
"Lo aja, gue mah males banget dan baru masuk. " balas Rafi dan minum jusnya.
"Ana lo gak mau jadi dokter, dan mumpung ada beasiswa loh. " ucap Gilang dan menatap Hana yang makan, Hana juga minum jusnya hingga habis.
"Hana pikir-pikir dulu bang, lo gimana gak ikutan juga? " tanya Hana dan Santri serta yang lain berdiri karna sudah selesai makan.
"Gue ikut dong, yuk bayar baru masuk kelas. " jawab Gilang dan diikuti yang lain setelah bayar makanan, kecuali Hana yang masih duduk mereka pun tak menyadari tidak adanya Hana dan bel masuk pun berdering.
Dua jam kemudian....
Kriiing....
Bel istirahat pun berdering semua murid berhambur kekantin, ponsel blackbery Hana berdeting menbuat si empu langsung mengambil ponselnya yang di tas. Lalu membuka pesan itu yang ternyata dari Kinara yang di jakarta, Venus dan Santri duduk disamping Hana membuat keduanya menatap Hana.
"Siapa yang chat Ana? " tanya Hani yang disanping Rani dan mereka pun duduk melingkar.
"Dokter Kinara yang di jakarta, gue bales dulu ya gaes. " jawab Hana dan menatap yang lain sambil mengeluarkan ponselnya sambil mengangguk.
Kakak Dokter.
"Hana gimana masih kambuh asmanya? "
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Udah gak sering kok kak, kakak kapan ke bandung lagi? " ^^^
^^^Send.^^^
Kakak Dokter.
"Hmm nanti kalau ada waktu ya Ana. "
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Ya udah gak papa kok kak. " ^^^
^^^Send.^^^
Kakak Dokter.
"Hmm kakak periksa pasien dulu ya Ana, nanti kakak kabari lagi. "
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Oke kak. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir Venus, Rani, Santri serta Hani menatap Hana yanh meletakkan ponselnya disaku rompi. Para cowok duduk didepan teras kelas habis dari kantin, Rafa berdiri dan jalan menghampiri para cewek yang duduk dikelas.
"Kepara cewek bentar. " jawab Rafa dan mendekati para cewek yang main game.
"Ehh, ini abang Rafa kan? " tanya Santri dan menatap Rafa yang duduk disamping Hana.
"Iya, panggil nama aja gak usah pakek abang. Oh ya boleh gue minta nomor lo berlima? " tanya Rafa dan tersenyum.
"Berempat bang, lo udah punya nomor gue. " sahut Rani dan menatap Rafa yang nyengir.
"Ya udah nich save nomor gue. " ucap Venus dan menyodorkan kertas berisi nomornya diikuti yang lain.
"Oh ya nomor gue minta ama Rani ya bang, gue mau ke perpustakaan dulu. " balas Hana dan berdiri lalu jalan keluar kelas, tapi tangannya di tarik oleh Rafi membuat si empu menatap Rafi yang menarik tangannya.
"Lo mau kemana belut? " tanya Rafi membuat Hana menarik tangannya yang dipegang Rafi.
"Ke perpus cari buku, mau ikut? " tanya balik Hana dan Rafi menggeleng.
"Gue udah pinter dari orok. " jawab Rafi dan Hana langsung melambai meninggalkan Rafi.
"Sejak lo perang pertama ama Hana, lo banyak bicara lagi Fi. " sahut Galih dan menepuk punggung Rafi.
"Ck, perasaan lo aja kali. Udahlah gue mau kantin beli minum," balas Rafi dan berbalik menuju kantin.
"Fi gue ikut. " teriak Rani dan mengejar Rafi yang jalan santai tapi cepat.
"Lo kagak kantin juga? " tanya Venus dan bersandar dipintu kelas sambil melipat tangan didada.
"Kagak, ntar baliknya gue mau beli es putar. " sahut Galang dan menatap Venus yang menatapnya.
...Masih ku ingat semua......
...Janji yang pernah kau ucap......
...Kau tak akan pernah.......
...Meninggalkan diriku......
"Ya udah gue nitip satu ya Galang rasa strobery, jangan lupa. " ucap Venus dan memberikan uang pada Galang.
"Kagak usah, gue yang traktir tapi lo maafin gue kan soal bentakan yang tempo hari. " balas Galang dan menatap merah Venus.
"Hmm gimana gaes dimaafin gak nich? " tanya Venus sama Santri dan Hani.
"Maafin ajalah, tapi setengah aja kan sisanya bisa ngojek ama dia. " jawab Hani dan Galih terkekeh.
"Setuju gue, gimana Galang lo mau maaf lo cuma setengah sisanya Venus ngojek? " tanya Hani dan meletakkan tangannya dibahu Venus.
"Udah terima ajalah Lang, yang penting lo tenang gak merasa bersalah. " bisik Galih dan Rafa menepuk bahu Galang.
"Oke gue mau, hanya sampai gue dimaafin. Ya udah ntar gue beliin kalian berlima es putar. " jawab Galang membuat Venus tos ria dengan ketiganya lalu mereka pun masuk kelas.
Bersambung...