
Setelah sampai mereka dikejutkan dengan kondisi anak jalanan yang jauh dari kata baik, Rafiel memotret mereka dari kejauhan lalu dikirim ke Hana.
"Ayo jalan jangan malas atau kami kuhum lagi. " bentak sang preman botak membuat anak jalanan menangis.
"Ampun om, kami mau sibawa kemana lagi om? " tanya anak yang berumur sebelas tahun.
"Kalian akan kami jual biar tidak meresahkan warga hahaha. " jawab preman tadi dan mendorong mereka semua untuk jalan.
"Hey bro lo mau kemana? " tanya Rafiel yang menyamar.
"Gue mau bawa mereka ke luar negeri untuk dijual, ayo bantuin gue bawa mereka. " jawabnya dan Rafiel masih menahannya.
"Santai dulu bro, kenapa kita ngak minta tebusan aja ke keluarganya? " usul Rafiel menundanya mempermudah pasukannya melumpuh preman yang lain.
"Percuma mereka tidak ada keluarga yang mampu tebus juga. " jawabnya dan tiga preman membawa tiga orang pemulung yang dibahunya.
"Bos kami dapat mangsa lagi ada lima bos. " teriak salah satu preman, Rafiel melihat wajah yang cukup familiar dan terkejut melihat wajah Rafi, Rafa, dan Gilang saat dilempar ke lantai.
"Lepasin gue woi, elo main lempar gue. Emang gue beras," teriak Rafa yang sudah sadar dan sang bos preman mendorong anak tadi kearah Rafiel, lalu jalan kearah Rafa dan mencekik dagu Rafa.
"Diam, lo bicara lagi gue lakban mulut lo paham. " bentak sang preman membuat Rafa menahan sakit didagunya.
"Sstt, bahu gue sakit. " ringis Gilang yang merasakan bahunya tergeser dan nyeri.
"Lepasin tangan lo dari abang gue. " teriak Rafi berusaha duduk karna kedua tangannya terikat.
"Sudah bos jangan siksa, kalau mereka mati kita juga yang rugi ngak dapat tebusan nanti. " sahut Rafiel menepis tangan bosnya.
"Bener juga lo, lo semua jagain mereka gue pergi dulu. " pamit sang bos lalu keluar gudang.
Tanpa mereka sadari kalau gudang itu sudah terkepung oleh anggota Hana, dan Hana berdiri dibelakang kedua preman yang bersama Rafiel.
Buag...
Duagg...
"Aaaa.. " teriak keduanya sambil terjatuh pingsan dan membuat anak jalanan menoleh mendapati Hana.
"Kakak tolong. " teriak semuanya dan Hana jalan mendekat lalu melepaskan ikatan pada anak-anak.
"Sekarang kalian keluar satu persatu, kalau kalian tertangkap lagi tendang juniornya oke. " sahut Hana yang memakai baju serta jubah hitam.
"Oke kak, makasi. " jawab salah satu dari mereka dan anak paling dewasa memimpin didepan.
"Oke bos. " sahutnya lalu menyerang Hana tapi dihadang Rafiel yang membuka penyamarannya dengan jubah yang sama seperti Hana.
Buagg..
Satu pukulan mengenai wajah sang preman, lalu Rafiel kembali melayangkan pukulannya. Hana juga membanting salah satunya yang ingin menghampiri Rafi.
"Lo pada ngak papa kan? " tanya Hana pada ketiganya yang sudah terbebas dari ikatan.
"Gue oke, tapi Gilang bahunya terasa nyeri tadi sempat dipukul dengan balok saat ngelawan. " jawab Rafa dan membantu Gilang berdiri.
"Lo bertiga nunggu ditempat anak-anak ya. " ucap Hana dan
Buagg...
Hana memendang dada preman yang ingin memukulnya dari belakang, Rafi juga meninju perut preman yang satu lagi.
"Kagak, kita harus berjuang bersama Han. " tolak Rafa dan menghindari pukulan preman.
"Terserah lo pada aja, saling lindungi jangan lengah. " ucap Hana dan
Duagg...
Buaggg....
Rafa dan Rafi juga menghajar empat orang yang ingin menggeroyoknya, Rafi melihat ketempat Hana yang melawan preman lima orang dan
Buaggg....
"Aaaah... " teriak Rafi mundur beberapa langkah wajah terkena pukulan.
"Berhenti atau dua teman kalian kami bunuh. " teriak sang bos sambil membawa Rani dan Santri membuat semuanya terdiam.
"Lepasin pacar gue sialan. " teriak Gilang dan ingin maju tapi ditahan Hana.
"Curang lo main sandra. " kesal Rafa tak bisa menolong.
Buagg...
"Aaa bocah sialan juniorku sakit. " teriak preman yang disamping Hana, karna ingin memukulnya dan para penonton yang dijakarta serta direstoran meringis melihat Hana. Hana menyambungkan video direstoran serta direstoran Jakarta untuk melihatnya.
Bersambung...