Because Of Love

Because Of Love
Episode 32


Eko dan Elia telah tiba di sebuah bangku di bawah Menara Eiffel, keduanya tengah menikmati es krim sambil menyaksikan banyak pasangan yang menujukkan wajah bahagia bersama pasanganya. Suasana romantis benar-benar tergambar di sini.


"Elia di sini suasananya benar-benar romantis ya," ucap Eko.


"Hmmm" jawab Elia singkat karena masih sibuk menikmati es krim nya.


"Mungkin suasananya saat ini tidak mendukung, tapi mungkin di sini kita harus menentukan komitmen kita kedepan, apa kamu tidak keberatan?" tanya Eko.


Elia belum menjawab, ia masih menikmati sisa es krimnya yang tinggal sedikit.


"Ya lebih cepat lebih baik, jadi bagaimana komitmen kita ke depannya?" tanya Elia setelah selesai dengan es krimnya.


"Sekarang kita perjelas dulu, apakah kau mencintaiku?" tanya Eko.


Elia tersenyum "Ya aku mencintaimu, aku tidak bisa berbohong soal perasaanku!" jawab Elia.


"Jika kamu harus memilih, siapa yang akan kau pilih aku atau Roni?" tanya Eko kembali.


Elia menjawab "Aku benci memilih, aku ingin kalian berdua!" jawab Elia enteng.


Eko tertawa mendengar jawaban Elia, "Wanita selalu saja begitu," tawa nya.


"Jika kami adalah sebuah benda tentu saja kamu bisa memiliki keduanya, tapi ini soal perasaan Lia, kau hanya bisa memilih satu manusia yang akan bersamamu!" ucap Eko.


"Iya aku tau. Jangan bertanya seperti itu lagi, aku tidak akan menjawabnya. Biarlah waktu yang menjawab!" balas Elia.


"Lalu bagaimana denganmu? Kau mencintaiku?" tanya Elia menyambung.


Eko mulai menatap puncak menara eiffel...


"Ya, aku mencintaimu sejak aku merasakan usapanmu, sejak aku merenggut kesucianmu. Tapi aku sadar kita mencintai di waktu yang salah. Saat ini meskipun kamu masih memiliku rasa padaku tapi perasaanmu sudah terbagi antara aku dan Roni...."


"Bagaimana pun perjuangan kalian sangat luar biasa, dan kau tidak dapat mengelak cintamu kepada Roni sudah pasti lebih besar ketimbang padaku, bukankah begitu?" tanya Eko.


Elia membisu, ia tidak mau menjawab pertanyaan tersebut.


"Lia, kaum mencintaiku karena di benakmu masih membekas kenangan kita dulu, sementara kamu mencintai Roni karena kalian telah melewati banyak waktu bersama, kamu banyak berkorban untuk Roni, dan pengorbananmu itu hasil akhirnya tentu saja kebahagiaan yang kamu harapkan. Dan aku yakin kalian akan bahagia bersama, jadi saat ini dan kedepannya lupakanlah kenangan kita, mulailah mencintai Roni sepenuhnya, hiduplah bahagia bersamanya," ucap Eko kepada Elia.


Elia mulai menahan tangisnya, "Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kau masih mencintaiku juga?" tanya Elia.


"Ya mencintai tidak harus memiliki bukan? Tanpa memilikimu aku tetap bisa melihatmu bahagia, tujuanku mencintaimu adalah melihatmu bahagia. Melihat sahabatku Roni dan kamu berbahagia adalah hal yang aku dambakan, itu adalah kebahagiaanku!" jawab Eko.


"Baiklah Eko, jika kamu bahagia, aku akan lebih bahagia. Tapi berjanjilah padaku, jika suatu hari aku melihatmu tidak bahagia, maka kamu sedang melukai hatiku, jadi jangan pernah melarangku untuk kembali, bukankah kita berdua harus saling membahagiakan meskipun tidak saling memiliki?" tanya Elia.


"Ya aku berjanji, tapi selama kamu bahagia bersama Roni aku akan bahagia!" jawab Eko.


"Baiklah, aku punya permintaan terakhir, aku tidak tau berapa lama kita akan bersama. Setelah perusahaan Papa kembali normal kita akan bercerai. Jadi sekarang aku mau kita menikmati saat bersama ini, aku mau kenangan yang manis saat perpisahan nanti," pinta Elia.


"Baiklah, kita akan menikmati waktu yang singkat ini," jawab Eko kemudian merangkul Elia.


"Aku masih mau es krim," ucap Elia menunjukkan wajah yang menggemaskan.


"Baiklah, aku akan membawamu ke toko es kirim terbaik di sini!" ucap Eko.


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil untuk pergi ke sebuah Toko es krim di Paris.


Setelah kepergian mereka, tampak seorang wanita yang sedari tadi duduk tidak jauh dari mereka. Sinta menunjukkan raut wajah yang kesal dan penuh amarah.


"Jadi Eko tau Elia dan Roni masih berhubungan di belakangnya, percuma saja aku menjelaskannya kembali, tapi itu tidak buruk, aku tidak perlu mengerahkan tenaga untuk memisahkan mereka. Baiklah sekarang tinggal menunggu waktu saja, setelah mereka berpisah aku akan datang dan bersanding dengan Tuan Eko Suryo Handoko!" gumam Sinta tersenyum.


"Oke sekarang, aku tidak mau mengganggu kalian, aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama seperti dulu. Saat aku dulu bersusah payah menghancurkan hubungan Eko dengan Rosa, membuat Eko amat sangat membenciku. Jadi sekarang aku hanya harus sabar menunggu sampai kalian berpisah setelah itu aku akan datang ke dalam kehidupanmu, dan kamu pasti akan menerimaku," ucap Sinta berbicara sendiri sambil tertawa.


"Sinta kamu harus menyiapakn diri, kamu pantas bersanding dengan Tuan Eko Suryo Handoko," sambungnya kembali.


Sinta kemudian bergegas masuk ke dalam mobilnya, kemudian menelpon seketaris keluarganya.


"Siapkan jet untukku besok pagi, urusanku di Paris telah selesai," ucap Sinta di balik ponselnya.


"Baik nyonya," jawab seorang di balik telepon.