Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 44


Satu jam kemudian....


Rafi duduk dibawaha pohon depan kelas sambil menghela nafas, karena berkat bantuan Hana ketiga lomba bisa selesai dan Hana datang dengan dua minunan serta nasi bungkus.


"Lon makan dulu gih, yang lain juga pada makan. " sahut Hana dan duduk disamping Rafi sambil menyerahkan nasi serta minuman.


"Iya, elo kok tau gue makan nasi bungkus Belut? " tanya Rafi dan menatap Hana yang membuka botol minum.


"Lo kan sibuk, mana sempet kantin jadi gue beliin lo nasi bungkus. " jawab Hana dan yang lain datang dengan nasi bungkus beserta minuman dan cemilan.


"Makasi ya belut udah ngertin gue, lo emang pacar idaman gue. " ucap Rafi mendapat sorakan dari yang lain.


"Calon Fi, perasaan lo kan ngak diterima ama Hana. " sahut Rafa dan membuka bungkusan nasi.


"Fa mulut lo ngak bisa di jaga ama gimana, kasihan Rafi yang masih jones. " balas Venus kesal dan makan nasi bungkusnya.


"Han emang ngak ada kesempatan apa buat Rafi biar bisa milikin lo? " tanya Galang dan menatap Hana yang menyuapi Rafi.


"Ada, itu pun kalau si galon mau perjuangin gue. " jawab Hana membuat Rafi tersenyum.


"Apaan? " tanya Hani dan Santri serempak, Galih dan Gilang geleng-geleng kepala.


"Sabar donk, habis makan oke atau nanti direstoran. " jawab Hana dan minum airnya.


Rafi serta yang lain pun makan dengan diam dan saling suapi pasangan masing-masing, Rafi selesai pertama diikuti para cowok lalu minum air.


"Oh ya kemaren gue liat cewek bertopeng loh disekitar rumah sakit. " sahut Galang yang heboh.


"Cewek bertopeng? Cantik gak yang? " tanya Venus dan minum airnya.


"Cantik, tapi persis kayak Hana. " jawab Galang dan Hana hampir tersedak air minumnya.


"Terus apa lagi? " tanya Santri dan melipat kertas nasi.


"Ya gak tau, dia ngejar truk yang membawa semua anak jalanan. Rafi juga ikutin dia tuh," jawab Gilang dan bersendawa kecil.


"Gimana Fi lo ngak niat kenalin dia ke kita? " tanya Hani yang mulai penasaran dengan sosok Biru.


"Niat, cuma gue ngak tau kapan ketemu dia lagi. " jawab Rafi dan menatap berkas yang ditangan Hana.


"Ya sayang banget, gue pengen kenalan ama tuh cewek. " sahut Rani dan para cowok mulai membuang sampah.


"Galon sekarang yang tanding putsal, bulu tangkis kan? " tanya Hana dan menatap Rafi.


"Iya belut, lo jadi wasit di bulu tangkis. Biar kita bisa pulang capek gue, Lang dan Galih panggil yang ikut tanding biar cepet. " jawab Rafi dan Galang serta Galih menjalankan tugasnya.


Setelah beberapa menit keduanya kembali dengan empat belas orang, Rafi berdiri dan langsung menuju lapangan masing-masing. Hana juga bangkit dan menuju lapangan bulu tangkis, Rafa dan para cewek hanya menonton sambil makan cemilan ponsel Rafa berdeting bertanda chat masuk dengan cepat ia mengambil ponselnya.


Ayahku.


Send.


^^^Rafa.^^^


^^^"Sekitar lagi dua jam ayah, kenapa? " ^^^


^^^Send.^^^


Ayah.


"Ngak papa, nanti saja saat direstoran Fa. "


Send.


^^^Rafa.^^^


^^^"Oke yah. " ^^^


^^^Send.^^^


Chat pun berakhir dan Rafa benar-benar penasaran dengan Rayen, ia bangkit dan menghampiri Rafi dan menepuk bahunya lalu memperlihatkan chat sang ayah.


"Oh itu gue tau maksudnya ayah. " sahut Rafi dan


Priiittt....


"Istirahat dulu, baru tanding lagi. " sambung Rafi dan jalan menuju tempat para cewek.


"Jadi maksud ayah apaan Fi? " tanya Rafa dan menarik tangan Rafi.


"Emm ayah mau jodohin lo ama anak temennya. " jawab Rafi membuat yang lain terkejut.


"Whaaat? Rafa dijodohin. " pekik para cewek serempak.


"Yang kau beneran mau dijodohin? " tanya Hani dan mengguncang lengan Rafa.


"Aku ngak tau sayang, kalau pun iya aku bakalan tolak ini bukan jaman Siti nurbaya. Ayo kita pulang dan perjuangin cinta kita," jawab Rafa dan menarik tangan Hani untuk pulang.


"Hahhaha, mau aja gue kibulin lo. " tawa Rafi pecah melihat wajah sang kakak.


"Galon lo bener-bener kebangetan jadi adek. " sahut Hana dari atas pohon, membuat yang lain mendongak.


"Buset, turun apa Han. Kagak takut ama ulet bulu? " tanya Santri melihat Hana diatas pohon ketapang.


"Ya takut, galon tangkep gue ya. Gue mau loncat nih. " jawab Hana dan melompat kearah Rafi yang belum bersiap.


Bersambung....