
"Siapa yang chat lo? " tanya Galih yang ternyata melihat Galang menyimpan ponselnya disaku.
"Itu si Rafa, dia udah dibandung. " jawab Galang dan mengaduk jusnya lalu diminumnya.
"Masa, paling pacar lo Lang. " sahut Gilang dengan ledekan dan Venus serta yang lain juga mendengarnya.
"Mana ada dia punya pacar, cowok nyebelin kayak dia yang ada si cewek kabur duluan. " sahut Santri dan menyeringai.
"Heh, bocah masalah lo apa ama gue? Perasaan kagak ada. " sewot Galang tak terima dan menatap Santri.
"Lo lupa apa gimana? Lo udah bentak gue didepan bokap lo tau gak, bonyok gue aja gak pernah tuh bentak gue. " jawab Santri ketus dan membuat Galang terdiam.
"Udah, makan dulu yuk. Keburu masuk ntar. " sahut Rani meredakan Santri yang ternyata benci sama Galang.
Mereka pun makan dengan suasana hati panas, dan tegang sebenarnya Galang tak ada maksud membentak Santri di depan papanya hanya karena kesal.
...Biarkan omongan orang.......
...Aku tergila-gila hayalan.......
...Cinta yang'ku perjuangkan.......
...Ilusi pun jadi nyata........
"Bener si Rafa dan keluarganya dibandung? " tanya Galih sambil mengunyah makanannya.
"Iye bener. " jawab Galang dan makan potongan steaknya yang digarpunya.
"Kangen gue ama dua bocah itu, ntar kita kerestoran yuk. " ajak Gilang dan minum jusnya.
"Hmm, ayo sambil bantu-bantu juga. " balas Galih dan minum hingga habis.
"Setuju gue, ayo bayar. " ajak Galang dan berdiri lalu jalan menuju kasir, para cewek juga mengantri untuk membayar makanan.
"Gaes beli snack yuk, biar gak kesini lagi. " ajak Santri sambil menatap yang lain.
"Boleh juga tuh, yuk beli. " balas Hana dan Hani serempak.
"Han jangan terlalu banyak ya. " peringat Gilang pada Hana yang memiliki Asma.
"Gilang, makasi atas perhatian lo. Tapi please jangan batasin gue, dan gue bakalan inget pesen lo kok. " protes Hana kesal.
"Udah Lang, lo tenang aja ada gue dan yang lain jagain Hana. " sahut Hani dan menatap Gilang.
"Siap pak seksi. " sahut Santri dan Venus serempal, lalu membayar makanan serta cemilan.
Mereka pun keluar kantin dengan cemilan ditangan, tanpa disadari kelimanya Galih dan Galang ada dibelakangnya sambil memainkan ponselnya masing-masing. Lalu duduk diteras depan kelas menunggu bel masuk, Galih mencuri pandang dengan Venus yang disuapi snack oleh Hana dan Hani.
Direstoran Rayen....
Rayen melanjutkan usaha Arkya yang berkembang dan diwariskan untuk kedua putranya, Rafa dan Rafi juga membantu melayani pelanggan yang terkadang datang karna masih jam sepuluh.
"Fa udah beresin bagian belakang pojokan belum? " tanya Rayen dan menatap Rafa yang memengang lap meja.
"Udah pa, Rafi juga bantuin meski gak nawarin tadi. " jawab Rafa dan membalas tatapan Rayen.
"Mas sampai kapan Rafi kayak gini terus? Aku takut dia susah move on? " tanya Bintang khawatir dan Rafi berdiri dibelakmg orang tuanya.
(Maafin Rafi yah bun, Rafi belum bisa move on semoga aku bisa jatuh cinta lagi. ) batin Rafi merasa bersalah.
"Sabar sayang, mas juga khawatir mungkin Rafi perlu waktu untuk menata hatinya lagi. " jawab Rayen dan memeluk Bintang.
"Kita jodohkan saja Rafi dengan Hana. " sahut Keyla membuat Rafi kesal.
"Gak mau tante. " balas Rafi kesal dan menuju halaman belakang.
"Belum liat anaknya udah nolak, awas aja kalau dia bucin gue pajakin lo sebulan. " sewot Rafa kesal juga tapi Bintang malaj tertawa mendengar ocehan sang kakak.
"Ikuti aja apa maunya. " ucap Vian dan terkekeh juga, Kesya langsung menabok lengan Vian.
SIANG PUN DATANG....
Masih direstoran....
Para pelanggan mulai berdatangan Keyla, Kesya dan Bintang memasak didapur, sementara para suami serta Rafa dan Rafi mencatat pesanan pelanggan. Galih dan yang lain datang untuk makan siang karna banyak pelanggan penuh, mereka diam-diam bantu Rafa dan Rafi yang tengah disibuk sampai tak sadar dengan kedatangan teman-temannya.
"Loh Lang, kapan lo datang? " tanya Rafa setelah membawa pesanan dan melihat Galang.
"Barusan, karna tadi penuh kita bantuin lo pada aja. " jawab Galang dan tos ala cowok.
***Bersambung....
Selamat membaca ya gaes***...