Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 26


PAGI PUN DATANG...


Dikediaman Vino....


      Rani mengepang satu rambutnya dan mulai menaburkan bedak kewajahnya, Kesya dan Vino tau kalau putrinya mulai jatuh hati terhadap salah satu sahabat cowoknya. Rani turun dengan sudah rapi lalu menuju dapur yang ternyata sudah ada Vino yang duduk dimeja makan.


"Pagi pa, ma. " sapa Rani dan duduk berhadapan dengan Vino, lalu menyimpan tasnya dibangku.


"Pagi anak papa yang cantik. " balas Vino dan Kesya menata sarapan dimeja.


"Anak mama cantik banget, kayaknya ada yang tampil beda nich. " sahut Kesya dan duduk dosamping Vino yang minum air.


"Sesekali mau pakek bedak, tapi sederhana aja ma biar gak kayak ondel-ondel. " balas Rani dan mengambil sarapan dari Kesya.


"Ya udah sekarang sarapan dulu, keburu telat entar. " ucap Vino dan minum air, diikuti Kesya dan Rani.


Disekolah....


Rafi, Galang, serta Gilang mulai menjaga gerbang, Rani baru masuk dengan menggunakan motor Beatnya. Galih menatap Rani dengan pandangan yang berbeda dari biasanya, Venus menyenggol lengan Galih yang menatap Rani tanpa kedip.


"Kalau naksir tembak bos, jangan diliatin aja. " sahut Venus dan Rani melambai kearah Venus.


"Ve lo udah ngerjain pr belum? " tanya Santri lari dari gerbang dan berdiri dihadapan Venus.


"Udah dong, gue kan pinter. " jawab Venus dan jalan menuju kelasmya diikuti Hani dan Rani.


"Woi tungguin, napa cepet banget jalannya. " teriak Galih dan mengejar para cewek yang jalan duluan.


"Hana mana? Apa udah sampai duluan ya? " tanya Rani yang tak melihat satu sohibnya.


"Hana piket diruang guru, ama si Rafi paling ntar lagi selesai kok. " jawab Venus dan Hana datang dengan wajah ditekuk masuk kedalam kelas.


"Napa lo Han dateng-dateng wajah kayak belum disetrika aja. " tanya Rafa yang menyimpan tas.


"Itu si sekertaris osis lengket mulu ama Galon, kan kesel gue jadinya. " jawab Hana kesal dab Rafa serta yang lain saling pandang dengan sikap Hana.


"Elo cemburu ya Han ama sekertris osis? " tanya Galang tiba-tiba dan disamping Venus entah dari kapan.


Mereka pun masuk kelas masing-masing dan mengeluarkan buku pelajarannya, Hana sama sekali tidak menatap Rafi yang duduk dihadapannya. Rafa melempar kertas kearah Rafi yang duduk dihadapannya, karna dirinya duduk dibelakang Hana membuat si empu menoleh kesang kakak yang memberi isyarat untuk melihat tempat Hana.


Dua jam kemudian...


Kriiing....


     Bel istirahat pun berdering membuat semua siswa, dan siswi berhamburan keluar kelas menuju kantin kecuali Hana yang masih cemburu. Sekertaris osis yang bernama Lovely datang menghampiri Rafi, yang memasukan bukunya kedalam tas.


"Fi makan siang bareng yuk, sekalian ngobrolin soal proposal tadi. " ajak Lovely membuat Hana meremas botol Aquanya hingga tak berbentuk.


"Sorry Lovely, gue udah ama yang lain dan soal proposal nanti lagi kita bicarain saat meeting. " tolak Rafi halus membuat Hana dan Rani tersenyum.


"Ayo Fi. " ajak Rafa dan Rafi bangkit lalu jalan menyusul sang kakak diikuti yang lain.


(Liat aja lo nanti Rafi, lo ngak bakalan nolak ajakan gue. ) batin Lovely dan meninggalkan kelas Rafi.


"Belut lo kenapa sih diemin gue dari tadi? " tanya Rafi dan merangkul bahu Hana, tapi ditepis halus oleh Hana.


"Kagak papa, kayaknya elo seneng dah dideketin ama sekertaris lo. " jawab Hana dan masuk kedalam kantin diikuti yang lain.


"Saran gue eli jangan terlalu deket ama Lovely dah. " sahut Rani dan memesan makanan.


"Lah emang kenapa? " tanya Rafi dan Rafa langsung menjitak kepala Rafi, lalu langsung mencari tempat duduk disamping jendela dan para cewek memilih berpisah dengan para cowok.


"Ntar ada yang sakit hati. " sahut Galang yang sadar kalau Hana cemburu.


Mereka pun makan tanpa suara itu tradisi diantara para cowok, kalau lagi bersama Gilang sesekali melirik kearah Santri. Yang mengaduk sotonya, dan mata Rafa juga tertuju pada Hani yang sedang mengaduk jusnya.


...Takkan ku biarkan waktuku.......


...Berlalu tanpamu aku ingin.......


Bersambung....


Jangan lupa like dan vote ya....