Because Of Love

Because Of Love
Episode 20


Namun Elia masih belum menjawab, Eko akhirnya memilih diam dan akan menanyakan hal itu nanti saat Elia mau berbicara.


Sesampainya di rumah Eko, mereka telah disambut oleh keluarga mereka, seluruh persiapan Eko telah tersedia dan supir pribadi mereka segera memasukkan koper Eko ke dalam bagasi mobil begitu juga dengan barang Elia.


Hari telah menuju malam, semua persiapan telah beres, Eko dan Elia kemudian berpamitan.


"Pa, Ma, Om, kami berangkat dulu," ucap Eko.


"Baik nak, bersenang-senanglah, temukan kembali kehangatan kalian setelah kalian berpisah cukup lama," ucap Papa Eko tersenyum.


"Ya Elia, bukankah kau begitu sedih saat Eko akan pindah, sekarang kalian telah bersama kembali, dan akan bersama selamanya," ucap Papa Elia juga ikut tersenyum.


Mama Eko yang sedari tadi diam, tiba-tiba menangis, Eko tentu saja bingung mengapa Mamanya menangis


"Ma, kenapa nangis sih?" tanya Eko khawatir.


"Ini air mata bahagia nak, Mama sangat bahagia melihat kalian bersama, Mama ingat saat kau mengurung diri di kamarmu karena kau marah harus berpisah dengan Elia, sekarang kalian sudah bertemu dan tidak akan ada yang bisa memisahkan manusia yang telah di persatukan oleh tuhan," ucap mamanya.


"Iya ma, Eko berangkat ya," ucapnya menggenggam tangan Elia menuju mobil.


"Elia berangkat," ucap Elia sekenanya.


Mobil mulai berjalan di kendarai oleh supir pribadi mereka, orangtua mereka melepas mereka dengan perasaan bahagia. Di dalam mobil lagi-lagi Elia hanya diam, karena sudah tidak tahan Eko langsung bertanya apa yang terjadi denganya,


"Elia, sejak bertemu dengan Roni kamu tiba-tiba sedikit berbicara, kalau ada masalah cerita, jangan diam seperti ini," ucap Eko.


Elia cukup lama masih diam sampai tiba di bandara, mareka mulai naik jet pribadi keluarga mereka. Elia yang sedari tadi diam akhirnya merasa ini waktu yang tepat untuk berbicara.


"Ya ada apa? Akhirnya kamu bicara juga," ucap Eko sedikit tersenyum.


"Sebenarnya, tadi saat kami berbicara dengan Roni, sepertinya dia tidak akan menyusul kita ke Paris," ucap Elia.


"Apaa!! Lia.., kenapa? tidak mungkin kamu pasti berbohong," ucap Eko yang terkejut.


"Aku tidak mungkin berbohong kepadamu Eko!" jawab Elia.


"Lalu apa alasannya tidak mau menyusul dengan kita?" tanya Eko sekenanya.


"Aku tidak tau, aku sudah berusaha bertanya, tapi dia tidak mau menjawabnya," jawab Elia.


"Tidak mungkin, aku tau kau pasti meyakinkan dia untuk tidak menyusul!, Elia apa yang kamu katakan kepada Roni, jangan sampai gara-gara kamu persahabatan kami bisa hancur," ucap Eko.


"Bisa-bisanya kau berpikiran seperti itu, aku tidak pernah memiliki niat sedikit pun melakukan itu!" tegs Elia yang merasa emosi karena tersudutkan dengan perkataan Eko yang sama sekali tidak benar.


"Hahh.., aku tau Lia, sekarang kamu jawab, mana yang kau cintai aku atau Roni?" tanya Eko tersenyum sinis.


Elia tiba-tiba terdiam, ia bisa saja langsung menjawab ia mencintai Roni, namun hatinya justru berteriak Eko lah yang ia cintai.


"Kau tidak bisa menjawabnya kan, dasar wanita labil, pikirkan dulu perasaanmu, tanya hatimu sebelum kamu membukanya kepada seseorang, jangan sampai karena itu seseorang bisa terluka, kamu harus memikirkan perasaan orang yang mencintaimu dengan tulus," sambung Eko.


Elia mulai menangis mendengar perkataan Eko, di satu sisi perkataan Eko dapat dikatakan benar, saat ini ia memang tidak tau siapa yang sebenarnya ia cintai. Ia merasa tidak sanggup berpisah dengan keduanya.


Bantu Like dan Koment ya, Maaf jika masih banyak kesalahan, mohon koreksinya jika ada kesalahan agar saya dapat semakin baik lagi. Terimakasih