
Cerita ini hanya untuk 21+, Bagi yang tidak cukup umur di mohon untuk membaca cerita yang sesuai. Terimakasih atas kerjasamanya!
Roni telah selesai menandatangi kontraknya, ia sangat bahagia, harapannya hidup bahagia dan membahagiakan Elia sebentar lagi akan terjadi. Hp nya kemudian bergetar, pesan dari Eko, melihat pesan tersebut Roni tersenyum kemudian langsung melajukan motornya menuju ke rumah Eko dimana Elia telah berada di sana. Roni membelah jalanan yang cukup ramai dengan perasaan rindu yang membara.
Tiba di rumah Eko, Roni di sambut oleh asisten rumah tangga mereka, "maaf tuan ada yang bisa saya bantu?".
"Oh iya mbak, kamar Elia dimana ya?"
"Oh, di lantai 2 tuan, jika ada keperluan, panggil saya ya, tuan."
"Ya terimakasih ya mbak" senyum Roni.
Roni kemudian pergi menuju kamar Elia dan membuka pintu perlahan, ia mendapati Elia ternyata telah bangun dari tidurnya. Elia tampak baru saja selesai mandi, Roni berjalan senyap dan mulai memeluk Elia, Roni merasakan harum semerbak tubuh Elia yang baru selesai mandi.
Elia langsung membalikkan badan dan membulatkan matanya, "Hah, Roni, bagaimana kau bisa disini?" Tanya Elia bingung.
"Sayang mengapa kau kebingungan, Eko memberitahu kamu ada disini, aku benar-benar merindukanmu," ucap Roni sambil kembali memeluk Elia.
Elia kemudian membalas pelukan Roni dengan erat, rindu yang lama tak terbalas, akhirnya tiba dan tumpah ruah dalam pelukan erat mereka.
Roni perlahan menatap wajah Elia yang sayu, kemudian mereka mulai melakukannya.
Rasa rindu yang tidak tertahankan, serta birahi yang membara semakin mendukung suasana kegiatan yang mereka lakukan.
Perlakuan yang lembut yang selalu di berikan Roni membuat Elia semakin rindu dan terbayang akan kesungguhan cinta Roni, atas kegigihannya untuk meyakinkan Elia bahwa Roni sangat mencintainya.
Sampai keduanya mencapai inti dari permainan tersebut. Roni dan Elia kemudian saling memeluk dan menatap, "Roni aku merindukanmu," ucap Elia tersenyum memeluk tubuh Roni.
"Aku lebih merindukanmu, setelah ini kebahagiaan dan impian kita akan segera tercapai sayang, kita akan bersama selamanya," ucap Roni kemudian memeluk tubuh hangat Elia.
Roni menatap lama wajah Elia yang tersenyum, suatu alasan terbesarnya rela melakukan apapun yaitu seyum indah dari Elia, sebuah bahan bakar dari kehidupan Roni untuk tetap hidup dan bersemangat. Ia berharap bahwa semua usahanya mendapati hasil yang baik kedepannya, seluruh pikiran-pikiran negatif berusaha ia hilangkan.
Mereka berdua saling bertatap muka, Elia terus saja tidak melepas senyumaan kesukaan Roni, ia juga berharap bahwa apapun nanti yang terjadi semoga semuanya adalah yang terbaik, di saat ini ia sudah cukup yakin dengan cinta Roni kepada nya, walaupun sosok Eko yang masih menghantui pikiran dan perasaanya, namun ia tetap menyerahkan diri kepada takdir, ia percaya apapun yang terjadi itu adalah yang terbaik.
Mereka kemudian tenggelam dalam alam mimpi setelah melepas rindu yang lama terpendam. Wajah bahagia tampak dari keduanya. Harapan-harapan akan kebaikan cinta mereka berkutat di dalam pikiran menghasilkan sebuah pengharapan yang yakin dan menjadi alasan untuk tetap semangat menjalani hidup.
Pertemuan di tutup dengan sebuah pelukan dalam keadaan terlelap di bawah sadar.
Jangan Lupa Like jika Suka dengan Cerita ini dan Koment jika ada Kritik dan Saran. Terimakasih