Because Of Love

Because Of Love
Episode 51


Matahari semakin terik, perlahan Eko mulai tersadar dari tidurnya, perlahan berusaha menjernihkan pandanganya yang masih buram, kepala nya masih terasa berat efek dari minuman semalam.


Saat pandanganya sudah jelas, ia mulai bingung mengapa berada di tempat yang sangat asing baginya, kebingunganya bertambah saat menemukan Tasya terbaring di sebelahnya. Kebingunganya semakin bertubi-tubi menghantui pikiranya saat ia mendapati tubuhnya polos tidak mengenakan apapun.


Ia kemudian perlahan bangkit dari ranjang dengan kepala yang masih terasa berat, ia mengambil pakaian yang terlipat rapi di dekatnya. Ia mulai tenang dan berpikir jernih mengingat apa yang terjadi.


"Terakhir aku singgah di club malam, Sinta ada disana, aku minum sangat banyak, dan setelah itu aku tidak ingat lagi, bagaimana bisa aku disini? Lalu mengapa dengan Tasya?" pikirnya kebingungan.


Ia kemudian mulai menujun ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dengan ritual mandinya, ia kemudian duduk di samping Tasya dan mulai menyalakan rokoknya.


Perlahan ia kemudian ingin membangunkan Tasya, namun ia mulai kaget saat membuka selimut dan melihat Tasya tidak mengenakan apapun.


Eko tersentak mundur, "*Hah, apa yang terjadi semalam, apa aku dan Tasya.."


"Ah tidak mungkin*."


Tasya kemudian mulai tersadar dari tidurnya karena mendengar suara gaduh dari Eko. Saat penglihatanya sudah jelas, ia terkejut melihat Eko yang duduk di sampingnya.


"Ah Tuan, kau sudah bangun," ucap Tasya.


"Tasya aku tidak tau apa yang sudah terjadi, tolong katakan."


Tasya kemudian terdiam, "Apa aku bisa membersihkan diriku sebentar, Tuan?"


"Ah, ya silahkan!"


Tasya kemudian bangkit dari ranjangnya tanpa mengenakan apapun, ia tidak peduli Eko akan melihat tubuhnya. Eko terpengarah melihat Tasya yang yang berjalan tanpa mengenakan sehelai pakaian, nafsunya tiba-tiba bergejolak namun ia berusaha untuk menahanya.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Tasya kemdian menghampiri Eko yang berdiri kebingungan di dekat jendela.


"Maaf Tuan," ucapnya membuyarkan lamunan Eko.


"Ah ya, Cepat jelaskan!"


"Aku akan menjelaskan semuanya, dan saya harap Tuan percaya dengan saya.."


"Tadi malam saat saya pulang dari kantor, saya dihubungi oleh teman saya untuk bergabung dengan mereka di club, sesampainya di club saya melihat Tuan bersama seorang wanita, dan setelah itu Tuan tampak sangat mabuk berat, dan wanita itu membawa Tuan ke dalam kamar di club tersebut.."


"Saya memperhatikan dari jauh, dan saya tidak tau kenapa, merasakan wanita tersebut merencanakan sesuatu yang buruk kepada Tuan..."


"Saat kalian berada di dalam, saya langsung datang dan membuka paksa pintu kamar tersebut, dan saya melihat kalian berdua dalam keadaan tidak mengenakan apapun, saya juga menemukan ponsel wanita itu dalam keadaan sedang merekam hal yang akan kalian lakukan.."


"Tentu saja saya berpikir wanita itu ingin menjebak Tuan, saya kemudian membawa Tuan ke apartement saya walaupun wanita itu marah kepada saya, Tuan."


Eko kemudian perlahan mencerna penjelasan dari Tasya, "Kerja bagus, wanita itu bernama Sinta, ia sangat tergila-gila padaku, aku sudah mengingatkan dia untuk tidak melakukan hal bodoh lagi, tapi dia tetap saja tidak berubah."


"Tidak salah aku memilihmu sebagai seketaris pribadiku," senyum Eko kepada Tasya.


Namun senyuman Eko tidak di gubris oleh Tasya, wajah Tasya menunjukkan kesedihan.


Eko kemudian diam dan menatap Tasya, "Lalu apa lagi yang terjadi?" tanya Eko.


Tasya dengan ragu kemudian melanjutkan penjelasannya, "lalu saat aku membawamu, aku tidak tau dimana rumah Tuan, jadi aku membawa ke apartementku, dan setelah itu kau tidak sadarkan diri, kemudian menganggap aku Elia dan kita melakukan s*x," ucap Tasya.


Eko terkejut mendengar penjelasan Taysa, kemudian mulai terdiam.


"Tasya aku benar-benar tidak bermaksud," ucap Eko.


"Tidak apa tuan, aku yang salah membawamu ke apartemenku, tolong jangan pecat aku, lupakan saja hal ini," ucap Tasya.


"Kau sudah melakukan hal yang benar, tidak ada pilihan lain selain membawaku ke sini," ucap Eko.


"Ya tuan, aku berharap kau tidak membenciku dan memecatku."


Eko kemudian sedikit tertawa, ia tidak habis pikir, bagaimana mungkin dia akan memecatnya.


"Tasya, kau akan tetap menjadi seketarisku, kau harus tinggal di rumahku menjadi pendampingku, kau tidak perlu memikirkan urusan kantor lagi, dan satu lagi, kau tidak perlu bericara formal padaku, anggap saja aku adalah temanmu," ucap Eko


"Maksud Tuan?" tanya Taysa bingung.


"Tasya kamu harus tau, aku saat ini sedang hancur akibat seorang wanita, aku harap dengan kehadiramu dapat mengobati sedikit perasaanku yang hancur, kau akan menjadi pendampingku, tapi kita hanya sebatas rekan pekerjaan, jangan sampai bawa perasaan, kuharap kamu mau menerimanya," ucap Eko tersenyum.


"Baik Tuan, aku mengerti maksudmu," ucap Tasya.


"Bagus, kamu memang pintar, dan mulai sekarang jangan berbicara formal padaku," ucap Eko.


"Baik Tuan, anda cukup bilang aja kalo aku harus jadi babu, ribet banget jelasinnya," ucap Tasya enteng.


Eko terkejut mendengar perkataan dari Tasya, "Hah bagus, kamu cepat beradaptasi."


Tasya kemudian tersenyum, "Maaf tuan saya tidak bisa menahannya," Tasya sedikit gugup.


"Ya, mulai sekarang aku akan terbiasa denganmu, jangan berubah sedikitpun, tetap seperti Tasya yang sebenarnya," ucap Eko tersenyum.


"Sekarang ambil semua perlengkapanmu, mulai hari ini juga, kamu tinggal di rumah saya!" ucap Eko.


"Baik Tuan Eko," ucap Tasya tersenyum kemudian mulai menyiapkan perlengkapanya.


Eko hanya terseyum mendengar perkataan dari Tasya.


Setelah Tasya selesai dengan perisapanya, mereka kemudian melaju pergi ke rumah Eko, "Kamu mengatar saya menggunakan mobil saya, lalu mobil kamu dimana?"


"Oh saya tinggalin aja di club, nanti aku ambil dulu ya," ucap Tasya.


"Oh iya, nanti mobil kamu biar orang suruhan saya yang ambil," ucap Eko.


Mereka kemudian sampai ke rumah Eko dan mendapati Eko dan Elia, seketika Eko dan Tasya terkejut melihat mereka berdua di ruang tamu.



Aku membenci cinta yang tegila-gila, itu hanya menimbulkan pemikiran yang bodoh dan keadaan menyedihkan. (Taysa Atmawijaya)


Jangan Lupa Like Bosku!!