Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 58


"Ya udah kalau itu mau lo Fi, mulai sekarang gue ngak akan larang lo lagi. " ucap Hana dan mengambil ponselnya, lalu keluar kasir dan tak lupa meletakkan jam putih dimeja kasir lalu keluar restoran diikuti Gendis.


"Tega lo Fi, elo ngak sadar udah nyakitin Hana dengan bentakan lo. Gue yakin habis ini dia bakalan keluar dari resto, dan kerja ditempat lain. " kesal Hani dan jalan menuju dapur.


"Keterlaluan lo, Hana posesif ama lo karna dia ngak mau kehilangan lo. " sahut Galang yang kesal dengan sifat egois Rafi.


"Gue kelepasan tadi Lang. " balas Rafi dan duduk kembali lalu menghela nafas.


MALAM PUN DATANG...


Diasrama...


Hana duduk diatas atap asramanya bersama Gendis yang berubah jadi harimau, Gendis tau kalau tuannya merasa kecewa dengan bentakan Rafi.


"Nona marah ama tuan? " tanya Gendis dan melirik Hana yang menatap langit malam.


"Aku ngak punya hak buat marah ama dia, tapi aku sedikit kecewa padanya Dis. " jawab Hana dan menghela nafas.


"Jadi? " tanya Gendis dan memejamkan matanya tapi telinganya masih mendengar dengan jelas.


"Hmm ntahlah , mungkin aku menghindarinya atau pindah kerja ketempat abang Sammy. " jawab Hana dan meraih ponselnya yang ternyata banyak panggilan dan chat.


"Gendis kalau ngantuk tidur dikamar jangan disini. " sambung Hana dan Gendis membuka matanya.


"Baiklah, jangan bunuh diri ya. " ucap Gendis dan turun dengan melompat.


"Aku masih waras Gendis. " balas Hana dan menatap ponselnya, lalu melihat chat Rafi.


Galon.


"Beluttt gue minta maaf bales chat gue napa, kalau lo ngak bales chat gue. Gue ngak bakalan mau makan,"


Send.


^^^Belutku.^^^


^^^"Ya udah ngak usah makan sekalian. " ^^^


^^^Send.^^^


Galon.


"Lu mau liat gue sakit. "


Send.


^^^Belutku.^^^


^^^"Iya napa lo. " ^^^


^^^Send.^^^


Galon.


"Sadis amat neng. "


Send.


^^^Belutku.^^^


^^^Send.^^^


Chat berakhir dengan Hana mengakhiri pesannya, ia turun dengan tangga padahal ia bisa melomoat dari atas.


PAGI PUN DATANG...


Tiga hari kemudian....


Tak terasa sudah tiga hari Hana tak pernah datang kerestoran, membuat Rafi merasa bersalah dan tadi pagi sempat pingsan karna merindukan Hana.


Direstoran...


Rafa dan yang lain tau dimana berkerja tapi mereka merahasiakan keberadaan Hana, Rafa dapat melihat wajah sang adik yang galau karna ulah Hana yang sengaja ingin membuat Rafi jera.


"Bang Belut gue kemana ya? " tanya Rafi lesu dan menatap pintu restoran.


"Balik ke Jakarta kali, dan mungkin nyari pacar baru. " jawab Rafa sengaja memanasi Rafi.


"Bang jangan nakutin gue napa si, bantuin kek gue cari dia. " ucap kesal Rafi dan melipat tangannya diatas meja, lalu meletakkan kepalanya diatas tangan.


"Kalau elo ketemu ama Hana mau ngapain? " tanya Venus dan jalan menuju dapur.


"Gue mau minta maaf ama dia, apa dia segitu marahnya ama gue sampai ngak mau kesini lagi? " tanya Rafi benar-benar merana.


"Elo juga sih pakek acara bentak dia, kan acara makan-makan kita jadi gatot. " sahut Rani dan mendapat tabokan dari Hani.


"Ee, elu soal makan aja cepet. " sewot Hani dan Galang terbahak melihat Rani yang cemberut.


"Biarin wek, orang gue punya mulut dan gunanya mulut itu dipakek makan. " balas Rani tak terima.


"Lo bedua ya debat mulu, bantuin napa gue capek ini mana laki gue dirumah sakit mulu lagi. " sahut Santri dan kesal kerna Gilang sibuk dirumah sakit.


"Elo kalau kangen tuh samperin kali, lo disini ngomel-ngomel gak jelas dan marahin kita mulu. " balas Galih yang tau sahabatnya merindukan Gilang.


"Gue pengennya sih gitu, tapi takut nganggu dia kerja Gal. " ucap Santri dan ragu, Rafi mengelus bahu Santri.


"Lo chat dia, tanya sibuk apa kagak. Kalau kagak lo samperin dah," sahut Rafi dan Santri terdiam.


"Udah gue yang beresin ama yang lain, lo chat laki lo dah. " balas Venus dan membawa tumpukan piring kedapur, Santri mengutak-atik ponselnya untuk mengechat sang pujaan.


Sayangku.


"Yang masih sibuk ya? "


Send.


Pesan Santri hanya contreng satu pertanda kalau pesannya belum dibaca, dengan kesal Santri menyimpan ponselnya disaku.


"Udah lo chat laki lo? " tanya Hani yang membawa pesanan.


Bersambung.....