Because Of Love

Because Of Love
Episode 1


Di kontrakan kecil Roni, desah Elia semakin menjadi ketika gadis itu hampir mencapai puncaknya sebentar lagi.


Elia melengkungkan tubuh dengan jemari yang mencengkeram kuat seprai kusut dibawahnya.


“Ahhhhhh..” pekik keduanya serempak saat mencapai puncak kenikmatan, dan mulai tidur saling berdekapan.


Saat matahari mulai terbit Elia terbangun dari tidurnya, melihat di sampingnya tertidur kekasih hatinya.


"Sayang bangun!" perintahnya sambil mengusap bibir Roni.


Roni merasa ada yang mengusap bibirnya langsung terbangun dan mencium bibir Elia.


"Morning kiss." Senyum Roni.


Elia yang medapat perlakuan itu merasa hasratnya kembali memuncak dan memancing Roni untuk melakukanya kembali.


"Morning s*x!" sambil mulai melakukannya kembali.


Di pagi itu mereka kembali melanjutkan sisa tadi malam, dan setelahnya kembali tertidur dengan pulas akibat kelelahan.


......


Sudah 3 tahun lamanya Elia dan Roni menjalani hubungan, mereka sudah saling mencintai dan meyakinkan diri untuk melanjutkan ke pernikahan.


Namun hubungan mereka tidak mulus karena orang tua Elia tidak mau anaknya menikah dengan Roni yang dianggapnya lelaki pemakai dan tidak punya masa depan.


Siang hari Roni terbangun dari alam sadarnya saat matahari mulai menyilaukan matanya.


Ia tersenyum melihat Elia yang masih terlelap.


"Elia aku tidak peduli, siapapun yang menghalangi hubungan kita, aku mencintaimu," batinnya sambil mengusap rambut Elia.


Elia yang tersadar, langsung mecium Roni,


"Pagi sayang," ucapnya sambil tersenyum.


"Udah siang bos," Balas Roni.


Elia kaget mendengar jawaban Roni, ia melihat jam dan terkejut melihat jam sudah sore, ia mengambil hpnya dan benar saja banyak panggilan masuk dari ayahnya.


"Aduh kok bisa kebablasan sih, kan aku udah bilang, harus pergi ke rumah menemui ayah," rengeknya kepada Roni.


"Kamu gak ingat siapa tadi yang bilang morning sex?" Balas Roni bertanya.


Ia sadar terlambat karena ulahnya yang memancing Roni untuk melakukan itu


"Kamu sih main cium-cium kan aku jadi... "


"Jadi apa?" tanya Roni tersenyum nakal.


"Tau ah," ucap Elia sambil pergi melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Bagaimana aku bisa tidak mencintaimu, kamu itu ... , kamu yang buat setiap hariku berwarna," batinya sambil mengambil selinting alat hisapnya dan menghisapnya.


Elia yang selesai Mandi, mengahampiri Roni.


"Roni?!" teriaknya.


Roni yang kaget spontan membuang alat hisapnya, "Maaf yang, aku ... ," ucapnya gugup.


"Kamu belum berubah ya Roni.., kamu sayang kan sama aku, kenapa kamu masih menggunakan barang haram ini, tolong berubah demi aku," ucap Elia sambil menitihkan air mata.


Roni lansung mendekap elia,


"Maaf Elia, aku janji ini yang terakhir," ucap Roni.


"Sudah cukup, sekarang kamu mandi, aku mau pergi!" ucapnya sambil melepaskan pelukan Roni dan pergi meninggalkanya.


Roni tak berdaya melepas kepergiannya,


Elia maaf, aku mencintaimu batinnya sambil


pergi membersihkan diri.


"Aku benar-benar harus lepas dari ini semua, aku mencintai Elia," tekadnya dalam hati.


Setibanya di rumah, Elia melihat langsung memanggil Ayahnya.


"Papaaaa," ucap Elia setengah teriak.


"Elia kamu sudah datang, kenapa lama sekali?" tanya Papa Elia.


"Maaf pa, tadi ada urusan di kampus," balas Elia.


"Bukan karena lelaki pemakai itu kan?" tanya Papa Elia curiga.


Mendengar pertanyaan itu Elia sedikit kaget, "Bagaimana Ayah bisa tau?"


"Bu .. bukan Pa," ujarnya terbata bata.


"Papa harap kamu tidak bersama dia lagi, karena kamu akan Papa jodohkan, dan minggu depan kamu akan menikah," tegas Papa Elia.


Mendengar itu, Mata Elia membulat, air matanya terjatuh.


"Mm - maksud papa?" tanya Elia terbata-bata.


"Iya, kamu harapan papa satu-satunya, perusahaan kita akan selamat hanya dengan jalan ini, jadi tidak ada penolakan," Tegasnya Lagi.


"Tapi Pa, aku tidak cinta pa, pernikahan harus karena cinta pa," ujarnya sambil menangis.