
Happy Reading
Elia dan Roni telah mencapai kebahagiaanya, di pagi hari yang cerah, Elia telah menyiapkan sarapan untuk Roni, dan Roni telah selesai dengan setelah jas nya.
"Ayo sarapan sayang!" ucap Elia.
Roni tersenyum menghampiri Elia dan memberikanya kecupan di kening Elia.
"Hari ini kamu ikut denganku, aku akan menunjukkan perusahaan tempat aku bekerja dan setelah itu kita akan pergi ke butik kecil kita, kamu harus cepat belajar untuk menjalankan butik kita," ucap Roni.
"Aku akan belejar dengan cepat sayang," ucap Elia sambil melahap sarapan buatannya.
Roni tersenyum melihat Elia yang sangat bersemangat. Mereka kemudian pergi menuju perusahaan tempat Roni bekerja.
Elia dan Roni menjadi pusat perhatian saat mereka berdua untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di perusahaan tersebut.
Para penghuni perusahaan kagum dengan kecantikan paras dari seorang Elia yang begitu serasasi bersanding dengan Roni.
Acara prosesi penyambutan Manager baru perusahaan tersebut dilakukan dengan meriah, Roni di beri pesta sambutan yang sangat berkesan, hingga tiba di acara Roni memberikan kata sambutannnya.
Roni mulai naik ke atas panggung yang telah di sediakan, disambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Roni mulai mengucapkan kata formal pembukaan.., "Terimakasih atas sambutan yang sangat meriah kepada saya, saya akan bekerja keras di sini, karena ini merupakan impian terbesar saya, dan alasan saya berusaha mencapai semua ini adalah untuk satu tujuan, yaitu bukti ketulusan cinta saya kepada dia..." Roni menunjuk Elia yang tengah duduk di meja yang tidak jauh darinya.
Seluruh pasang mata menatap Elia, dan bertepuk tangan karena kagum melihat keromantisan yang di lakukan oleh Roni, sementara muka Elia memerah sekaligus terharu mendapat perlakuan tersebut.
"Saya akan bekerja keras, dan menjalankan visi misi perusahaan ini, dan saya mohon kerja sama rekan-rekan sekalian. Terimakasih," ucap Roni mengakhiri.
Roni dan Elia kemudian pergi meninggalkan perusahaan tersebut setelah berbagai rangkaian acara telah mereka lewati.
Elia yang masih tersipu tersenyum di sepanjang perjalanan, hati yang sekian lama terluka perlahan terobati oleh perlakuan-perlakuan yang manis.
Dan mereka kemudian sampai ke butik kecil mereka, seluruh karyawan yang bertugas di sana sudah siap menyambut kedatangan mereka, ini adalah hari peresmian butik mereka. Hal-hal romantis lagi-lagi di berikan Roni kepada Elia di acara itu, hati Elia kian tenggelam dalam kebahagiaan.
Sampai kemudian seluruh acara yang melelahkan telah selesai, keduanya telah berada di atas ranjang saling menatap. "Terimakasih atas semuanya," ucap Elia tersenyum.
Roni kemudian mencium kening Elia, "Itu memang harus kulakukan sayang," ucap Roni.
Elia tersipu malu, muka kemerah-merahannya tampak jelas, ia kemudian memendamkan wajahnya di dada Roni...
Roni gemas melhat tingkah Elia yang malu-malu, Roni kemudian menurunkan tubuhnya untuk melihat wajah Elia, dan Elia menutup wajahnya yang semakin merah.
Roni sudah tidak sanggup lagi melihat tingkah imut Elia. Dan kemudian perlahan ia membuka wajah Elia dan melihat senyum Elia yang semakin menaikkan hawa nafsunya, dan kemudian terjadilah...
......
Pagi hari yang cerah, secerah suasana hati keduan pasangan pengantin yang tadi malam telah melakukan permainan cinta yang membara. Elia dengan semangat mulai menyiapkan sarapan untuk Roni, dan setelah semua selesai, Roni telah datang dengan setelan rapinya.
Mereka kemudian saling menyantap sarapan, senyuman merekah di wajah keduanya.
Mereka kemudian mulai melakukan aktivitasnya. Roni telah sampai mengantar Elia ke butik mereka, "Nanti sore aku jemput sayang, semangat," ucap Roni.
Elia tersenyum dan mendekati Roni dan membetulkan posisi dasi Roni, "Aku menunggumu, semangat sayang," ucap Elia dan mencium pipi kiri Roni dan pergi memasuki butiknya.
Mendapat perlakuan tersebut, Roni sedikit terkejut, ia menatap lama Elia sampai kemudian Elia hilang dari pandanganya.
"Aku mencintainnya.." gumam Roni.
Elia dan Roni kemudian di sibukkan dengan aktivitas baru mereka.
Elia tengah sibuk memikirkan desain-desain yang akan ia rancang untuk menarik pelanggan datang. Di tengah kesibukannya di meja kerjanya, Ponsel Elia kemudian berdering tanda panggilan masuk dari Roni.
Elia menerima panggilan tersebut, "Iya sayang?" tanya Elia.
"Jangan lupakan makan siangmu," ucap Roni di balik telepon.
"Ahh, aku hampir lupa, hari ini aku memikirkan banyak desain untuk butik ini, baiklah aku akan makan siang, kamu juga jangan lupa," jawab Elia di balik telepon.
"Keluar dari ruang kerjamu, apa kamu tidak mau makan siang bersama suamimu?" tanya Roni.
"Hah? Maksud kamu?" Elia keluar dari ruang kerjanya dan mendapati Roni dengan kedua kantung plastik dan senyuman manisnya.
"Ayo makan," ucap Roni mengangkat kantung plastiknya.
Elia lagi-lagi tersenyum dengan perlakuan kecil Roni. "Ahh sayang," ia merentangkan tangannya.
Roni langsung mendekat dan memeluk Elia. "Ayo makan," ucap Roni.
Elia langsung menyiapkan makanan yang telah di bawa oleh Roni, mereka melahap makanan tersebut dengan gembira.
"Ini kan hari pertama kerja, kenapa jauh-jauh datang ke sini?" Tanya Elia.
"Mereka tau kita pengantin baru, mereka mengizinkan aku keluar makan siang denganmu," ucap Roni tersenyum.
Elia menangguk mengerti dan tersenyum, "Jangan sering-sering, nanti gak enak sama yang lain."
"Iya sayang."
Mereka telah selesai dengan makan siangnya, Roni kemudian pamit kembali melanjutkan pekerjaanya.
Elia melepas Roni dengan pelukan hangat, dan melanjutkan pekerjaanya. Ia mendapati karyawanya yang masih sedikit tampak masih sibuk dengan pekerjaanya.
"Kalian semua sudah makan siang?" Tanya Elia.
Empat karyawan tersebut kemudian menghentikan pekerjaanya. "Belum Nyonya," jawab Rini.
"Aduhh kenapa belum makan, cepat makan dulu!" tegas Elia.
"Baik nyonya," jawab Rini kembali.
"Panggil saja saya Kak, kalau sudah jamnya makan siang, langsung makan, tidak perlu izin dari saya," ucap Elia.
"Baik Kak," ucap mereka serentak.
Ke empat karyawan tersebut langsung di rekurut oleh Roni dari Indonesia ke Paris.
Elia dan Roni kemudian menjalani aktvitasnya barunya di Paris dengan semangat dan di penuhi kebahagiaan. Butik Elia semakin lama semakin berkembang, dan pekerjaan Roni selalu berhasil mengerjakan proyek-proyek yang di tugaskan sehingga selalu mendapat kepercayaan yang tinggi dari seluruh jajaran perusahaan. Kehidupan bahagia yang di impikan sudah hampir sempurna. Hari-hari mereka jalani dengan bahagia. Namun perjalanan belum selesai...