Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 55


Bintang, Hani dan Rayen sudah berada didapur, Rafi datang dengan tertatih-tatih membuat Hana dengan sigap menarik kursi.


"Makasi belut. " sahut Rafi dan Hana tersenyum, Rafa duduk berhadapan dengan Rafi.


"Sama-sama, udah tugas gue kali dan makasi ya tante bajunya pas banget dibadan Hana. " balas Hana dan menuangkan air putih untuk Rafi, lalu dinerikan pada Rafi.


"Rafi itu kaki lo gimana masih sakit? " tanya Hani dan menata sarapan dimeja.


"Udah mendingan, kagak kayak kemaren. " jawab Rafi dan menatap Hani serta Hana secara bergantian.


"Lo ngapain natap gue gitu amat? " tanya Hani yang menyadari tatapan Rafi.


...Cinta.......


...Ku cinta kepadamu......


...Cinta......


...Ku sangat sayang padamu.......


...Bila kumendapatkan dirimu......


"Kagak papa biasa aja, liburan ini kita mau kemana bang cocoknya? " tanya Rafi dan Bintang meletakkan sarapan dihadapan Rafi.


"Hmm ngak tau, tanya yang lain aja ntar direstoran. " jawab Rafa dan menatap sang adik.


"Udah diem, makan dulu baru ngomong kalau enggak push up lima ratus kali. " tegas Rayen membuat Hana menyeringai.


Mereka pun diam dan makan dengan diam, Hana mengutak-atik ponselnya untuk memberi kabar kepada sang ketua.


Hana.


"Ketua kami berhasil, tapi maaf aku gagal menjaga galon. "


Send.


^^^KetuaKirana.^^^


^^^"Bagus, bagaimana keadaan mereka Han. Itu bukan salahmu tapi sebuah musibah agar kau dan yang lain berhati-hati. "^^^


^^^Send.^^^


Hana.


"Aku belum diberi kabar oleh Rafael ketua, habis sarapan aku akan telfon dia. Iya ketua makasi telah memaafkanku dan aku janji akan lebih berhati-hati lagi. "


Send.


^^^KetuaKirana.^^^


^^^"Ya udah sarapan dulu, nanti aku telfon melalui jam. " ^^^


^^^Send.^^^


Hana.


Send.


Chat pun berakhir dengan Hana yang menghela nafas, lalu melanjutkan sarapannya Rayen tau lalau Hana merasa bersalah terhadap putra bungsunya yang cacat permanen.


"Aku selesai. " sahut Hana dan berdiri sambil membawa piring ke wastafel, diikuti Rafi serta yang lain.


"Fi kau mau resto atau dirumah aja? " tanya Rayen dan menatap Rafi yang menghabiskan airnya.


"Ikut aja, bosen juga dirumah liburan dan mungkin aku bisa dikasir. " jawab Rafi dan Rayen mengangguk.


"Om, tante. Hani pamit ya mau pulang dulu nanti keresto. " pamit Hani dan salim tangan Rayen dan Bintang.


"Hmm Hana juga harus kerumah sakit cek kondisi anak-anak om tante, mungkin juga Hana sedikit terlambat kerestoran. " pamit Hana dan salim tangan.


"Belut gue ikut lo boleh? " tanya Rafi dan Hana menggeleng.


"Kagak boleh, yang ada kaki lo makin sakit. " jawab Hana dan menolak halus.


"Lo takut gue ngerepotin lo belut? " tanya Rafi kesal dan jalan tertatih-tatih menuju kamarnya untuk mandi.


Hana menghela nafas dengan berat dan melihat Rafi turun lagi dengan pincang, Hana mendekati Rafi lalu membantu Rafi turun perlahan.


"Gue ngak takut lo repotin galon, gue khawatir ama lo gue sayang sama lo pleace kali ini aja lo nurut tunggu gue diresto ama yang lain. " jawab Hana dan Rafi menatap mata teduh Hana.


"Bener tuh, kan Hana lagi lanjutin misi Fi jangan bandel napa sih. " sahut Hani dan Rayen mendekat sambil merangkul Rafi yang diam.


"Udahlah Han, kau kerumah sakit aja galonmu ini biar om yang urus. " balas Rayen dan Hana mengangguk lalu mencium kening Rafi setelah itu jalan kilat menuju rumah sakit.


Direstoran...


Rayen dan yang lain melayani para pelanggan yang berdatangan, kecuali Rafi yang duduk dikasir sambil memanggku dagunya membuat yang lain terkekeh melihat sohibnya.


"Gaes gue bosen ngak bisa bantu lo pada. " teriak Rafi dan membenturkan kepalanya dimeja.


"Emang tuan Rafi mau ngapain? " tanya Hani mengikuti gaya Hana bicara, disana juga ada Kinan dan Gendis diantara para pengunjung.


"Ngapain kek, gue bosen duduk doang. " jawab Rafi dan menatap yang lain, yang sedang membagikan minuman serta menu.


"Gimana lo nyanyi aja, mumpung lo ngak ngapa-ngapain juga. " sahut Gilang dan membawa piring kotor kedapur.


Vian dan Vino kasihan melihat Rafi yang cacat permanen, Kesya dan Keyla juga terkejut melihat keadaan Rafi yang jalan pincang serta berpengangan pada benda disekitar.


Bersambung...