiah Trip to Maldavies, dan hadiah utama menduduki jabatan sebagai Perancang Busana di perusahaan B&M Fashion House!!" ucap Mc disambut gemuruh tepuk tangan tamu yang hadir
"Dan setelah dilakukan penilaian dari jajaran direksi perusahaan serta beberapa tamu istimewa, maka dengan ini saya ucapkan selamat kepada saudara Roni Apriandi!!!" ucap Mc dengan sedikit keras dan di sambut tepuk tangan yang bergemuruh.
"Kepada saudara Roni saya persilahkan untuk datang ke podium!" perintah Mc.
Roni tersenyum kecil dan menatap Elia, "Aku ingin malam ini merayakannya denganmu!" ucap Roni sambil mulai melangkah menuju podium.
Elia hanya diam dan mulai mengerti alasan ia hadir di acara ini, hatinya sangat senang Roni telah menemukan keberhasilanya, namun perasaan itu tidak ia temukan dari gelagat Eko, Elia yang sedari tadi diam-diam memperhatikannya merasa Eko seakan-akan menyembunyikan rasa sedihnya yang ia balut dengan senyum yang sangat jelas bukan senyuman tulus yang Elia tahu betul akan hal itu.
Roni telah tiba di atas podium, dan mulai berbicara, "Terimakasih saya ucapkan kepada direksi perusahaan dan tamu yang ikut memberikan suara pada rancangan saya, gaun yang saya desain ini merupakan salah satu gaun yang telah lama ingin saya rancang untuk sesorang yang istimewa di hidup saya, dia adalah alasan saya untuk tetap hidup, dan hari ini dia hadir di acara ini," ucap Roni terdiam sesaat dan mulai menitihkan air matanya.
Sontak seluruh tamu yang hadir terdiam, dan bertanya-tanya siapa wanita itu. Elia hanya terdiam mendengar kata-kata Roni, ia sangat ingin berdiri dan menunjukkan kepada semua yang hadir dia lah wanita itu, akan tetapi hal itu tentu saja tidak dapat ia lakukan.
Roni kemudian mengendalikan dirinya dan mengusap air matanya, "Saya belum bisa mengatakan siapa wanita itu, tapi sebentar lagi kami akan menikah, dia akan terlihat cantik menggunakan gaun yang memang saya rancang untuk dirinya," Roni terdiam sesaat mengendalikan air matanya yang terus berjatuhan.
Elia tak kuasa menahan tangis harunya, ia mulai berlari pelan sambil air matanya menetes di tengah pelariannya, ia menuju toilet dan mulai mengeluarkan semua tangisan yang ia tahan sesampainya di dalam toilet.
Sontak saja para tamu undangan mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, mereka tau Elia adalah istri dari Eko, sehingga mulai timbul rasa pensaran dari tamu undangan dan awak media yang hadir.
Eko di tempat duduknya hanya diam dan berusaha tenang, ia mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Elia, Roni turun dari podium dan kembali duduk di meja dimana Eko berada, "Eko aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak tau Elia akan beraksi seperti itu," ucap Roni khawatir.
"Kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja, kamu tidak perlu memikiran hal itu, fokus saja kepada karirmu, sebentar lagi semua hal ini juga akan terbongkar bukan?Aku akan mengatur semuanya," ucap Eko.
Mendengar itu Roni merasa benar-benar bersalah, "Eko aku tidak akan pernah melupakan hal ini, pengorbanamu begitu besar padaku, suatu saat aku akan membalasnya," ucap Roni.
"Bro aku sahabatmu, kau pantas untuk bahagia, kau sudah terlalu lama menderita, jangan bebankan pikiranmu kepada hal ini, perjuangkan saja kebahagiaan yang telah kamu bangun dengan Elia," ucap Eko memegang pundak Roni yang tertunduk di depannya.
"Baiklah, aku akan pergi sebentar untuk menandatangi kontrak, katakan kepada Elia saat ia kembali" ucap Roni.
"Oke, kami akan menunggumu di rumah, setelah urusanmu selesai cepat kembali, Elia membutuhkanmu!" ucap Eko.