Because Of Love

Because Of Love
Episode 15


"Ma, Elia kan masih kuliah, tunggu dia tamat dulu lah Ma," ucap Eko.


"Tidak pokoknya mama mau cepat cepat, soal kuliah bisa cuti dulu nanti, semua bisa di atur kan," balas Mama Eko tak mau kalah.


"Ia tante, akan kami usahakan secepatnya," ucap Elia menengahi.


"Gitu dong, jangan panggil tante lagi ya panggil mama, cepat istirahat," ucap Mama Elia tersenyum.


"Baik Ma," ucap Elia membalas senyumannya.


Mereka lalu bergegas masuk ke dalam kamar, Elia dan Eko sama-sama terkejut melihat kamar mereka telah di hias, bunga mawar bertebaran di tempat tidur, wangi kesturi semerbak di dalamnya. Eko dan Elia terdiam melihatnya.


"Wah mereka benar-benar menyiapkannya," ucap Eko.


"Iya, kamar ini benar-benar di siapkan untuk melakukan malam pertama, aku jadi ingin melakukannya," ucap Elia tersenyum.


"Hahaha, Lia kita tidak akan melakukannya, ayo isitirahat, aku takut terbawa suasana, aku mau mandi dulu," ucap Eko.


Di dalam kamar mandi Pikiran Eko benar-benar kacau


"Mengapa Elia sangat tenang, dia tidak segan mengatakan malam pertama, aku bisa khilaf jika seperti itu.., tidak aku tidak akan melakukanya, aku tidak mau mengkhianati sahabatku," gumam Eko


Ia segera mandi untuk menenangkan diri, nafsunya benar-benar bergejolak, sebuah kewajaran tentu saja bagi manusia normal.


Setelah selesai mandi ia mengganti baju yang telah di sediakan, keluar dari kamar mandi ia menyaksikan Elia yang hanya mengenakan Handuk duduk di meja rias.


"Eko lama banget sih mandinya, kamu ngapain aja sih," tanya Elia.


"Enggak, aku memang mandi lama," ucap Eko gugup menyaksikan Elia yang hanya mengenakan handuk tersebut.


"Hey Eko, kenapa melamun di situ, minggir aku mau masuk," ucap Elia.


"Ahh iya, silahkan," ucap Eko sambil bergeser mempersilahkan Elia masuk.


"Elia tersenyum di dalam kamar mandi


Eko kau benar-benar menggemaskan, sudah cukup aku tidak akan menggodamu lagi, aku takut kau tidak sanggup menahanya, aku tau kau sangat ingin melakukanya, tapi kau memikiran janjimu kepada Roni, kau benar-benar setia kepada sahabatmu," ucap Elia sambil tersenyum dan segera mandi membersihkan diri.


Setelah selesai mandi, Elia cukup terkejut melihat sebuah linggerin yang sangat terbuka dan tipis


"Wah mertuaku benar-benar ingin kami melalukan malam pertama," gumam Elia tersenyum.


"Aku tak sabar bagaimana Eko menahan nafsunya melihat aku memakai ini," ucap Elia tersenyum nakal sambil melangkah keluar kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi, Eko yang sedang duduk di sofa sambil memainkan Hp melihat ke arah Elia, seketika hasrat yang ia tahan yang ia kendalikan, tiba-tiba hancur, ia menyaksikan Elia menggunakan linggerin yang tembus pandang dan Elia tidak mengenakan pakaian dalam sehingga seakan-akan Elia tidak mengenakan apapun.


"Eko hanya ini yang ada di kamar mandi, apa kau punya yang lain disini?" tanya Elia.


"Bajuku semua ada di kamarku, kamarku di pakai oleh saudaraku yang menginap," ucap Eko.


"Yaudah, mana mungkin aku memakai gaun yang tadi kan, sudahlah ayo tidur, aku sangat lelah!" ucap Elia menuju tempat tidur.


"Baiklah, aku tidur di sofa dan kau di ranjang," ucap Eko.


"Kau tidak mau tidur seranjang denganku? Cepatlah tidur di sini, aku akan mengusap rambutmu, aku tau kau tidak bisa tidur jika tidak ada yang mengusap rambutmu, jangan minum obat tidurmu lagi," ucap Elia.


"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Eko kebingungan.


"Ibumu mengatakan semuanya," ucap Elia.


"Dan aku sudah mengetahuinya dari kecil, aku pikir setelah dewasa kamu tidak memerlukannya lagu," sambung Elia.


"Lia aku lelaki normal, aku takut melanggar perjanjian dengan sahabatku, aku tidak akan bisa menahanya jika kau mengenakan itu," ucap Eko.


"Dan soal kenangan masa kecil itu, kita sudah berjanji untuk melupakannya, jangan membahasnya lagi," sambung Eko.


"Eko aku ini istri sahmu, lakukan lah jika kau mau, itu adalah hakmu dan kewajibanku sebagai istri melayanimu!" ucap Elia.


"Cepatlah tidur, aku tidak akan melakukanya, apa kau tidak mencintai Roni?" tanya Eko.


"Bagaimana kau bisa bertanya seperti itu? Aku mencintainya dan kau tau itu," tegas Elia.


"Kau tahu itu dan mengapa kau seperti tidak merasa bersalah dan justru mempersilahkan aku melakukan itu?" tanya Eko.


"Aku hanya mau menjalankan kewajibanku sebagai istri, bagaimana pun sekarang kau suamiku," ucap Elia.


"Bagaimana jika kau hamil?" Tanya Eko.


"Itu tidak masalah, aku akan membesarkan anak kita dengan baik, meskipun nantinya kita berpisah aku akan membesarkannya dengan baik," Ucap Elia enteng.


"Lalu apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Roni, jika kau mengandung anakku?" tanya Eko.


"Dia akan mengerti, ayah dan ibumu pasti bahagia jika kita memberikan mereka cucu, bukankah tujuan kita menikah untuk membahagiakan mereka?" balas Elia.


"Kau benar-benar penuh kejutan, tapi aku tidak akan melakukanya, aku menghargai perasaan Roni," ucap Eko.


"Terserah kamu saja, aku mau tidur, malas berdebat denganmu, kau sangat keras kepala," ucap Elia kemudian segera tidur di ranjang.