
Sementara itu, Eko yang sedari tadi menunggu Elia yang sedang membersihkan diri mulai jenuh, "Mengapa Elia lama sekali di dalam," gumamnya.
Eko kemudian mencoba untuk mendekat ke arah pintu, namum tiba-tiba saja pintu kamar mandi di buka oleh Elia, Eko yang sedikit kaget, namun kagetnya hanya sebentar karena matanya tiba-tiba tidak berkedip menatap Elia. Ia hanya mengenakan lingerine tipis tanpa pakaian bagian dalam, tubuhnya hanya tertutup lingerine tipis.
Eko terus saja menatap, Elia yang sadar terus di tatap akhirnya mulai mendekat, melingkarkan tanganya di leher Eko dan tersenyum. Eko langsung menyambut perlakuan Elia dan mulai mencium bibir manis Elia.
Elia mendorong Eko ke atas kasur. Elia perlahan naik ke atas tubuh kekar Eko. Perlahan ia kembali mengarahkan bibirnya ke arah bibir Eko, mereka bercumbu lagi.
Saat merasa Eko sudah terpancing, tiba-tiba saja Elia langsung berdiri, menatap Eko sebentar, dan kemudian pergi keluar kamar dengan senyum licik sambil mengambil jaketnya.
"Maaf aku sedang datang bulan, aku baru ingat," ucap Elia dari luar kamar.
"Lia kamu kemana?" panggil Eko sedikit berteriak. "Liaa, ayolah, cepat, aku benar-benar tersiksa seperti ini, hahh," ucap Eko mendengus kesal sambil mengenakan kembali celananya.
Eko kemudian mengambil rokoknya dan menghisapnya sedalamnya, nafasnya masih tidak beraturan, "Aku tau kau sengaja memancingku, saat sedang di puncaknya kau tinggalkan, kau benar-benar Lia!!" gumam Eko. Ia berusaha menenangkan dirinya, mulai mengendalikan nafsunya, menarik rokoknya dalam berusaha tenang.
Elia tersenyum puas di teras rumah, ia mulai menghisap rokoknya dan membayangkan bagaimana Eko tersiksa saat ia tinggalkan.
"Rasakan itu, berani-beraninya kamu *bermesraan dengan wanita lain di belakangku, aku ini masih istrimu meskipun kau tidak menginginkanku, kau tidak menghargaiku, dasar lelaki mesum, brengsek!!" gumam Elia kesal.
Eko mulai menghampiri Elia, duduk di sebelahnya. Elia menatap Eko yang menghampirinya, dan tetap diam dan terus menghisap rokoknya.
"Elia kamu keterlaluan melakukan itu," ucap Eko.
Elia tersenyum, "Maaf Tuan Eko, aku kira kau berjanji tidak akan melakukan itu, kamu takut sahabatmu kecewa bukan?" jawab Elia.
"Ya betul, dan harusnya kau tidak memancingku, kamu harus tau, aku mudah terpancing untuk melakukan hal itu," jawab Eko.
"Oh ya? Jadi tadi wanita yang ada di kantor apa dia memancing mu?" tanya Elia sambil menoleh dan menatap tajam Eko.
Eko terdiam mendapat pertanyaan dari Elia, namun Elia terus mendesaknya, "Cepat jawab!!" bentak Elia.
"Iya, tadi dia tidak ada memancingku, hanya saja dia memang menggoda, dan suasananya sangat mendukung, aku benar-benar tidak dapat menahannya sebagai laki-laki normal," jawab Eko lancar dan mulai membayangkan kejadian tadi di kantor bersama Sinta.
Ayo dong Kasi Like dan Komentnya, biar saya makin semangat upnya!!