
Eko kemudian menuju ke mobilnya, ia mendapati Elia tengah tertidur di dalam mobil, Eko sejenak menatapnya, "Setelah ini kamu pasti bahagia Elia, dan aku akan bersedih tidak bisa bersamamu, jujur aku sangat ingin memilikimu, tapi ini semua demi kebahagiaanmu dan Roni sahabatku," gumam Eko sambil melihat ke atas langit yang berwarna jingga.
Eko kemudian melajukan mobilnya dan membawa Elia ke rumah mereka, sesampainya, Eko dengan hati-hati mengangkat Elia ke kamarnya, kemudian merogoh ponsel dari dalam sakunya kemudian memngirim pesan kepada Roni. "Elia tidur di kamarnya, cepat datang setelah urusanmu selesai, aku ada urusan penting, jika kau ada perlu apa-apa, minta saja pada pembantu di sini."
Eko kemudian langsung menuju perusahaan, ia penasaran apa yang sedang terjadi dengan seketarisnya Tasya. Suara mobil Eko menggema di area parkiran, ia segera menuju lift dan sampai di kantornya, kemudian memerintahkan Tasya untuk segera menemuinya.
Tasya mengetuk pintu, pikirannya sangat kacau, namun ia sudah bertekad akan berkata apa adanya dengan Eko, ia telah tiba di hadapan Eko. "Maaf Pak, saya bisa jelaskan semuanya," ucap Tasya terbata-bata.
Eko hanya diam, dan mulai menyalakan sebatang rokoknya. Dan memberikan instruksi agar Tasya menjelaskannya.
Tasya kemudian duduk di depan Eko, mereka berhadapan namun memiliki jarak yang cukup jauh.
"Jadi lelaki itu salah satu penonton live saya pak di aplikasi live streaming, saya terpaksa ikut menjadi salah satu yang melakukan pertunjukkan sexy di aplikasi itu, karena saat itu saya hanya karyawan di perusahaan cabang milik bapak, gaji saya tidak cukup untuk menanggung biaya pengobatan Papa, jadi saya terpaksa melakukan itu. Tapi saya hanya live menunjukkan tubuh saya Pak, saya tidak pernah mau jika ada yang ingin mengajak saya untuk bertemu, karena saya tau mereka hanya ingin menikmati tubuh saya," ucap Tasya menunduk.
Eko sejenak berpikir, ia masih bingung dengan penjelasan Tasya, "Maksud kamu aplikasi bagaimana?" Tanya Eko kebingungan.
"Jadi Pak, di aplikasi itu saya menarik penonton saya agar memberikan saya uang dan imbalanya saya akan menunjukkan tubuh saya kepada mereka, dan Laki-laki yang tadi, dia lah yang paling banyak menghabiskan uangnya kepada saya demi melihat tubuh saya, dia selalu mengajak saya untuk bertemu tapi saya menolak, dia juga bodoh Pak, dia memberi saya banyak uang dan saya menunjukkan tubuh saya, saya tidak pernah memaksanya," ucap Tasya.
Eko kemudian mengangguk mengerti, "Sekarang kamu telah menjadi seketaris di perusahaan saya, apa gajimu tidak cukup membiayai pengobatan ayahmu?" Tanya Eko.
"Gaji dari perusahaan ini cukup pak, hanya saja saya masih bimbang, di satu sisi saya masih terikat kontrak dengan aplikasi tersebut dan juga saya benar-benar tidak nyaman bekerja di kantoran pak, saya setiap hari harus berbicara formal kepada siapapun, termasuk bapak, saya benar-benar tidak nyaman menghadapi orang-orang yang menurut saya sangat kaku," ucap Tasya tanpa rasa bersalah.
Eko kemudian kembali menyambung rokoknya yang telah habis, "Siapa bilang saya akan memecat kamu, mulai sekarang kamu akan menjadi seketaris pribadi saya, gajimu akan saya naikkan 10 kali lipat dan pengobatan ayahmu akan saya tanggung, dan selama kamu menjadi seketaris pribadi saya kau harus menuruti seluruh perintahku dan kau tidak perlu berbicara formal kepadaku, buat dirimu senyaman mungkin," ucap Eko.
Tasya tekejut dan membulatkan matanya. "Ma-maksud Bapak?" tanya Tasya terbata-bata.
"Ya.., dan kamu harus tau saya tidak suka jika ada yang berani menolak saya," ucap Eko menimpali.
Tasya berusaha mengendalikan pikirannya kemudian kembali bertanya. "Tapi Pak saya tidak bisa, saya takut bapak meminta saya untuk melakukan hal yang sama seperti orang lain inginkan."
Eko mengerti maksud dari perkataan Tasya, "Kamu tidak perlu khawatir, saya tidak tertarik dengan tubuhmu, saya hanya ingin memiliki seseorang yang dapat bertukar pikiran dengan saya, intinya saya butuh teman untuk berbicara bebas dengan saya, tanpa adanya ikatan bisnis atau apapun itu," ucap Eko gamblang.
Tasya kembali membulatkan matanya, ia tidak menyangka Eko langsung mengerti arah dari perkataanya.
"Mulai besok kamu tinggal di rumah saya, sekarang cepat kembali dan istirahat, jangan membantah," ucap Eko setelahnnya langsung pergi bergeg.as meninggalkan Tasya
Tasya terdiam menatap kepergian yang semakin menjauh, "Aku tidak menyangka kau seperti itu, tidak seperti berita di luar sana yang menggambarkan kamu sebagai seorang yang kejam dah tidak memiliki belas kasihan, aku akan menjadi seketaris pribadi yang baik dan semoga kau selalu bahagia Eko," gumam Tasya lirih
Jangan lupa Like jika suka, Koment jika ada kritik dan saran. Terimakasih