Because Of Love

Because Of Love
Episode 37


Eko akhirnya menarik napas lega, setelah cukup lama berkutat dengan berbagai pekerjaan yang menumpuk akhirnya telah selesai ia kerjakan, "Akhirnya semuanya selesai, sekarang apa yang harus kulakukan? aku benar-benar bosan disini,"


Eko teringat denga Sinta, ia mulai memainkan ponselnya mencari kontaknya, dan mulai menyambungkan panggilan.


"Hallo Eko," ucap Sinta di balik telepon.


"Cepat datang kekantorku, aku menunggu!!" balas Eko.


"Baiklah, aku akan singgah sebentar membeli makanan untuk makan malam kita," ucap Sinta menutup telepon.


Sinta sangat kegirangan, kesempatan untuk mendapatkan lelaki yang ia dambakan terbuka lebar, "Aku mencintai ragamu, tidak dengan yang lain, dan aku akan mendapatkanmu," gumam Sinta tersenyum kemudian segera bergegas menuju kantor Eko.


Eko mulai melamun di temani sebatang rokok yang sudah menjadi kebiasaannya sejak bersama Elia, "Sinta dulu pernah berusaha memisahkan aku denga Rosa, sampai-sampai Papa dan Mama sangat membencinya sampai sekarang, aku melihat dia wanita yang baik, namun sangat ambisius, ia menghalakan segala cara untuk mendapatkanku saat itu."


"Kalau dipikir-pikir perjuanganya mendapatkan aku mungkin saat ini harus mulai aku perhatikan, ia berbeda dengan wanita lain yang mengejarku dengan segala cara namun hanya mengincar harta dan tahta dariku, ia tulus mencintaiku walaupun cara yang ia lakukan salah. Ya, mungkin saat ini pelan-pelan aku akan membalas cintanya, dan mulai menghilangkan Elia dari hatiku," guman Eko tenggelam di lamunannya.


Lamunanya seketika hilang saat terdengar suara ketukan di balik pintu kantornya, Eko mempersilahkan masuk, dan benar saja Sinta telah tiba dengan membawa 1 porsi makanan untuk Eko.


Sinta menghampiri Eko dengan senyum bahagia, "Eko apa perkerjaanmu telah selesai?" senyum sinta mengembang.


Eko tidak menjawab, ia melamun melihat sosok Sinta, dengan mengenakan kemeja bercorak bunga dipadukan dengan celana jeans yang cukup ketat menampilkan lekukan tubuhnya bak gitar spanyol, sangat cocok melekat di tubuh Sinta.


"Eko," panggil sinta kembali berusaha membuyarkan lamunannya.


"Ohh, iya silahkan duduk!" perintah Eko yang sedikit kaget dan mulai menguasai dirinya.


"Bagaimana jika kita makan malam dulu?" tanya sinta meminta persetujuan Eko.


Sinta kemudian mengeluarkan isi bungkus yang ia bawa dan mulai menyajikan makanan untuk Eko, senyuman bahagia tak pernah hilang dari bibir mungilnya.


"Ayo dimakan," ucap Sinta melemparkan senyum.


"Loh, kenapa cuman satu? tadi kamu bilang untuk makan untuk kita berdua kan?" tanya Eko bingung.


"Aku udah makan tadi, yaudah makan gih, aku mau liatin kamu makan," ucap Sinta tersipu.


"Biar apa diliatin?" tanya Eko mulai menyantap makananya.


"Seneng aja gitu, gatau kenapa," balas Sinta sambil terus menatap Eko.


Eko mulai cepat menyantap makananya, ia tidak bisa fokus karena Sinta terus saja menatapnya. Setelah selesai dengan makananya, Sinta langsung membersihkan meja Eko, dan kemudian menyuguhkan minum untuk Eko.


"Makasi ya," ucap Eko tersenyum mendapat perlakuan dari Sinta.


"Iya Eko, tidak masalah," jawab Sinta.


Suasana hening sesaat, Eko dan Sinta saling menatap. Sampai tiba-tiba Sinta bergerak duduk di pangkuan Eko dan langsung mencium bibir Eko. Eko terkejut melihat Sinta yang agresif.


Sinta mulai melepas ciumannya, mengambil nafas sesaat, Sinta mulai tersadar kemudian dan mulai turun dari pangkuan Eko, mereka sejenak diam tanpa suara.


"Eko maaf, aku tidak bisa menahannya," ucap Sinta merasa malu.


"Ya tidak masalah, suasananya memang sedang bersahabat untuk melakukannya," jawab Eko tertawa kecil.