Because Of Love

Because Of Love
Episode 3


Sesampainya di rumah Roni, Eko melihat sahabatnya sudah terkapar di samping ranjangnya,


"Woi, bangun, katanya nungguin, aku panggil-panggil bukannya di jawab, kamu malah tidur di sini," kesal Eko.


Mendengar omelan Eko, Roni terbangun dari tidurnya, "Ah sory bro, aku tadi lagi banyak pikiran jadi stress," balasnya.


"Masalah apa lagi sama Elia?" tanya Eko.


"Dia mutusin aku lagi bro," sedih Roni.


Mendengar itu merupakan hal yang sudah ia dengar berkali-kali, Elia memang sering mengancam Roni putus karena sifat buruk nya yang memakai barang terlarangnya,


"Ron, udah berapa kali Elia minta putus sama kamu, ujung-ujungnya kan minta maaf, dia nerima akhirnya nyambung lagi," balas Eko kesal.


"Tapi ini beda, tadi itu dia sampai nangis mutusin aku!" balas Roni.


"Udah aku tau kok kalian itu saling cinta, pokoknya kamu mintak maaf, dan jauhin barang-barang itu, kamu tau itu yang buat hubungan kalian berantakan masih aja di terusin, kamu beneran cinta gak sih sama Elia?" tanya Eko yang semakin kesal.


"Apaann sih!!, tau sendiri lah!" sahut Roni malas.


"Yaudah tinggalin barang haram itu, minta maaf sama dia!" ucap Eko.


"Oke bro aku harus buktiin sama Elia bisa ninggalin barang-barang ini, tapi ntar bantuin aku ya minta maaf sama Lia!" ucap Roni memelas.


Drttttr... (Hp Eko bergetar, panggilan dari papanya)


"Eko cepat sekarang di kantor, ada masalah!" perintah Papanya.


"Oke pa," jawabnya sekenanya.


"Papa nelpon katanya ada masalah di perusahaan, pokoknya kamu pastiin aja dulu bisa lepas dari barang haram itu, setelah itu baru hubungi aku, tenang aku bantu!" jelas Eko sambil Pergi meninggalkan Roni.


Ia segera menancapkan mobilnya menuju perusahaan menemui Papanya.


"Kenapa pa ada masalah apa?" Tanya Eko sesampainya di kantor Ayahnya.


"Proyek di Kota B lagi mangkrak, pembebasan lahannya tidak bisa di atasi orang-orang kamu, jadi sekarang kamu ke Kota B selesaikan masalah itu secepatnya, jangan kembali sebelum selesai!" Perintah Papa Eko.


"Tapi pa, Eko udah janji sama mama Nanti malam Makan malam sama Calon istri pilihan mama," ucap Eko.


"Tenang nanti papa yang bicara!" balas papa Eko.


"Baik pa, terimakasih," sahut Eko sedikit lega.


Eko Kesenangan karena kemungkinan ia masih bisa menunda pernikahan ini atau kalau bisa batal saja harapnya,


"Kamu jangan seneng gitu!, setelah selesai itu kamu akan langsung menikah, urusan pernikahan Biar Papa yang atur di sini!" Ucap Papanya.


"Apa??? Tapi Pa, melihat calon istriku saja aku belum, bagaimana kalo aku menolak?" Tanya Eko.


Mendengar jawaban Papanya, Eko hanya bisa pasrah, Papanya tau ia tidak bisa menolak mamanya,


"Baik pa , Aku berangkat sekarang aja," Ucap Eko.


"Ya silahkan!" ujar papanya penuh kemenangan


"Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan orang yang bahkan rupanya saja belum kuketahui, sifatnya apalagi," batin Eko


"Aku harus cari cara agar semua ini bisa batal tanpa melukai Mama."


.....


Elia sedang sedang duduk di meja riasnya, ia sebenarnya malas untuk pergi, namun desakan Papanya lah yang menyebabkan ia harus pergi untuk menemui calon suaminya,


"Seandainya itu kamu Roni, aku pasti merias diriku sangat cantik, aku sangat mencintaimu tapi sepertinya aku salah mencintaimu, kamu tidak bisa merubah sifat burukmu'" batin Elia ,tak terasa air matanya jatuh lagi dan lagi


"Elia!!" panggil Papanya di luar kamar.


Bentar Pa, sedikit lagi," Jawab Elia.


Elia yang tersadar dari lamunanya, langsung mengusap air matanya kemudian keluar kamar menemui Papanya,


"Papa cuman mau bilang, hari ini makan malam di batalkan karena calon suami kamu sedang tugas di luar kota," Ucap Papa Elia.


Mendengarnya perasaan Elia bercampur antara senang dan kesal,


"Baik pa, berita bagus," senyum Elia.


"Tapi Minggu depan, kalian langsung menikah!" ucap Papanya yang mengagetkan Elia.


"Apa pa? Apa aku gak salah dengar?" Tanya Elia memastikan.


"Melihatnya saja belum bagaimana aku bisa menerimanya?" tanya Elia.


"Tidak ada penolakan, yang pasti ia lebih segalanya dari lelaki pemakai yang tidak tau diri itu!!, bentak papanya.


Elia langsung membanting pintunya, dan menangis di atas kasurnya,


"Eliaa, Eliaa!!!" panggil Papanya


"Kamu tidak bisa menolak, 3 hari lagi kamu harus mempersiapkan semuanya!" Ucap papanya dari luar kamar.


"Dasar lelaki egoiss, aku mau Mama, Mamaaa tolong panggil aku, aku tidak sanggup menghadapi ini, aku ingin bersamamu di surga, Mama tolong aku," teriak Elia sambil menangis sejadi jadinya.


Sejak kecil Elia di besarkan tanpa kasih sayang Ibunya, Ibunya meninggal setelah melahirkannya. Saat itu dokter memberi pilihan kepada Ayah elia, hanya satu yang bisa di selamatkan Elia atau Ibunya.


Ibu Elia selalu berpesan jika sesuatu yang buruk terjadi maka harus Elia yang selamat, sehinga saat itu Elia lah yang selamat, karena hal itu Papa Elia sangat keras kepada Elia karena merasa bahwa kelahirannya merenggut orang yang ia cintai ya itu Ibu Elia sendiri.