Because Of Love

Because Of Love
Episode 31


Setelah kurang lebih 10 jam perjalanan, Sinta akhirnya tiba di paris, ia langsung di jemput supir pribadinya menuju hotel tempat Eko dan Elia menginap. Orang kepercayaan Sinta jauh hari telah memesan kamar tepat di sebelah kamar Eko dan Elia.


Ia telah sampai dan langsung menuju kamarnya untuk berisitrahat karena lelah dalam perjalanan menuju ke Paris, ia akan melancarkan aksinya keesokan harinya.


Sebelumnya Elia dan Eko yang telah selesai memberikan masing-masing penjelasan tentang masa lalu mereka juga telah terlelap.


Pagi hari telah tiba, Eko dapat bangun pagi karena tadi malam Elia mengusap rambutnya sehingga ia dapat terlelap di malam hari. Ia segera memesan layanan hotel untuk menyiapkan sarapan mereka dan segera bergegas membersihkan diri.


Hari ini ia benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan di Paris bersama Elia karena sesuai rencana Roni dan Elia lah yang akan menikmati waktu bersama di Paris, namun Roni menolak hal tersebut dengan alasan yang belum di ketahui oleh Eko. Setelah selesai membersihkan diri dan sarapan telah tiba. Eko bergegas membangunkan Elia yang masih tenggelam di alam mimpinya.


"Elia cepat bangun, sarapan dulu!" ucap Eko.


Elia langsung tersadar, tak lama kemudian bergegas menuju kamar mandi untuk segera melakukan ritual mandinya.


Eko yang selesai sarapan, mulai mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Roni, ia sangat ingin tahu apa alasan Roni tidak menyusul mereka ke Paris.


Setelah menghubungi berkali-kali, Roni akhirnya mengangkat panggilan Eko.


"Halo, ada apa bro?" jawab Roni.


"Tolong jelaskan alasan kenapa kau tidak menyusul kami ke Paris?" tanya Eko tanpa basa-basi.


"Tenang bro, aku punya alasan kuat kenapa tidak menyusul ke situ," ucap Roni.


"Elia mana?" tanya Roni kemudian.


"Elia di kamarnya," jawab Eko berbohong, ia tidak mungkin memberitahu Roni bahwa mereka satu kamar.


"Oke bro, aku senang dengarnya, dan aku yakin semua akan berjalan lancar, berjuanglah demi kebahagiaanmu," ucap Eko menutup sambungan telepon.


Eko mulai menatap jendela yang menampilkan suasana kota paris di pagi hari, ia sangat bingung dengan perasaanya.


"Seharusnya aku senang jika Roni sukses dalam proyek itu, tapi mengapa aku seperti tidak rela jika ia sukses nanti Elia akan kembali padanya," Eko melamun bingung dengan jalan pikiranya.


Lamuanan Eko buyar setelah mendengar suara Elia yang telah selesai membersihkan diri. "Eko ayo sarapan!" Ajak Elia sambil pergi menuju sarapanya.


"Aku sudah sarapan saat kamu mandi, cepatlah sarapan, setelah itu kau harus bersiap kita akan pergi keluar, aku bosan selama 2 hari ini terkurung di kamar ini!" ucap Eko.


"Ya itu ide bagus," ucap Elia mulai menikmati sarapanya.


.......


Roni mulai menarik sebatang rokoknya, ia mulai menggambar rancangan busana yang akan ia presentasikan bulan depan di perusahaan fashion terkenal di kotanya. Itu adalah harapan satu-satunya untuk menjadi desainer ternama.


Harapan itu muncul saat ia menjajakan lukisanya di jalanan, Ceo dari perusahaan desainer tertarik melihat hasil karya lukis dari Roni, salah satu lukisan yang menarik perhatiannya adalah lukisan Elia mengenakan gaun indah sedang tersenyum manis di sebuah pantai.


Karena merasa Roni memiliki bakat, Ceo tersebut kemudian menawari Roni untuk ikut bekerjasama di perusahaannya, namun sebelum itu Roni harus menyiapkan satu buah rancangan busana untuk ia presentasikan bersama jajaran direksi perusahaan, jika hasilnya memuaskan maka Ceo itu berjanji, Roni akan menjadi seorang desainer yang ternama.


Saat itu lah harapannya bersama Elia akan terwujud, Roni tidak akan melepaskan kesempatan besar ini. "Elia tenanglah, hari kebahagiaan itu sebentar lagi akan datang!" gumam Roni tersenyum dan mulai fokus kembali merancang desainnya.


Like Dan Koment.....