
Eko yang bosan menunggu Elia yang tak kunjung berbicara, "Lia, kamu bilang mau ngomong, mana?" tanya eko.
"Eko, apa kau ingat masa itu?" tanya Elia mulai membuka suara.
"Papa selalu berkata padaku, kau harus menuruti perintah Tuan Muda Eko Surya Handoko, karena mereka telah membantu kita sampai bisa seperti ini. Dan aku sangat berterimakasih kepada keluarga kalian, saat itu Papa sedang sedih karena Mama pergi meninggalkanya untuk selamanya, ditambah ia di pecat dari pekerjaanya, Papa benar-benar terpuruk saat itu," Elia mulai menitihkan air mata.
Eko masih diam membisu, Elia mulai menenangkan pikirannya dan kembali berbicara.
"Saat itu meskipun aku sangat jengkel ketika kau datang memintaku untuk mengusap rambutmu karena Mama kamu sedang bekerja di luar kota, bagiku kamu adalah pengganggu waktuku untuk membaca novel karangan Ibu saat itu, tapi saat itu aku mulai senang saat kau datang, karena kau mau membacakan cerita novel Ibuku saat aku mengusap rambutmu," Elia mulai tersenyum.
"Aku selalu menunggumu datang menjemputku, aku sangat bahagia ada orang yang membacakan novel itu untukku, Papa sangat sibuk bekerja jadi aku mengerti ia tidak mungkin sempat membacakannya untukku...."
"Walapun jarak rumah kita cukup jauh, kau selalu menyempatkan diri datang untuk sekedar menghiburku yang kesepian di tinggalkan ayah bekerja," ucap Elia.
Elia kemudian mengubah pandangannya ke samping menghadap Eko, dan menarik kepala Eko agar berhadapan denganya. Eko hanya menurut tapi masih membisu. Elia mulai mengusap pipi Eko kemudian berpindah mengusap Bibir Eko.
"Hingga waktu berlalu dengan cepat, kau datang menunjukkan raut wajah sedih, kau menangis tidak ingin berpisah denganku, dan aku.., saat itu hatiku benar-benar sangat sakit mendengar itu, tapi aku berusaha menahan air mataku tidak keluar. Dan kau berjanji akan menikahiku dewasa nanti dan aku berjanji untuk menunggu.., Apakah kau ingat itu?" tanya Elia.
Elia kemudian bangkit dari tidurnya, kemudian meletakkan kepala Eko di pangkuannya mulai mengusap rambutnya dengan lembut.
"Apa kau rindu usapan tanganku?" tanya Elia kembali.
Eko tersenyum, dan mulai menatap mata Elia, "aku rindu.., aku ingat masa itu, bahkan masa saat kita berbuat hal itu aku sangat ingat," senyum Eko.
Flashback On
Saat perpisahan Smp telah usai, Eko mendapat kabar dari Mamanya bahwa ia akan pindah ke Kota A, dan akan melanjutkan sekolah di sana. Eko sangat terkejut dengan itu, ia mengingat janji bahwa ia telah berjanji dengan Elia untuk melanjutkan Sma di sekolah yang sama. Hatinya benar-benar kacau saat itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke tempat tetangga sekaligus sahabatnya Roni, Roni beda 1 angkatan dengan Eko, Roni saat itu telah kelas 1 sma.
Sesampainya di teras Rumah Roni, Eko melihat Eko sedang asyik menikmati rokoknya.
"Roni, gila ya.., gak takut apa Nenek mergokin kamu lagi merokok!" ucap Eko.
Eko dan Roni memiliki umur yang sama hanya saja Roni lebih dulu memasuki sekolah dasar tanpa menempuh Tk, sehingga mereka beda angkatan. Sehingga Eko tidak perlu memanggil Roni dengan sebutan abang.
Roni tinggal dengan neneknya yang merawatnya sedari kecil, orangtuanya meninggal karena kecelakaan saat Eko masih berusia satu tahun
"Santuy aja lah, felling good," ucap Roni tertawa.
"Terus kamu ngapain datang?" tanya Roni.
"Bro tau gak, bentar lagi aku pindah ke kota A bareng Papa dan Mama, kita tidak bisa bersama lagi bro!" ucap Eko sedih.
"Aduh bro, dari sini ke Kota A dekat, paling butuh 3 jam doang, tenang aja aku bakalan datang berkunjung," ucap Roni.
"Wkwk, oke bro kalau kamu rindu datang ya, tapi ada satu lagi yang buat aku sedih!" ucap Eko kembali.
"Apaan? Cewek?" tanya Roni menebak.
"Tau aja bro, aku sedih bakalah pisah sama dia, aku gak sanggup bro," ucap Eko sedih.
"Siapa sih cewek itu? kamu aja gak pernah ngenalin, kalok di kenalin kan bisa sewaktu-waktu aku ajakin dia ke tempat kamu yang baru," ucap Roni.
"Dia gak mau hubungan kami di umbarin bro, cukup kami aja yang tau," jawab Eko.
"Bro buat dia berjanji akan menunggumu di masa depan jika kau mencintainya, dan satu hal lagi kamu harus mengikat dia agar tidak bisa lepas lagi denganmu," ucap Roni serius.
"Ngikat? Maksud nya?" tanya Eko heran.
"Sini aku bisikin nanti ada yang dengar bahaya," ucap Roni sambil mulai membisikkan cara tersebut.
Mendengar bisikan dari Roni, Eko sangat kaget, "gila ya, mana mungkin aku bisa ngelakuin itu!" ucap Eko.
"Ya terserah kamu sih mau apa enggak, aku kan cuman ngasih saran," ucap Roni.
Eko mulai berpikir apakah ia harus melakukan itu.
"Lagian bro, cewek kamu itu kan udah tamat smp, dan pasti Sma di sekolah aku dong, kan Sma yang ada di sini cuman satu, dan asal kamu tau aja, di Sma Itu banyak laki-laki yang ganteng dan tajir, siap-siap aja cewek kamu berpaling kalau kamu belum lakuin saranku," sambung Roni.
"Kamu yakin cara ini berhasil? Tapi aku belum pernah ngelakuin itu bro," ucap Eko.
"Ini video tutorialnya aku kasi, dan cara itu pasti berhasil, soalnya ya banyak teman aku yang lain ngelakuin itu dan ujung-ujungnya cewek mereka takut kalau di putusin bro," ucap Roni.
"Oke, kamu pinter juga ternyata, oke besok aku bakal datang ke rumah dia buat ngelakuin saran dari kamu, yaudah aku mau ke rumah dulu belajar tutorial yang kamu kirim," ucap Eko pamit kepada Roni.
"Oke bro, semoga lancar!!" jawab roni sekenanya.