Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 9


SIANG PUN DATANG....


Direstoran...


Bintang, Keyla, dan Kesya sedang membagi tugas untuk membereskan piring kotor serta jus sambil mengelap meja, tiba-tiba kepala Kesya berdenyut membuat ia hampir menjantuhkan piring kalau tidak ditahan oleh Gilang yang masuk restoran.


"Tante ngak papa kan? " tanya Gilang dan membimbing Kesya untuk duduk, Gilang pun ikut duduk didepan Kesya.


Kesya memijit kepalanya yang berdenyut,"tante ngak papa kok cuma pusing dikit Gilang. " jawab Kesya dan Vino langsung mendekati sang istri, Gilang mengangguk lalu melihat Kesya pucat.


Gilang berdiri lalu langsung lari kearah kasir, lalu mengambil tas dibawah laci lalu lari kearah Kesya. Gilang pun duduk dihadapan Kesya agak dekat dengan cepat membuka tas lalu memakai stetoskop ketelinganya, membuat Keyla tersenyum melihat putranya yang cekatan.


"Maaf ya tan Gilang periksa bentar ya. " izin Gilang dan Kesya mengangguk, Vino menatap Gilang yang menyentuh bagian atas dada kiri Kesya lalu pindah kekanan yang berdetak lebih lamban dan ditekan sedikit lebih lama.


"Gimana keadaan tante Gilang? " tanya Vino dan Gilang menyudahi periksaannya, lalu menyentuh kening Kesya.


"Huh, ngak papa kok om cuma panas biasa. Detak jantungnya juga agak lamban mungkin karna tantenya sakit, semalam pasti menggigil ya om? " tanya Gilang dan menyimpan tengtopnya kedalam tas.


"Iya Gilang, padahal udah diselimutin pakek selinut tebal masih menggigil juga ya om peluk aja biar anget. Eh malah om yang kepanasan, tapi ngak papa yang penting tantenya gak menggigil Lang. " jawab Vino dan mengelus bahu Kesya.


"Tante Kesya cuma malaria biasa aja om, mendingan tante istirahat aja ntar pingsan lagi. " ucap Gilang dan Rani masuk restoran langsung menghampiri Vino.


"Stt, ta-tapi restorankan masih ramai Gilang. " sahut Kesya dan Bintang mendekat dengan teh hangat, lalu meletakkannya dihadapan Kesya.


"Lo itu masih sakit, masih aja mikirin kerjaan. Ntaran aja ya kalau elo udah sembuh, minum nih teh anget biar gak kedinginan dan lo istirahat aja. " balas Bintang dan Kesya menatap Bintang.


"Makasi ya kak, lo gak berubah dari dulu dan gaji gue jangan lo potong ya. " canda Kesya membuat Keyla terbahak mengingat saat menjalankan misi.


"Haha, masih inget aja lo Kes. Salah elo ngapain pura-pura sakit kan gaji lo dipotong. " ledek Keyla membuat Kesya cemberut.


"Iya neng Rani, Vin lo anter bini lo istirahat gih. " ucap Keyla dan Vino mengangguk lalu berdiri sambil merangkul Kesya, Rani membawakan teh buatan Bintang kedalam kamar.


"Ilang kok lo tau soal sakit tante Kesya, kayak dokter aja lo? " tanya Rafa dan Rafi membuat jus.


"Heh curut nama gue Gilang bukan Ilang, emang gue jin apa pakek ilang segala dan soal tadi gue cari diom google. " jawab Gilang kesal dan menatap Hana yang duduk dihadapannya.


"Galon buatin gue satu dong, esnya dikit aja. " pinta Hana dan Rafi melirik dari ujung matanya membuat Rayen tersenyum.


"Ogah, lo punya kaki kan jadi bikin sendiri. " tolak Rafi dan Galang datang dengan es putar sesuai janji.


"Dasar botol galon pelit, gue sumpahin lo gak bisa move on selamanya. " sewot Hana membuat semuanya tertawa.


"Enak aja lo, elo tuh semoga lo jadi perawan tua gak ada yang mau ama cewek judes dan galak kayak lo. " sarkas Rafi dan duduk disamping Galih sambil mengaduk jus.


"Serah lo dah, males gue ngomong ama lo botol galon. " ucap Hana dan melepaskan tasnya.


"Kalian ini ketemu bentar udah perang aja, kalau jauh aja kangen gitu. " sahut Hani dan mengambil es putarnya.


"Iya kangen ngajak ribut. " balas Hana dan Rafi serempak membuat keduanya saling memberi tatapan tajam.


"Udah mendingan kalian makan aja, dari pada perang gak jelas. " larai Gilang dan memberikan nampan berisi makan siang.


"Hmm segernya, oh ya Han lo jadi beli kalung bentuk hati yang bisa dibuka? " tanya Santri dan menatap Hana.


"Enggak jadi mahal banget, tiga tahun gue nabung bakalan gak kelar nabungnya. " jawab Hana dan makan nasi gorengnya.


Bersambung...