Because Of Love

Because Of Love
Episode 24


Di pagi hari, setelah Eko menyaksikan video tutorial yang di beri Roni dan berpikir semalaman apakah hal ini harus ia lakukan atau tidak. Setelah lama berpikir, di pagi hari keputusanya telah bulat.


"Baiklah aku akan melakukannya, Lia aku tidak mau kau pergi dariku," gumam Eko.


Eko segera bergegas membersikan diri, kemudian segera pergi ke teras rumah menemui supir pribadinya untuk pergi ke rumah Elia bersama. Orangtua Eko telah berangkat di kantor sebelum Eko bangun.


Sampai di rumah Elia, Eko segera mengetuk pintu dan Elia hanya seorang diri, ayahnya juga pasti sudah pergi bekerja di perusahaan ayah Eko.


"Hai Eko, apa kau menjemputku untuk pergi ke rumah kamu lagi?" tanya Elia.


"Tidak, hari ini aku mau kau mengusap rambutku di kamarmu," ucap Eko.


"Tapi Papa sedang bekerja, ia tidak mengijinkanku untuk mempersilahkan siapapun untuk bertamu," balas Elia khawatir.


"Kamu tenang saja, Papamu tidak akan marah jika aku yang bertamu," jawab Eko yakin.


Elia sedikit ragu, ia takut papanya marah, namun ia ingat papanya pernah berkata harus menuruti perintah tuan muda Eko yang telah berjasa baik kepada mereka,


"Yasudah silahkan masuk," ucap Elia.


Eko segera menerobos masuk, melihat sekeliling, "Mana kamarmu?" tanya Eko.


"Ikut aku," jawab Elia sembari berjalan menuju kamarnya.


Tibalah mereka di dalam kamar Elia, Eko mulai tidur di atas pangkuan Elia dan Elia mulai mengusap rambutnya dengan telaten.


"Eko, bukankah aku seharunya mengusap rambutmu setiap malam agar kau bisa tidur, sekarang kenapa harus sepagi ini?" tanya Elia.


"Lia, asal kamu tau, mungkin ini terakhir kalinya kamu akan mengusap rambutku, makanya aku ingin kau melakukanya sepanjang hari ini padaku," jelas Eko.


"Maksud kamu? Kau akan meninggalkanku?" Tanya Elia Terbata.


"Hey.., mengapa kau sedih? Ya aku harus pindah, karena orangtuaku juga pindah jadi aku harus ikut mereka," jawab Eko.


"Tapi bukankah kamu berjanji kita akan sekolah bareng, kamu tidak akan meninggalkanku," jawab Elia.


"Kau tau aku sangat tidak ingin berpisah denganmu, tapi mau tidak mau aku harus melakukanya Lia," ucap Eko.


"Mungkin tamat smp itu masih umur yang terlalu muda bagi orang banyak, tapi aku tidak bisa berbohong di usiaku ini aku sudah mulai jatuh cinta padamu aku sedih kau meninggalkanku, ini bukan perasaan anak kecil lagi," ucap Elia menangis.


Melihat Elia menangis, Eko inisiatif segera memeluk Elia, "Lia jangan menangis, aku juga mencintaimu dan cintaku itu seperti cinta Papaku kepada Mamaku, bukan cinta monyet remaja yang masih labil," ucap Eko.


Mereka berdekapan sampai tertidur cukup lama dan hari sudah mulai malam.


Eko kemudian bangun ia terkejut karena hari sudah mulai malam dan sebentar lagi orang tua mereka juga pasti sudah kembali dari pekerjaanya.


Ia segera membangunkan Elia, dan pergi membersihkan diri terlebih dahulu, kemudian selesai, Elia juga membersihkan diri.


Eko dan Lia sekarang berada di atas ranjang saling menatap,"Eko.., jika kau pergi, pergilah!" ucap Elia.


"Lia apakah kau mencintaiku?" tanya Eko.


"Kau pasti tau jawabanya," jawab Elia ketus.


"Lia aku akan kembali di masa depan nanti, aku berjanji akan menjadikan kamu istriku!" ujar Eko sembari mendekat kepada Elia.


"Aku akan setia dan sabar menunggunya," ucap Elia tersenyum.


"Kau tau sahabat baikku bilang padaku, jika aku tidak mau wanitaku lepas dariku maka aku harus mengikatnya," ucap Eko.


"Maksud kamu?" tanya Elia kebingungan.


Eko kemudian membuka ponselnya dan menunjukkan video yang semalam telah di berikan Roni.


Elia terkejut membulatkan matanya melihat itu, "Maksud kamu?" tanya Elia curiga.


"Ya kita akan melakukannya.., seperti di video ini," ucap Eko.


"Apaa? Tidak.., itu tidak bisa dilakukan sekarang Eko, itu dilakukan untuk orang yang sudah menikah, kita masih anak kecil Eko," ucap Elia.


"Lia.., aku mencintaimu layaknya cinta orang dewasa bukan cinta monyet dan kau juga bilang hal seperti itu padaku bukan?" tanya Eko.


"Ayolah Lia.., aku tidak akan mau kamu lepas dariku, dan aku juga berjanji setelah dewasa nanti aku akan menikahimu bukan?. Ayo kita lakukan jika kamu memang cinta dan siap untuk setia padaku," ucap Eko.


Elia masih sedikit ragu, namun ia takut Eko tidak percaya bahwa Ia benar-benar mencintai Eko.


"Bagaimana Lia, apa kamu mau kita melakukanya?" tanya Eko.


Elia mengangguk kecil pertanda setuju. Eko tersenyum puas, ia sangat senang karena menurutnya Elia membalas rasa cintanya, dan Elia tidak akan mungkin lepas lagi darinya setelah melakukan itu.


Jangan Lupa like dan Koment ya