
Sinta yang semula kaget langsung tersadar, dan kembali memakai pakaiannya, "Siapa kamu? lancang sekali kamu membuka pintu ini, apa kau tidak tau aku pemilik club ini, kau bisa ku usir dari tempat ini," ujar Sinta mulai mendekati Tasya dan menatapnya tajam.
"Anda tidak ingat siapa saya? Saya adalah seketaris Eko!" ucap Sinta membalas tatapan sinta tidak kalah sengit.
"Hah, apa urusanmu dengan Eko, dia adalah calon suamiku, kamu hanya seketaris rendahan di kantor itu, jangan berurusan denganku jika kau masih ingin hidup dengan nyaman!"
"Oh ya, dulu saya memang seketaris rendahan di kantor itu, tapi sekarang saya adalah seketaris pribadi Tuan Eko, saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya..."
"Dan sekarang kamu membawa Tuan saya ke dalam kamar melucuti seluruh pakaiannya juga pakaianmu..."
"Dan ini apa? Mengapa kau meletakkan ponselmu di sini, kau mau menjebak Tuan saya bukan?" Tegas Elia sambil membanting keras ponsel Sinta.
Sinta terkejut melihat perlakuan Tasya, "Beraninya kamu!, sekarang silahkan keluar dari club saya sebelum saya perintahkan orang saya untuk memaksa kamu keluar!" tegas Tasya.
Tasya hanya tersenyum, kemudian memungut seluruh pakaian Eko dan memakaikanya ke tubuh Eko secara perlahan. Kemudian memapah tubuh Eko yang masih belum sadarkan diri
"Saya juga tidak betah berlama-lama di club ini, dan satu hal, kejadian ini akan secepatnya sampai ke telinga Eko, dia akan sangat membencimu, dasar wanita bodoh, jangan pernah kau paksakan cinta seseorang padamu, apalagi melakukan hal yang menjijikan seperti ini!" ucap Tasya sambil melangkah keluar dari club tersebut.
"Dan satu lagi, jika kau berpikir untuk mencelakaiku, kuharap kau tau siapa yang akan membalasmu jika aku terluka, sekarang aku termasuk dalam bagian dari orang kepercayaan Tuan Eko, jadi jangan gegabah terhadapku!" ucap Tasya kemudian mulai pergi keluar club tersebut.
Sinta diam terpengarah mendengar setiap kata yang keluar dari mulut seketaris Tasya, setelah Tasya dan Eko semakin jauh sampai tidak lagi terlihat, Sinta kemudian bersimpuh lemah dan menangis.
"Aku memang bodoh, aku bodoh karenamu Eko, cukup sudah aku menderita karenamu, sekarang siapapun yang menghalangi aku dia akan menyesal, tunggu saja, Eko sial*an!" teriak Sinta di dalam kamarnya sendiri.
Tasya telah sampai di luar club, dan perlahan menidurkan Eko di bangku belakang mobilnya, Tasya mulai melajukan mobilnya.
"Aduh rumah nya dimana lagi, kalo aku tanya mana ngerti dia, dasar bodoh mau mabuk-mabukan," kesal Tasya.
Akhirnya Tasya memutuskan untuk membawa Eko ke apartemen miliknya, sesampainya di apartemen, Tasya dengan susah payah memapah Eko masuk ke dalam kamarnya kemudian menidurkan Eko yang sudah tertidur.
Kemudian Tasya perlahan membuka seluruh pakaian dari Eko sampai tidak ada lagi yang membaluti tubuhnya, seketika Tasya terpesona melihat seluruh tubuh Eko yang sangat atletis, dan matanya tertumpu pada bagian inti dari Eko, mukanya merah merona melihat hal tersebut.
"Aduhh sadar Tasya, dia adalah bosmu, jangan macam-macam..."
Tasya kemudian mengambil handuk yang ia rendam dengan air, perlahan mulai mengusap seluruh tubuh Eko.
"Aduh godaan ini benar-benar menggugah imanku, tahan Tasya sedikit lagi," ucap Tasya perlahan mulai membersihkan daerah bawah tubuh Eko.
Saat tengah serius membersihkan area inti Eko.
"Uhukk"
Tasya terkejut mendengar suara batuk dari Eko yang tersadar dari tidurnya.
"Aaaaaaaa" teriak Tasya terkejut karena saat itu ia sedang membersihkan area inti dari Eko yang bereaksi akibat perlakuan dari Tasya yang mengusapnya dengan lembut.
Tasya berteriak namun tidak melepas tangannya dari area inti Eko.
Eko kemudian menatap Tasya.
"Kau.." ucap Eko dengan suara yang berat.
........
Kepada Pembaca jangan lupa tinggalkan Likenya ya jika suka.