Because Of Love

Because Of Love
Episode 9


Mendengar penjelaan Eko, Elia terkejut, langsung merasa kepalanya sangat berat, dan akhirnya ambruk.


Melihat itu Eko langsung panik dan mengangkat Elia ke mobilnya agar tidak


menjadi tontonan orang lebih lama lagi,


"Elia kamu kenapa? Maafkan aku, kamu jadi pingsan begini!" batin Eko khawatir.


Eko langsung mengantar Elia ke rumahnya, sesampainya di rumah ia mengangkat Elia.


Pembantu Elia datang,


"Non Elia kenapa tuan?" tanyanya.


"Gakpapa bik, Om mana?" tanya Eko.


Tuan sudah lama di kantor, apa perlu saya hubungi?" balas Bik ina.


"Tidak usah bik, tunjukkan saja saya kamar Elia!" perintah Eko.


"Baik tuan," ucap Bik ina sambil menuntun Eko ke kamar Elia.


Sesampainya di kamar Elia, Eko menidurkan Elia ke tempat tidurnya, ia menatap wajah Elia cukup lama, hatinya merasa sangat teduh melihat wajah Elia, tak sadar ia menyentuh wajah Elia.


"Pantas saja Roni sangat mencintaimu, tanpa berbuat apapun orang-orang, termasuk aku nyaman berada di sampingmu, beruntungnya Roni dicintai olehmu Lia," ucap Eko pelan.


Eko yang melamun tak sadar Elia sedari tadi sudah bangun dan mendengar kata-kata dari Eko.


"Eko, apa yang kamu lakukan?" Elia


menepis tangan Eko.


"Maaf Elia," Eko tersadar dari lamunanya.


"Eko, Apa maksud kamu nyaman denganku? Aku kekasih sahabatmu Roni, jangan kau lukai dia Eko, jangan biarkan di tersakiti lagi, apa kamu tau rasanya jika orang yang kamu percaya semuanya


mengkhianatimu!" ucap Elia.


"Eliaa, aku tidak akan pernah mengkhianatinya, tapi sekarang bagaimana cara kita untuk membatalkan pernikahan ini


"Aku tidak tau Eko, aku tidak tahan melihat Roni akan sangat terluka, aku mencintainya dan kau tau pasti itu," ucap Elia sambil menangis.


"Baiklah mungkin aku punya satu rencana dan mungkin itu yang terbaik, besok aku datang lagi kita bertemu Roni, kita bicara baik-baik dan aku menjalankan rencana ku, kuharap Roni mengerti, sekarang kamu istirahat," ucap Eko sambil pergi meninggalkan Elia.


Elia menatap sendu Melihat kepergian Eko, "saat aku sudah benar-benar siap untuk menikah, tapi mengapa harus dengan Eko, mengapa jadi serumit ini," teriak Elia sambil menangis di kamarnya.


Eko meninggalkan Rumah Elia, di perjalanan ia benar-benar yakin, bahwa jalan satu-satunya adalah rencana yang sudah ia pikirkan sebelumnya, dan ia berharap Roni bisa mengerti dan tidak menganggap ia sedang di khianati oleh orang-orang yang menurut Roni paling berarti di hidupnya.


.....


Pagi di Rumah Eko, tanpa sarapan dan pamitan kepada orang tuanya ia langsung menaiki mobil sportnya, melaju dengan kencang, saat ini ia benar-benar khawatir, terlintas di pikirannya sebelum beranjak dari ranjangnya ia mendapat pesan dari Roni yang membuatnya khawatir.


Setelah sampai tujuanya, yaitu rumah Elia, ia sudah melihat Elia yang menunggunya, setelah meminta izin denga Papa Elia mereka langsung tancap gas menuju kontrakan Roni, Elia yang belum tau apa yang membuat Eko datang sepagi ini untuk mengajaknya ke rumah Roni, namun melihat wajah Eko yang cemas, ia sudah mendapat firasat bahwa Roni saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Sesampainya di Kontrakan Roni, benar saja, dugaan dari Elia sepenuhnya tepat, Roni terkapar tak berdaya dengan jarum suntik yang masih melekat di lengannya.


"Roniii, apa yang terjadi," teriak Elia histeris sambil mendekap Tubuh Roni yang setengah sadar.


"Elia, Cintaku, aku tau kau pasti datang," Ucap Roni sambil tersenyum dan setelahnya mulai hilang kesadaran.


Eko langsung mengangkat tubuh Roni memasukkanya ke dalam Mobilnya, ia menghubungi Dokter pribadinya.


"Cepat siapkan ruangan, dalam 10 menit aku mau kau langsung memeriksa seseorang yang kubawa!" ucapnya di balik telepon.


"Baik Tuan," ucap Dokter Andre yang merupakan dokter keluarga Eko.


Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung di arahkan ke ruangan yang sudah di siapkan sebelumnya, dan setelah itu Dokter Andre langsung memeriksa Roni sementara perawat mempersilahkan Elia dan Eko menunggu di luar.


Elia yang sangat khawatir mondar mandir tidak sabar menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut.


"Elia, kamu duduk dulu, jangan panik, semua akan baik baik saja," ujar Eko menenangkan Elia.


Elia langsung medekap tubuh Eko dan menangis di tubuhnya.


"Eko aku mencintainya, aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu dengannya," tangis Elia semakin menjadi.


"Tenang Elia, Roni itu orang yang kuat, dia tidak akan pernah tega melihat orang yang ia sayangi menangis seperti ini," ucap Eko.