Because Of Love

Because Of Love
Episode 10


Dokter Andre keluar dari ruangan pemeriksaan,


"Pak Eko ayo keruangan saya, akan saya jelaskan apa yang terjadi," ucap Dokter Andre.


Eko dan Elia langsung bergegas mengikuti Dokter Andre ke ruanganya.


"Kondisi pasien saat ini sudah baik-baik saja, tapi saya sangat berharap agar pasien di ingatkan agar tidak lagi mengkonsumsi barang-barang ilegal, ia overdosis barang haram tersebut pak, setelah ini ia bisa langsung pulang, dan lebih baik jika pasien berkenan ia dapat menjalankan proses rehabilitasi terlebih dahulu agar lepas dari barang tersebut," ucap Dokter Andre.


"Baik pak, jika itu yang terbaik kami akan lakukan yang terbaik padanya," ucap Eko.


"Apa kami boleh melihat pasien dok?" tanya Elia yang masih tidak tenang.


"Ya silahkan!" balas Dokter Andre.


Mereka langsung menuju kamar Roni, dan melihat Roni yang sudah tersadar.


"Roni mengapa kamu bodoh, kamu bodoh, ceroboh, kamu melukai dirimu sendiri, jangan buat aku semakin merasa bersalah Ronii," ucap Elia yang menangis di dekapan Roni.


"Hey Lia, ini bukan salahmu, aku memang bodoh Lia, aku belum bisa menerima semua ini," ucap Roni mengusap rambut Elia.


"Jangan begitu Roni, aku tau kamu pasti bisa, bahagialah tanpaku, aku mau kita tetap bahagia meskipun tidak akan bersama Roni," tangis Elia semakin menjadi.


"Senyummu adalah kasihku, mengalir di ragaku, hanya kau dan tetap kau Elia," ucap Roni sambil tersenyum.


"Tidak Roni, cukup, jika sampai kau melakukan hal bodoh ini lagi, kau akan melihat aku pergi menemui Ibu ku," ancam Elia.


"Sudah cukup, sebaiknya kamu istirahat Roni, aku akan mengantar Elia ke rumahnya, besok kita akan kembali, karena besok kau sudah bisa keluar dari rumah sakit!" ucap Roni sambil menarik tangan Elia.


"Eko, kau sahabat terbaikku, kau pernah bilang bisa membantuku, tapi mana? Sekarang saja kau langsung ingin meisahkan kami, aku masih ingin bersamanya Eko," ucap Roni.


"Kau harus isitirahat, besok kami datang dan kita akan keluar dari sini, aku sudah menemukan cara untuk membantu kalian, jadi pikirkan kesehatanmu terlebih dahulu," ucap Eko bergegas menarik Elia meninggalkan Roni.


"Lia apa kau mau kita singgah sebentar ke pantai?" tanya Eko ragu.


"Ide bagus, ayo kita kesana," balas Elia sekenanya.


Eko langsung memutar arah mobilnya mengarahkanya ke pantai tempat biasa Roni dan Elia mengahabiskan waktu.


Sesampainya di sana Eko bergegas ke minimarket membeli minuman kaleng dan rokok kesukaan Elia, dia tau Elia merokok karena pengaruh dari Roni, sementara dia tidak pernah berhasil di rayu oleh Roni untuk merokok, ia benar-benar tidak suka jika ada orang merokok di dekatnya kecuali itu sahabatnya Roni dan mungkin juga saat ini ia tidak masalah jika Elia merokok di dekatnya melihat kondisi Elia yang benar-benar rapuh.


Setelah selesai ia menuju tempat Elia berada, Eko melihat Elia kembali menangis, ia lalu menyodorkan minuman dan rokok,


"Lia, ayo diminum jangan menangis lagi,"


ucap Eko.


"Makasi ya, mengapa kau membelikan aku rokok, kamu kan tidak suka jika ada orang yang merokok di dekatmu?" tanya Elia kebingungan.


"Tidak masalah, lakukan apa yang menurutmu baik asalkan kau bisa lebih baik aku tidak akan mempermasalahkanya,"


ucap Roni tersenyum.


Melihat persetujuan Eko, Elia langsung membuka bungkus rokok dan menyalakan sebatang, menarik asapnya dalam-dalam.


"Kamu tau Eko, aku sering melakukan hal ini dengan Roni, kami merokok bersama menunggu matahari tiba, menikmati angin pantai ini dan kamu tau aku sangat bahagia," ucap Elia menunjukkan senyum kepedihan.


"Iya Elia Roni selalu mengatakan hal itu padaku, dia juga merasa bahagia melakukan itu bersamamu," balas Eko.


"Bahagia sesederhana itu ya, atau aku terlalu berlebihan.., Papa mengangap aku tidak akan bahagia jika menikah dengan Roni, tapi aku sangat bahagia walaupun Roni melakukan hal sederhana ini, mengapa Papa tidak bisa mengerti," ucap Elia sambil mengembangkan Senyum yang menahan pedih.