Because Of Love

Because Of Love
Episode 11


Eko yang melihat senyuman Elia, langsung mengambil sebatang Rokok dan menyalakanya.


"Uhukkk uhukkk," Eko terbatuk karena ini pertama kali ia merokok.


"Eko, kamu ngapain merokok, jangan di paksa gitu dong kalau nggak biasa!" ucap Elia.


"Aku hanya mau menemanimu Elia, anggap saja saat ini aku adalah Roni, kita bersama menunggu Matahari sambil menikmati batang demi batang rokok ini dan kau bahagia dengan itu," ucap Eko meneruskan hisapan Rokoknya.


"Makasi ya Eko, ternyata kamu sangat manis , aku kira kamu hanya seorang anak orang kaya yang manja, dan kaku!" ledek Elia.


"Hey Lia, kamu meledekku? Teruskan saja asal kau bahagia," ucap Eko.


Sebelum Eko kembali berbicara, Elia langsung memegang wajah Eko dan mengarahkan bibir mereka untuk saling bertemu.


Eko terkejut akan perlakuan Elia namun terdiam sesaat kemudian merespon ciuman Elia.


Hembusan angin seakan menambahkan gairah mereka meneruskan ciuman itu, setelah cukup lama berciuman, Elia yang mulai kehabisan napas melepaskan ciumanya.


Mereka berdua terdiam sesaat dan masih bingung mengapa bisa melakukan hal itu


"Maaf Eko, aku benar-benar terbawa suasana."


"Iya tidak masalah, ayo kita pulang, besok kita harus kembali ke rumah sakit," ucap Eko.


Mereka kemudian masuk ke mobil, Eko mengatar Elia terlebih dahulu, setelah itu Ia langsung pergi menuju rumahnya.


Di tengah perjalanan, pikiranya masih saja kacau akibat dari Ciuman yang mereka lakukan di pantai tadi


"Mengapa jantungku berdetak kecang saat melakukanya, apa aku mulai mencintainya kembali? Ah tidak, aku tidak mungkin mengkhianati sahabatku," gumam Eko


….......


Pagi di Rumah Elia, Papa Elia melihat anaknya sudah terlihat rapi dan akan bepergian.


"Lia, kamu mau kemana?" tanya Papanya.


"Aku mau keluar dengan Eko, Pa," jawab Elia.


"Iya pa, aku senang melihat Papa dan Mama bahagia karenaku," ucap Elia.


"Andai papa tau, aku terpaksa melakukan ini, tapi saat ini bahagia Papa adalah hal yang harus kulakukan meskipun akan mengorbankan kebahagiaanku, setidaknya aku dapat membahagiakan Papa sekali saja, selama ini aku hanya anak yang hanya bisa menyusahkannya," batin Elia.


Setelah meununggu, Elia mendengar bunyi mobil dari Eko, Papa Elia segera keluar menemui Eko.


"Nak Eko, kalian mau keluar sama Elia kan, jaga dia baik-baik, jangan jauh jauh dulu ya, tidak baik calon pengantin pergi jauh jauh, sebentar lagi kalian akan menikah" ucap Papa Elia.


"Iya om, izin ya om kami hanya pergi ke pantai menghabiskan waktu om," ucap Eko sembari tersenyum.


"Iya silahkan, hati hati ya," senyum Papa Elia.


Mereka kemudian pergi meninggalkan rumah Elia dan bergegas menuju rumah sakit.


Di dalam mobil Eko melihat Elia yang hanya terdiam melihat keluar jedela Mobil.


"Elia kenapa diam aja, bukankah kamu senang sebentar lagi kamu akan bertemu Roni," tanya Eko.


"Iya aku senang, tapi aku mau kamu tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara membatalkan pernikahan kita, aku akan menikah denganmu," ucap Elia.


"Apa?.., Hey Lia.., apa kamu sedang bercanda?" tanya Eko kebingungan.


"Eko, kamu tau aku mencintai Roni, tapi aku lebih mencintai Papaku, dia yang kuat dan sabar membesarkanku sendiri tanpa bantuan Ibu, dan sekarang egoisnya aku yang tidak bisa membalas kebaikanya," ucap Elia.


"Lia bukanya aku menjelekkan Papamu, tapi kamu juga tau ia melakukan ini semata-mata karena ingin menyelamatkan perusahaannya, kamu harus melihatnya dengan baik Lia," balas Eko.


"Eko, aku mengenalnya dengan baik, ia sangat mencintai Mama ku, saat itu ia bersikap keras padaku karena merasa tidak terima kehadiranku menghilangkan orang yang di cintai, tapi diam-diam aku selalu melihat ia menangis di kamarnya, ia meminta maaf di depan foto Mama karena terkadang masih tidak menerima kehadiranku yang menghancurkan kebahagiaanya, ia berjanji akan membesarkanku dengan baik dan memastikan bahwa dia telah menyelesaikan pesan Mama ku bahwa anaknya telah baik baik saja saat ia tinggalkan sebelum bertemu dengan mamaku di akhirat," ucap Elia tak terasa air matanya menetes.


"Elia Papa mu benar, dia hanya ingin kau bahagia, tapi dia tidak tau apa yang membuatmu bahagia, tapi aku akan memastikan tujuan ayahmu akan tercapai, aku akan pastikan kau bahagia bersama Roni," batin Eko yang tidak ingin memperpanjang perdebatan mereka.


Sesampainya di rumah sakit, saat akan menemui Roni, Dokter Andre tiba tiba langsung menghampiri mereka dengan wajah ketakutan,


"Pak Eko Maaf, pasien bernama Roni tadi malam kabur, kami sudah berusaha mencari keliling rumah sakit, tapi kami tidak menemukannya," ucapnya ketakutan, ia benar benar tau apa yang bisa dilakukan Eko terhadap kesalahannya yang ia perbuat.