
Setelah selesai sarapan dan basa basi dengan seluruh keluarga besar mereka. Eko segera bergegas menuju mobilnya bersama dengan Elia.
Didalam mobil Elia dan Eko sama-sama diam memikirkan seseorang, yaitu Roni.
Mereka tau pasti dia tidak akan senang mendengar mereka akan bepergian ke Paris untuk bulan madu.
Eko yang sedari tadi berpikir keras akhirnya memiliki ide agar Roni tidak merah dengan hal ini. Mereka telah tiba di rumah Elia.
Elia segera masuk di sambut oleh pembantu yang ada, Elia mengajak Eko segera memasuki kamarnya dan mulai mengambil koper dan mengemasi barang-barangnya.
"Kita akan pergi bersama Roni," ucap Eko di sela kegiatan Elia.
"Apa? Eko bagaimana mungkin kau berpikir seperti itu, Papa mau hanya kita yang kesana!" bantah Elia yang menghentikan kegiatanya.
"Roni akan berangkat terpisah dengan kita, kalian boleh bersenang-senang di sana," timpal Eko.
"Aku benar-benar tidak mengerti bisa bisanya kau berpikir seperti itu" ucap Elia.
Elia merasa Eko terlalu memikirkan kesenangan Roni sampai-sampai hal yang disiapkan oleh orangtuanya untuk kesenanganya justru ia relakan untuk sahabatnya sendiri.
"Lalu apa kau punya cara lain agar Roni tidak marah?" tanya Eko.
"Terserah kamu saja, aku bahagia jika kau melakukan itu, tapi bagaimana denganmu? Apa kau pernah memikirkan kebahagiaanmu?" tanya Elia.
"Jadi kau ingin kita pergi berdua saja? Lalu Roni tau dan dia kecewa, setelah itu dia kembali dengan barang-barang haram itu!!!" ucap Eko membentak Elia.
Elia terdiam mendengar bentakan dari Eko,
tanpa sadar dia mulai menangis.
"Ayolah Lia, kamu tidak mau kan Roni kembali terpuruk karena hal ini, kau sendiri yang menangis saat melihat Roni terpuruk?" sambung Eko dan kemudian pergi keluar dari kamar Elia.
Elia mulai menangis, ia duduk di atas ranjangnya, hatinya merasa sakit atas perlakuan Eko.
"*Eko aku hanya memikirkan kebahagiaanmu, mengapa bisa kau begitu marah, seandainya kau tau perasaanku saat ini telah bercampur aduk, aku merasa mulai mencintaimu, saat kecil dulu aku sudah sangat mencintaimu walaupun kau seenaknya selalu saja memaksaku untuk mengusap rambutmu, sampai suatu hari kau pindah kota bersama orangtuamu, entah kenapa aku menjadi sedih, sampai aku sadar bahwa aku mungkin telah mencintaimu...."
"Namun lambat laun aku mulai melupakanmu, sampai suatu hari itu saat aku sudah yakin bahwa Roni lah cintaku satu-satunya kau tiba-tiba hadir kembali*," Batin Elia yang teringat akan hari itu
Hari ini Roni dan Elia ke pantai untuk bertemu dengan sahabat Roni, kebaikan sahabatnya tersebut selalu di sampaikan Roni kepada Elia, hingga tibalah seorang lelaki yang tentu saja tidak asing lagi bagi Elia, matanya membulat sempurna menatap kedatangan Eko yang semakin mendekatinya.
"Eko apakah benar itu kau, selama ini aku hanya dapat melihat sosokmu yang selalu muncul di media, kau begitu terkenal di banyak wanita yang mengingikanmu sampai aku kekasih masa kecilmu merasa tidak pantas untuk menyapamu melalui pesan ke media sosialmu, dan kau juga tidak pernah mencariku, mungkin kau sudah melupakanku masa kecil kita," lamun Elia.
"Kenalin bro, ini Elia pacarku, ini yang sering aku ceritain sama kamu, dia lah yang membuat hidupku kembali berwarna selain kamu tentunya," ucap Roni senang.
"Kenalin.., Eko," ucapnya mengulurkan tangan kepada Elia.
Elia yang masih melamun, kaget dengan uluran tangan Eko,
"Ohiya, kenalin saya Elia", ucapnya menyambut tangan Eko.
Getaran aneh tiba-tiba mengaliri tubuh Elia, saat tanganya bersentuhan dengan Eko, membuatnya seakan tidak ingin melepas tangan Eko, namun secepatnya ia sadar dan melepas tangan Eko.
"Apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Roni yang heran melihat tingkah aneh dari Elia.
"Tidak ini pertemuan pertama kami bro," ucap Eko sekenanya yang membuat Elia terkejut.
"Bagaimana hubunganmu dengan Rosa? Baik-baik aja kan?" tanya Roni.
"Iya minggu depan kami akan menikah, jangan sampai kamu tidak datang!" Ucap Eko.
Mendengar itu Elia semakin terkejut, dalam benaknya Eko memang benar-benar sudah melupakan masa kecil mereka, karena ia sudah bahagia dengan wanita pilihannya
"Pasti, aku akan datang bersama Elia," Jawab Roni.
"Lalu apakah usapan rambutnya selembut usapan Mama kamu?" tanya Roni berusaha menggoda sahabatnya.
Untuk kesekian kalinya, Elia terkejut bahkan sekarang mulai merasakan sakit di hatinya mendengar percakapan antara Roni dan Eko.
"Aku permisi ke toilet sebentar," ucap Elia berusaha menutup tingkahnya agar Roni tidak curiga kepadanya.
Melihat tingkah Elia, Eko sadar dan tau pasti mengapa Elia bertingkah seperti itu, dengan alasan hp ketinggalan Ia pamit kepada Roni sebentar, ia langsung menuju ke toilet menunggu Elia.
Setelah menunggu, Elia akhirnya keluar dari toilet dan Eko langsung menariknya dan membawanya ke tempat yang jauh dari Roni.