
"Eko apa kau mencintainya?" tanya Elia melihat Eko yang sedikit tersenyum karena menceritakan hal yang Eko dan Sinta lakukan tadi.
Eko mulai menatap Elia sambil tidak melepas senyumnya, "Lia saat ini aku sudah mulai mencoba membuka hatiku kepada Sinta, aku harus menghargai bagaimana perjuangannya mengejar aku dari dulu..."
"Aku akan berusaha untuk melupakanmu, meskipun aku tau itu akan berat, tapi aku juga harus bahagia, aku akan mencari kebahagianku bersama Sinta," ucap Eko mulai meraih dan menggenggam tangan Elia.
"Lia aku tau saat kamu melihat aku dengan Sinta, kau pasti merasa tidak terima, aku juga sebenarnya sudah berpikir beberapa kali sampai aku khilaf melakukan itu, berat memang untuk kita saling melupakan, tapi mulai sekarang kita harus saling merelakan, kita harus bahagia meski tidak bersama," sambung Eko sambil menatap mata Elia.
Elia mulai menangis dan mendekap tubuh Eko, "Aku sangat berat untuk hal ini Eko, tapi aku akan berusaha, aku tidak bisa egois, kamu juga harus bahagia," ucap Elia.
"Dan mulai sekarang, temukanlah kebahagiaanmu bersama Sinta, aku akan bahagia jika kamu bahagia, tapi aku tidak akan rela jika Sinta menyakitimu," gumam Elia di dalam dekapan Eko.
Setelah cukup lama Elia menangis di dekapan Eko, tangisanya mulai berhenti dan Elia mulai tenang, perlahan Eko kemudian medorong Elia dari dekapanya, menatap wajahnya dan mulai mengusap sisa air matanya.
"Lia, udah ya, jangan menangis lagi, ayo kita perjuangkan kebahagiaan kita berdua, kita saling melupakan bukan karena saling bermusuhan, tapi kita melupakan untuk bahagia kita dan orang-orang yang kita cintai," ucap Eko meyakinkan Elia.
"Baiklah Eko, tapi kau tidak bisa membantahku, jika suatu saat salah satu dari kita tidak bahagia, maka kita harus kembali bersama untuk saling membahagiakan tidak peduli apa yang terjadi atau pun ada yang terluka," tegas Elia kepada Eko.
Elia yang sudah mulai mengendalikan tangisannya, terkejut mendengar perkataan Eko, "Maksud kamu?" tanya Elia.
"Ya, aku tau kau pasti sedang mencari Roni, besok aku akan mengatarmu menemuinya, dia ingin kamu berdandan cantik saat datang menemuinya, jadi sekarang ayo kita istirahat," ucap Eko menuntun Elia memasuki rumah.
Eko mengantar Elia sampai depan kamar, setelah itu Eko ingin pergi namun tangannya di genggam oleh Elia menahan kepergian Eko, "Aku mau tidur bersamamu!" pinta Elia
Eko yang telah lelah tak mau berdebat lagi, langsung saja menuntun Elia ke atas ranjang dan menyelimuti tubuh mereka berdua kemudian memeluk Elia sambil mulai memejamkan matanya.
Elia tersenyum atas perlakuan Eko, ia sangat merasa nyaman di peluk oleh Eko, sampai kemudian ia ikut terlelap.
Hari yang semakin malam, yang dimana orang-orang sudah tenggelam di alam mimpinya, namun Sinta masih terjaga dari tidurnya. Ia meneguk sebotol minumannya di dalam kamarnya, ia benar-benar takut Elia mempengaruhi Eko untuk menjauhinya karena Elia melihat keluakuan mereka sat di kantor Eko. Ia semakin khawatir karena Eko tidak mengabarinya.
"Elia kau itu hanya dinikahi Eko karena belas kasihan dari Eko, aku berjanji kepada Eko tidak akan membuat kesalahan, tapi jika kau berusaha meimisahkan aku dengan Eko aku tidak akan tinggal diam," gumam Sinta yang sudah dalam keadaan di bawah sadar, kepalanya mulai memberat dan ia tergelatak di atas kasurnya mulai terlelap.