
Akhirnya di malam hari Eko tiba di perusahaan anak cabangnya bersama Boy seketarisnya, kedatangan Eko rupanya tidak di ketahui oleh pimpinan anak cabang.
Di loby perusahaan Eko langsung ingin bertemu Bawahannya,
"Mana ruangan Manager? saya mau bertemu," ucap Eko.
"Maaf pak, manager tidak bisa diganggu, apakah bapak ada janji mungkin?" tanya Resepsionis tersebut.
Mendengar jawaban resepsionis, Eko sedikit terpancing emosi,
"Kamu tidak tau siapa saya?" tanyanya membentak.
"Tidak peduli bapak siapa, saya hanya menjalankan tugas pak, mohon maaf, itu perintah atasan saya," ucap Resesionis tidak kalah tegas.
"Kamu sudah kerja berapa lama?" tanya Eko.
"Ini hari pertama saya pak!" jawabnya
"Bagus, aku suka melihat ketegasanmu, hanya saja kamu mungkin belum mengenal saya, saya Wakil Presiden perusahaan ini, jadi tolong secepatnya tunjukkan saya dimana ruangannya!!" bentak Eko.
Mendengar perkataan tersebut, resepsionis tersebut terkejut...
"Maaf pak saya benar-benar tidak tau, mari pak saya tunjukkan segera," resepsionis itu langsung bergegas mengatar Eko, ia tidak tahan mengahadapi tatapan tajam Eko.
"Ini ruanganya pak," ucap Resepsionis.
"Baik terimakasih silahkan bekerja kembali!!" ucap Eko.
Resepsionis itu kembali ke tempatnya, "aduh mati aku, bisa-bisanya aku tidak kenal sama wakil presiden perusahaan ini, tapi dia ganteng juga," gumam Tasya sang resepsionis.
Saat memasuki ruangan Manager, ia menyaksikan menager tersebut sedang bermesraan dengan seorang wanita. Keduanya sedang dikuasai nafsu birahi sampai keduanya terkejut melihat kehadiran seorang Wakil presiden dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"Pak Eko, bukanya bapak akan datang besok pagi?" tanyanya manager gugup.
"Jika saya datang sekarang ada yang salah?" tanya Eko.
"Apa tidak ada tempat lain kau melakukan hal seperti itu?"
"Ini yang kamu lakukan saat perusahaan sedang bermasalah begini?" tanya Eko bertubi-tubi.
"Angkat kakimu sekarang dari perusahaan ini, dan kupastikan besok seluruh hartamu sudah tidak ada lagi!!" tegas Eko mengintimidasi.
"Maaf pak, saya benar benar tidak tau bapak datang secepat ini," jawabnya hati-hati.
"Sekali lagi kamu berbicara, bukan cuma hartamu, nyawamu akan hilang beserta keluargamu!" Bentak Eko.
"Baik pak, saya keluar!" Ucapnya sambil menatap tajam Mata Eko.
Keduanya pergi meninggalkan perusahaan
"Kamu tunggu pembalasan saya Eko, aku akan kembali, dan kau akan membayar semua ini," batin manager tersebut
.....
Hp Elia bergetar, dan itu panggilan dari Roni,
Elia tidak mengangkatnya, ia benar benar merasa bersalah karena harus meninggalkan Roni,
"Aku mencintaimu, tapi kita tidak bisa lagi bersama, mudah-mudahan kau bisa merubah sifat burukmu, dan bertemu dengan wanita yang lebih baik dariku walapun aku benar-benar tidak ikhlass," tangis Elia sendiri di dalam kamarnya
Elia menangis sejadi-jadinya, hatinya berdebat dengan pikirannya, dan hasilnya hatinya sangat tidak ikhlas harus berpisah dengan Roni.
Setelah Hp Elia tidak bergetar lagi karena sedari tadi di spam oleh Roni, ia mengecek hpnya dan meliahat satu pesan terakahir dari Roni.
(Kalau kamu mau aku mati jangan jumpai aku, tapi jika kau mencintaiku, jumpai aku di pantai tempat pertama aku mengaggumi senyummu). Isi dari pesan Roni
Mendapat pesan tersebut, Elia teringat saat pertama kali ia bertemu dengan Roni.
"Saat itu kau mengatakan akan selalu merindu senyumanku, dan aku menjanjikan senyumku akan selalu mengasihi kehidupan mu, sekarang itu hanya akan menjadi ingatan manis," batin Elia tak terasa air matanya kembali menetes
(Baiklah aku akan menjumpaimu, Minggu depan di tempat yang kau janjikan) Balas Elia, ia tidak ingin Roni bertindak nekat, dan ia juga harus berpisah baik baik terhadap Roni,
"Aku akan berusaha mengikhlaskanmu, walau seumur hidup mungkin tidak akan sepenuhnya aku ikhlas," Batin Elia.
Setelah seminggu, masalah perusahaan Eko telah selesai, semua masalah itu terjadi karena ulah dari manager yang minggu lalu telah pecat, dan dengan keahliannya ia mampu mengatasinya dengan cepat.
Hp Eko berdering, meihat panggilan tersebut Eko langsung merasa kesal,
"Ia pa, ada apa?" Tanya Eko.
"Bagaimana sudah selesai, cepat kembali kamu akan menikah secepatnya!" perintah Papa Eko.
"Belum pa, sepertinya masalahnya sangat fatal tidak bisa di lepas Pa," bantah Eko.
"Saya sudah berbicara dengan seketarismu dan Papa tau semuanya, cepat kembali, Papa tunggu besok kamu sudah sampai, atau Mama kamu yang turun tangan!" Ancam Papa Eko mengakhiri telepon.
"Ahhhh, dasar seketaris sialan!!, kenapa hidupku gini amat, apa nanti calon istriku mau mengusap-usap rambutku agar aku bisa tertidur, selama ini mama yang melakukannya, saat Mama sakit aku jadi susah tidur sebelum rambutku di usap Mama, apa rasanya sama ya, Ah! rupanya saja aku tidak tau apalagi sifatnya, tapi aku tau Mama pasti memilih yang terbaik," batinya.
Hp Eko kembali bergetar, dan ia melihat Sahabat nya Roni terpampang di layar Hpnya
"Kenapa lo?" Tanya Eko ketus
"Lo kenapa, kok segitunya jawabnya, Mama lo maksa lo nikah lagi?" goda Roni seakan tau dengan kondisi sahabatnya.
"Dan gue juga tau lo nelpon gue, lo minta temenin kan ketemu sama Lia," balas Eko tak mau kalah.
"Bro, kamu terbaik, ikatan kita memang kuat," ucap Roni.
"Kapan? Dimana?" tanya Eko.
"Di pantai biasa, minggu depan bro, gue tungguin ya!" Ucap Roni.
"Okee!" tutup Eko