Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 53


"Kenapa lo? " tanya Rafa melihat adiknya uang menahan sakit.


"Kaki gue berdenyut bang, aduhh. " jawab Rafi dan Hana menyuapi Rafi, membuat si empu menatap Hana.


"Makan, biar gue yang suapin lo. " ucap Hana dan Rafi menerima suapan Hana membuat hati Rafi menghangat.


Mereka pun makan dengan tenang, Gilang juga disuapi Santri karna tangan Gilang terasa sakit dibagian bahu hingga selesai lalu pulang kerumah.


MALAM PUN DATANG....


Dikediaman Rayen....


Rayen, Bintang, Galih, Galang, Hani, Venus menunggu kepulangan keempatnya. Bintang mondar mandir menghawatirkan kedua putranya, Rayen menghela nafas melihat tingkah istrinya yang gelisah.


"Kami pulang. " ucap Rafa dan Rafi serta Hana yang memapah Rafi.


"Astaga kalian bertiga, bikin khawatir aja  " sahut Bintang dan Rayen memapah Rafi.


"Rafa ngak papa kok, si Rafi tuh yang pincang kaki kanannya di injek preman bunda. " balas Rafa dan duduk disofa dengan wajah babak belur.


"Rafa mandi dulu baru obatin lukanya, Rafi juga mandi dulu ya sayang baru urut kakinya. " ucap Bintang dan menatap putranya.


"Iya bunda, belut lo disini dulu ya gue mandi bentar. " balas Rafi dan menatap Hana yang diam.


"Gue balik pulang dulu, gue ngak bisa mandi malem yang ada asma gue kambuh. " pamit Hana dan menunduk.


"Ya udah tapi kau sini lagi ya, urut kaki Rafi ya. " sahut Rayen dan Hana, menatap Rayen lalu salim tangan dengan Bintang serta Rayen lalu jalan kilat keluar rumah Rayen


Lima belas menit kemudian....


Rafa dan Rafi sudah duduk diruang tamu, kaki kanan Rafi sudah berada diatas bantalan sofa. Gilang datang dengan alat medisnya, lalu memeriksa kaki kanan Rafi yang bengkak dan membiru.


"Aduhh, sakit kampret. " teriak Rafi dan menggeplak tangan Gilang.


"Gimana gilang kaki Rafi bisa sembuhkan? " tanya Bintang dan Hana datang dengan kemeja serta celana jeans semata kaki.


"Ngak bisa tante, tulang kaki Rafi retak dan ini permanen. " jawab Gilang dan membuat yang lain menghela nafas.


"Lebih baik gue yang pincang dari pada, gue harus liat lo babak belur melawan mereka semua belut. " pekik Rafi sambil meringis.


"Hana sayang, tante sama om ngak nyalahin kau sama sekali dan ini bukan salahmu ini musibah. Dan kau sudah mematahkan tangan preman itu udah cukup kok, ngak baik balas dendam oke sana urut Rafi dulu biar bengkaknya hilang. " sahut Bintang dan Hana mengangguk lalu menghampiri Gilang yang memijit bahunya.


"Sini gue periksa bahu lo. " ucap Hana dan menekan bahu Gilang kedepan, ia merasakan tulang Gilang juga sedikit retak.


"Aaaa, aduhh Hana sakit lepasin. " teriak Gilang histeris dan memukul lengan Hana.


"Ck, udah nich dan tulang lo tergeser sedikit ama retak. Jangan angkat yang berat dulu, ntar yang ada patah lagi. " sewot Hana dan mendorong bahu Gilang.


"Iya buk, sadis banget lo Han ama gue. " protes Gilang dan pindah tempat duduk menjadi disamping Santri yang mau ngompres lukanya.


Hana memegang kaki Rafi yang bengkak, lalu sedikit menekannya membuat Rafi meringis kesakitan.


"Kalau sakit teriak aja jangan ditahan. " sahut Rani dan Venus lalu terkekeh.


"Aaaa, belut pelanin sakit bunda. " teriak Rafi dan menarik kakinya tapi ditahan Hana.


"Ini akibatnya kalau elo main ambil keputusan yang berbahaya, jadi elo udah kapok belum hmm? " tanya Hana dan sedikit mengeser tulang Rafi ketempatnya.


"Issshhh, aaa aduhh belut lo sadis banget ama gue dan gue makalan mikir dua kali buat ikut lo lagi. " jawab Rafi sambil berteriak kencang dan


Cekrek...


Galih tak akan melupakan selalu memotret momen Rafi berteriak kesakitan, dan juga memotret Rafa yang diobati oleh Hani.


"Aduhh sayang sakit, pelanin dikit napa sih. " protes Rafa karna lukanya ditekan Hani.


"Udah pelan ini, aku khawatir tau bandel sih jangan ikut untung ngak kayak Rafi. " balas Hani dan Rafa langsung memeluk kepala Hani agar berada dipelukannya.


"Iya maaf, lain kali bakalan hati-hati sayangku cintaku yang cantik. " ucap Rafa membuat yang lain geleng-geleng.


 Bersambung......