Because Of Love

Because Of Love
Episode 42


Hari sudah menunjukkan dini hari, Elia, Eko, Sinta dan rata-rata manusia bumi sudah terlelap namun berbeda dengan Tasya Atmawijaya seketaris dari Eko, ia masih sibuk berkutat dengan ponselnya, menyapa penggemarnya dari balik ponselnya. Setiap malam Tasya selalu melakukan live stream dari ponselnya dengan menunjukkan lekuk tubuhnya yang mempesona dan memancing nafsu birahi dari para penonton, hal itu dilakukannya demi sebuah gift yang akan di berikan oleh para penonton yang puas terhadap show yang di tampilkan Tasya.


Tasya terpakasa melakukan ini karena ia jatuh miskin akibat perusahaan Ayahnya bangkrut dan Ibunya meninggalkan mereka berdua. Ayahnya yang sudah tidak punya apa-apa lagi dan sudah sakit-sakitan, terpaksalah Tasya yang banting tulang untuk merawat Ayahnya dan bertahan hidup.


Hidupnya mulai cerah, saat Tasya yang awalnya bekerja menjadi resepsionis di perusahaan cabang milik Eko, namun karena suatu kejadian yang membuat Eko terkesan, akhirnya Eko mengangkatnya menjadi seketaris pribadi Eko, alasannya karena Eko menyukai ketegasan serta kesopanan Tasya. Gaji yang ia dapat tentu sangat cukup, sehingga ia ingin berhenti dari dunia live stream itu, namun ia harus bersabar karena ia masih terikat kontrak kepada aplikasi live stream tersebut.


Ia mulai menari-nari sensual, membuka bagian-bagian penutup tubuhnya sampai hanya menyisakan penutup bagian kewanitaannya, ia menjadi streamer dengan penonton terbanyak di aplikasi itu, pertunjukannya benar-benar menggoda seluruh pengguna aplikasi, banyak orang yang ingin tidur denganya, namun tidak banyak yang tau tentang keberadaanya karena Tasya benar-benar menutup rapat seluruh tentang dirinya.


Sampai akhirnya ia selesai melakukan streamingnya, ia mengucap salam berpisah kepada para penggemarnya, ia mulai membersihkan diri dan setelahnya mulai berbaring di atas ranjang. "Sebentar lagi kontrakku akan berakhir, aku tidak akan melakukan pekerjaan itu lagi, itu sangat melelahkan karena sekarang aku sudah menjadi seketaris Pak Eko," gumam Tasya dan mulai terlelap.


.......


Eko kemudian ikut tersadar dari lelapnya, karena mendengar bunyi-bunyi kecil dari setiap gerakan yang dilakukan Elia. Eko menyaksikan Elia yang sedang merias diri dan tersenyum bahagia, "Elia kau sangat bahagia, dan alasanmu bahagia karena Roni, bukan aku! tapi mengapa kau seakan-akan tidak rela aku pergi," lamun Eko.


Lamunanya Eko seketika buyar, "Hey Eko apa yang kau pikirkan? Apa kau terlena melihat kecantikanku?" tanya Elia sembari memutar-mutar badanya untuk menunjukkan kepada Eko.


Eko tersadar dari lamunanya, namun ia masih diam mebisu melihat Elia yang benar-benar tampil memukau, "Ya.., kau sangat memukau Lia," ucap Eko tak berkedip.


"Aku memang cantik, tidak ada yang bisa menolak Elia Putri Fairuz!!," ucap Elia menggoda Eko.


Eko yang takut terpancing langsung bergegas ke kamar mandi, "Aku mau mandi, nanti kita telat, cepat selesaikan pekerjaanmu, suruh bibik menyiapkan sarapan, kita harus cepat!" ucap Eko melangkah menunju kamar mandi.