Because Of Love

Because Of Love
Episode 27


"Baik terimakasih, ini bayaran kamu, jika saya ada perlu lagi saya akan menghubungimu," ucap Sinta kepada orang kepercayaanya yang telah memberitahunya semua hal tentang Elia atas perintahnya.


"Tunggu saja Elia Putri Fairuz, aku akan mendapatkan kembali Eko yang telah kamu rebut dariku, aku tidak sabar bagaimana reaksi Eko melihat ini," gumam Sinta tersenyum.


Sinta kemudian masuk ke mobilnya dan mulai melajukannya ke Tjipcta Group perusahaan terbesar di kota A milik keluarga Eko.


Ia kemudian memarkirkan mobilnya, dan berjalan menuju loby mengahampiri resepsionis.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu," ucap Resepsionis perusahaan Eko.


"Saya mau bertemu Eko, dimana ruangannya?" tanya Sinta.


"Maaf saat ini Pak Eko sedang tidak berada di ruanganya," ucap Resepsionis.


"Hah? Dimana dia?" tanya Sinta kembali.


"Maaf mbak, saya tidak dapat memberitahu," ucap Respsionis sopan.


"Cepat beritahu aku, dan tunggu kau memanggilku mbak? Apa kau tidak mengenal aku siapa?" bentak Sinta menatap sinis dan mulai menjambak rambut resepsionis tersebut.


Resepsionis tidak tinggal diam, ia membalas Sinta dengan satu tamparan di pipi Sinta. Resepsionis kemudian memanggil satpam untuk mengusir Sinta.


"Maaf mbak, tolong jangan buat keributan di sini, tolong keluar jika urusan anda telah selesai!!" ucap satpam sambil menarik Sinta.


"Lancang sekali kalian, beraninya kalian mengusirku, aku ini adalah wanita yang sangat di cintai oleh bos kalian, dan kau karyawan rendahan beraninya kau menamparku!!, tunggu saja kalian akan mendapat pembalasanku," ucap Sinta membentak.


"Dan anda harus tau, siapapun anda jika anda tidak bisa menjaga sikap anda maka tolong keluar dari sini, Bos Eko telah mendidik kami untuk tidak takut terhadap siapapun!!" ucap satpam.


"Jangan anda pikir kekuasaan atau harta yang anda miliki dapat menindas kami orang kecil, kami akan melayani siapa saja, namun kami tidak akan terima jika anda berlaku semena-mena terhadap kami!" sambung resepsionis.


"Hahh, kalian tunggu saja, ingat saja hari ini!" ucap Sinta kesal dan pergi meninggalkan perusahaan Tjicpta Group.


Sinta benar-benar tidak menyangka mendapat perlakuan seperti itu dari karyawan yang rendahan di matanya, selama ia berkunjung ke perusahaan yang lain seluruh karyawannya akan tunduk padanya, berbeda dengan perusahaan Eko.


"Wah mendapatkanmu benar-benar sulit Eko, tapi ini tak akan lama, secepatnya kau akan berlutut di hadapanku!!" gumam Sinta sinis.


Ia kembali menghubungi orang kepercayaanya kembali, "Dalam satu jam kedepan aku mau kau memberitahuku dimana keberadaan Eko!" ucap Sinta di balik telepon.


"Jika aku bisa ke rumahnya maka aku tidak memerintahkan kamu, lakukan secepatnya!" ucap Sinta menutup sambungan telepon.


Ia segera pergi menuju kediamannya, menunggu informasi dari orang kepercayaanya, ia mulai merasa sedikit perih di pipinya akibat tamparan yang dilakukan resepsionis tadi.


"Ahh, dasar karyawan sialan, tunggu saja kalian akan membayar semua ini!! gumamnya kesal.


........


Saat matahari semakin terik berusaha menyelip di sela-sela kamar hotel yang menyilaukan pandangan Elia, matanya mulai terbuka sempurna. Ia terbangun dan menyaksikan Eko yang masih terlelap, saat melihat jam dinding ia terkejut.


"Apa, sudah jam segini aku baru bangun, apa yang terjadi semalam?" Ia mulai mengecek tubuhnya dan pakaianya yang masih terpakai.


"Ya.., semalam aku sedikit mabuk, aku dan Eko berbicara tentang masa lalu, dan aku tertidur, tidak ada yang lain selain itu," gumam Elia berusaha mengingat kejadian tadi malam.


Ia mulai melihat wajah Eko yang terlelap, pikirannya kembali teringat.


"Aku tau Eko, kamu sebetulnya sangat menderita, tapi kau selalu saja mementingakan kebahagiaan orang lain terlebih dahulu, dan kamu tau aku mencintaimu sampai saat ini, aku tidak menyesal dulu memberikan mahkotaku padamu, tapi untuk saat ini mungkin kau dan aku tidak akan bisa bersama lagi..."


"Saat aku lama menunggumu yang tidak ada kabar, saat itu aku mulai berpaling darimu dan kesalahanya aku justru berpaling ke orang yang sangat kau sayangi juga, Roni sahabatmu. Saat kita tamat sekolah, kau datang untuk pertama kali dan menyaksikan aku sudah berhubungan dengan Roni dan saat itu juga kamu memerintahkanku untuk tidak lagi mengingat kenangan kecil kita, dan kamu dengan tegas mengatakan akan menikah dengan wanita lain, saat itu hatiku benar-benar sakit mendengarnya," Elia melamun cukup lama sampai air matanya mengalir.


Karena tak mau Eko melihatnya, Elia segera yang sadar dari lamuannya kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan akan memesan sarapan terlebih dahulu sebelum membangunkan Eko.


........


Drtrrrrt, suara ponsel sinta


"Ya? Baik terimakasih infomasinya!" ucapnya menutup telpon setelah mendapat informasi.


Ia mulai bangkit dari ranjangnya berisiap-siap mengambil seluruh keperluannya. Ia menuju kamar mandi membersihkan diri dan mulai berias. Setelah semua dirasa cukup ia mengambil ponselnya dan mulai menelpon seketaris Ayahnya.


"Bilang ke Papa, aku mau ke Paris, aku berangkat sekarang, siapkan jet pribadi aku mau cepat!" ucap Sinta menutup telepon tanpa menunggu jawaban.


"Eko sayang, tunggu wanitamu akan datang, Elia lihatlah apa yang akan terjadi," gumam Sinta tersenyum seringai.


Jangan Lupa Like dan Komentnya