Because Of Love

Because Of Love
Episode 43


Eko telah siap dengan setelah jas mewahnya, sedangkan Elia dengan gaun indah kesukaan Roni yang sudah menunggunya. Mereka selayaknya pasangan yang serasi, dan kenyataanya mereka berdua memang sangat serasi namun saat ini mereka berusaha untuk merelakan satu sama lain.


Eko dan Elia mulai menuju ke tempat yang di telah di beritahu oleh Roni jauh hari sebelumnya, mereka pergi menggunakan mobil klasik kepunyaan Eko, sebelumnya Eko telah memerintahkan Tasya untuk ikut dengannya menggunakan mobil Eko yang ia bawa tadi malam, dengan berat hati Tasya harus ikut perintah bosnya.


"Eko sebenarnya kita mau kemana? Acara seperti apa yang akan kita hadiri?" tanya Elia yang penasaran.


"Tunggu dan lihat!" jawab Eko dingin.


"Apa Roni ada di acara itu?" tanya Elia gembira.


"Ya, Roni pasti di sana, hanya saja jangan bertingkah kelewatan, jangan sampai ada isu-isu tidak baik muncul!" jawab Eko yang fokus dengan kemudinya.


"Eko kamu kenapa? Kayak aneh gitu?" tanya Elia mulai bingung.


"Aku fokus menyetir Lia, tolong tenang dulu!" tegas Eko.


"Oh, yaudah!" jawab Elia sedikit merasa aneh dengan tingkah Eko.


"Aku tidak tau kenapa, yang kurasa saat ini aku sangat tidak suka melihat kau bahagia karena laki-laki lain, ahh jangan bodoh Eko!"


Eko berusaha bersikap tenang untuk menyembunyikan rasa tidak suka, emosi, cemburu, yang bercampur namun sesuatu yang besar mengganjal sehingga ia tidak bisa melampiaskannya dan hanya berusaha mengendalikannya.


Eko dan Elia telah tiba, saat turun dari mobil Elia langsung terpana, dari luar ia melihat banyak gaun-gaun indah yang ingin ia lihat lebih dekat, "Ayo masuk Eko!!" ucap Elia menarik tangan Eko masuk ke dalam pameran tersebut.


"Wah gaunnya benar-benar memukau," ucap Elia melihat satu per satu gaun yang di pamerkan tersebut sambil terus memegang tangan Eko.


Melihat tingkah Elia, Eko sedikit tertawa, namun ponsel Eko yang bergetar mengalihkan perhatiannya.


"Sudah Pak, Saudara bernama Roni menunggu bapak di meja 19," jawab Tasya seketaris Eko.


"Bagus, tunggu di sana!" jawab Eko.


Elia yang masih fokus melihat berbagai gaun, sampai tidak sadar Eko telah lepas dari genggamannya, saat melihat gaun terakhir, Elia sedikit merasa familiar dengan gaun tersebut, ia melamun berusaha mengingat dimana gaun tersebut pernah ia lihat, namun lamuannya terhenti saat Eko menempuk pundaknya, "Ayo Roni sudah menunggu," ucap Eko menggenggam tangan Elia dan menuntunnya.


"Ah, baik," ucap Elia mengikuti Eko sambil masih sedikit melamun.


Elia masih penasaran dengan gaun tersebut, sesampainya di meja 19, Elia yang tadinya masih memikirkan tentang gaun tersebut, seketika semuanya hilang, saat di depan matanya terdapat sosok Roni dengan setelan jas putih dengan senyum manis yang sangat di rindukan Elia.


Elia tersenyum melihat Roni, mereka saling bertatapan, namun keduanya harus menjaga sikap, karena tidak ingin ada isu yang dapat menyebabkan rahasia mereka terbongkar, Elia berusaha bersikap normal, "Hay Roni lama tidak bertemu," ucap Elia menjulurkan salam.


"Oh Lia, aku sangat baik, bahkan aku menunggu hari ini, kita akan berbicara banyak nanti, sekarang lihat apa yang akan terjadi," jawab Roni membalas salam Elia.


Eko dan Elia kemudian duduk bersama Roni, "Tasya ayo duduk, jangan berdiri di situ!" perintah Eko melihat Tasya yang tidak ikut duduk dengan mereka.


"Oh, baik Pak," ucap Tasya ikut duduk bersama mereka sambil tersenyum canggung.


Elia tersenyum melihat tingkah Tasya, Roni mulai mendekatkan sedikit tubuhnya ke Elia dan berbisik, "Aku bekerja keras melakukan ini, dan itu semua demi dirimu dan masa depan kita, semoga semua lancar."


Mendengar itu Elia hanya diam, ia masih bingung kerja keras apa yang di lakukan Roni, mengapa harus di tempat yang banyak gaun indah ini, berbagai pertanyaan mengahantui pikiran Elia.


Like dan Koment