Because Of Love

Because Of Love
Episode 48


Roni dan Elia mulai meraih apa yang mereka dambakan, sementara Eko berupaya ikut berbahagia meilihat mereka, walaupun itu hanya kebahagiaan yang ia paksakan, jauh di dalam perasaanya hatinya benar-benar tidak bisa menerimanya.


"Elia aku selama ini berbohong, aku tidak bahagia melihat kau bahagia dengannya, tapi aku tidak mungkin egois mementingkan kebahagiaanku sendiri, kuharap selepas semua ini, kau benar-benar sudah bahagia, aku akan mencari kebahagiaanku tanpamu," gumam Eko di dalam mobilnya berusaha menahan air matanya.


Sebelum pulang ke rumah, ia memutuskan untuk singgah ke club malam, ia butuh sesuatu yang dapat menyenangkan perasaanya walau sesaat. Sesampainya di dalam club, ia langsung di sambut oleh para wanita malam yang mengantarnya ke meja khusus, "Mari tuan kehadiranmu selalu kami nantikan, mari bersenang-senang malam ini," ucap Wanita itu genit mempersilahkan Eko untuk duduk.


Namun para wanita malam serentak mundur saat sang pemilik club malam, yaitu Sinta mengahampiri mereka, "Silahkan kalian semua pergi, lelaki ini tamu isitimewa ku, berikan kami beberapa minuman lagi!," perintahnya yang membuat seluruh wanita itu pergi.


Sinta kemudian duduk di sebelah Eko, minuman mereka mulai di suguhkan, Sinta langsung berinsiatif menuangkan minuman tersebut ke dalam dua gelas. Dan meberikannya kepada Eko.


"Ayo minum, aku tau kau sedang membutuhkannya," ucap Sinta menyodorkan segelas minuman.


Eko langsung menyambutnya, dan meneguk habis minuman tersebut, dan mulai menyalakan sebatang rokoknya.


"Aku mau lagi!"


Sinta langsung menambah minuman Eko, dan lagi-lagi Eko meneguknya dengan sekali tegukan.


"Berikan lagi!"


Sinta kembali menuangnya kembali, kali ini ia menuangkan sedikit lebih banyak dari sebelumnya. Dan Eko meneguknya kembali, sampai 2 botol minuman berkadar alkohol tinggi habis di teguk oleh Eko.


Perlahan Sinta mulai meraih kepala Eko dan meletakkanya di pundaknya, mulai mengelus perlahan rambut Eko.


Eko kemudian memeluk pinggang Sinta dan mulai menangis, "Sinta, Roni akan merebut Elia dariku, aku tidak mau itu terjadi, aku tidak ingin Elia pergi dariku," ucap Eko tiba-tiba menangis.


Sinta mengerti dengan perasaan Eko saat ini, "Aku tidak tau apa aku akan bisa menggantikan Elia di kehidupanmu, tapi asal kamu tau, kau akan lebih bahagia bersamaku jika kamu lebih mengenal dan menerimaku, ayolah lupakan saja Elia dan lihat aku disini yang bahkan rela melakukan apapun demi mendapatkanmu, aku benar-benar tidak tau apa yang mebedakan aku dengan Elia" ucap Sinta sambil terus mengusap Rambut Eko.


Eko kemudian tersenyum di sela tangisannya dan mulai menggenggam tangan Sinta yang sedari tadi mengusap rambutnya, "Ini yang berbeda, rasa usapan tanganmu sangat berbeda denga Elia, hanya usapan tangan Elia yang dapat membuatku tenang dan berbahagia," ucap Eko tersenyum walaupun air matanya terus mengalir.


"Tidak ada bedanya usapan dari setiap orang, bedanya hanya perasaan antara keduanya, kamu mencintai Elia, sehingga apapun yang ia perbuat padamu akan terasa sangat berbeda denganku yang tidak kamu cintai," balas Sinta mulai menangis.


Eko kembali tertawa, "Kau benar aku hanya mencintai Elia, aku gila karenanya, dan sekarang silahkan menjauh dariku, aku tidak mencintaimu, lebih baik aku sendiri daripada memaksakan perasaanku kepada mu, itu hanya akan melukai perasaanmu," ucap Eko menhabiskan sisa rokoknya.


"Elia kau membuatku gila, kau ********.., haha..," ucap Eko yang sudah tenggelam dalam pengaruh minuman.


"Haha.., aku tau saat ini kamu dan Roni sedang berada di rumah yang di belikan oleh ayahku untuk kita berdua, tapi sekarang rumah itu kalian gunakan untuk bermesraaan berdua, hah, dasar ********."


Eko mulai berjalan terseok-seok, Sinta langsung berinisatif menuntun Eko untuk masuk ke dalam kamar khusus di club miliknya. Eko hanya ikut karena sudah benar-benar tidak sadarkan diri.


Sesampainya di dalam kamar tersebut, Sinta kemudian tersenyum, "Eko kau harus menjadi milikku, aku terpaksa melalukan ini, hanya ini jalan satu-satunya agar kau bisa menjadi milikku, aku lebih segalanya dari Elia, aku akan memilikimu," ucap Sinta mulai menanggalkan seluruh pakaian dari Eko, setelahnya ia juga kemudian ikut menanggalkan pakaiannya.


Sinta mulai menyetel kamera ponselnya dan meletakkannya ke posisi yang dapat menanangkap mereka berdua. Sinta kemudian tidur di samping Eko, ia mulai menatap wajahnya yang hanya tersenyum tidak sadarkan diri.Sinta perlahan mulai naik ke atas tubuh Eko...


"Ckrakk," suara pintu yang dibuka dengan keras mengaggetkan Sinta.