Because Of Love

Because Of Love
Episode 45


Roni kemudian pergi menemui manager perusahaan untuk segera mengikat kontrak, Eko masih terdiam sejenak kemudian ponselnya bergetar, pesan dari Elia. "Aku tunggu di mobil."


Eko mengerti dan kemudian ingin segera pergi dari acara itu sesegera mungkin sebelum awak media datang menemuinya bertanya tentang apa yang terjadi dengan Elia. Eko kemudian menoleh ke sekitar meja melihat keberadaan Tasya seketarisnya namun ia tidak menemukanya, ia mulai menghubungi Tasya, hp nya berbunyi, ternyata Tasya tidak membawa tas serta ponselnya, Eko mulai kesal.


"Kemana dia, pergi tanpa memberitahuku." kesal Eko kemudian membawa tas Tasya dan ingin menunggunya di mobil sembari menemui Elia terlebih dahulu.


Namun di sela-sela langkahnya ia melihat Tasya dan seorang laki-laki yang Eko taksir seorang yang sudah cukup umur, mereka tampak berbicara serius di sekitar pintu masuk gedung acara. Eko mulai menjaga jarak dan berusaha mendengar apa yang sedang mereka perbincangkan.


"Sudah lama aku mencarimu, mengapa kau tidak pernah memberitahu keberadaanmu, aku benar-benar bernafsu melihatmu setiap melakukan pertunjukkan hot di aplikasi itu sayang," ucap Lelaki tersebut mulai menggenggam tangan Tasya.


Tasya langsung menepis tangan dari Lelaki tersebut, "Maaf tolong sopan dengan saya!" tegas Elia.


"Hah, kamu jangan sok suci ******, kamu hanya wanita yang murahan, kamu mau mempertontonkan tubuhmu di aplikasi itu demi uang, dan asal kau tau, aku lah yang paling banyak memberikan uang untukmu, apa kau tidak tau atau pura-pura tidak tau!" Mulai mencengkram pundak Tasya dengan keras.


Tasya meringis kesakitan, ia tau Laki-laki itu adalah orang yang setiap ia melakukan siaran di aplikasi, Laki-laki ini lah yang selalu memberikan banyak uang untuk melihat tubuhnya, ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Lelaki tersebut.


"Maaf tuan, aku sangat berterimakasih atas apa yang kau berikan, tapi itu hanya untuk melihat tubuhku tidak lebih," ucap Tasya mendorong Lelaki tersebut.


Lelaki itu tidak tinggal diam, kemudian kembali menangkap tangan Tasya dan medorongnya ke dinding. "Kau kira aku memberikan banyak uang itu hanya untuk melihat tubuhmu..? Hah, aku tidak bodoh aku selama ini mencarimu, aku ingin menikmati tubuhmu, dan kau tidak bisa menolak, jika kau menolak silahkan kembalikan uangku!" tegas Lelaki tersebut.


Lelaki tersebut benar-benar emosi mendengar perkataan Tasya, ia mulai mengayunkan tangannya untuk menampar Tasya, namun sebelum tanganya sampai ke pipi Tasya, Eko telah mendekat dan menahan tangan Lelaki tersebut, kemudian mendorong Lelaki tersebut.


Lelaki tersebut terkejut melihat sosok Eko yang tentu saja seorang yang sangat ia kenal sebagai orang yang paling di segani di kota ini, "Ah maaf Pak Eko, mengapa anda menahan saya?" tanyanya ketakutan.


"Oh jadi kau mengenal siapa aku? dan wanita ini adalah seketarisku, dan jika kau mengganggunya sama saja kau menggangguku, dan kau tau pasti apa yang terjadi jika mengusikku!" Eko menatap tajam Lelaki tersebut.


"Saya minta maaf tuan, saya benar-benar tidak mengetahuinya, saya tidak akan mengulanginya tuan," ucapnya sambil menunduk.


"Kau akan kulepaskan saat ini, silahkan pergi dari hadapanku, dan jika kau berani mengulanginya, maka terimalah nasib burukmu!" tegas Eko kembali.


Lelaki tersebut tidak menjawab dan langsung pergi dari tempat tersebut, setelah lelaki tersebut menjauh, Tasya mulai bernafas lega, "Huh selamat, dasar lelaki bodoh, pergi yang jauh sialan," teriak Tasya tersenyum.


Senyuman Tasya terhenti saat Eko menatapnya sinis, "Sekarang kau kembali ke kantor tunggu aku disana, kau hutang penjelasan padaku," ucap Eko kemudian meninggalkan Tasya.


Tasya bergedik ngeri dan menelan salivanya, "Aduh semua ini gara-gara lelaki sialan itu," kesal Tasya kemudian mulai menuju mobil untuk segera meluncur ke perusahaan.


Jangan Lupa Like jika suka dengan cerita ini, dan koment bila ada kritik dan saran. Terimakasih !!