
"Cewek belut? " tanya Gilang, Galih dan Rafa serta Galang serempak lalu saling pandang.
"Iya, yang sok ceramahin gue diresto. " jawab Rafi ketus pas Hana masuk kelas, dengan wajah sedikit pucat.
"Terserah elo mau bilang gue apa, seenggaknya gue udah kasih lo mikir kan cowok galon. " sahut Hana dan Gilang langsung bangkit, lalu jalan menghampiri Hana yang menyimpan tas.
"Ana lo ngak papa? Kok wajah lo pucet? "tanya Gilang dan menyentuh kening Hana yang panas.
"Gue gak papa kok pak dokter, gue demam biasa ntar juga hilang. " jawab Hana setengah berbisik pada Gilang.
"Lang ngapain lo perhatian ama tuh belut, paling dia caper doang ama lo sini buruan. " protes Rafi membuat keduanya menatap kearah Rafi yang menatap keduanya.
"Kalau lo sakit ke uks aja ya, gue gak mau lo pingsan oke. " ucap Gilang dan Hana mengangguk, Gilang pun kembali ketempat para cowok berada.
"Dan lo botol galon, tunggu pembalasan gue nanti. " ancam Hana dan menatap Rafi lalu duduk dibangkunya lalu bel pun berdering.
...Melihat senyumanmu...
...Buat aku tersipu...
...Melihat lirikanmu...
...Buat ku malu-malu...
Dua jam kemudian....
Kriiiing....
Bel istirahat berbunyi membuat semua murid lega untuk kekantin, para cowok dan cewek keluar kelas lalu jalan dikantin. Rafi jalan paling belakang dan Hana juga jalan disamping kiri Hami, Venus menatap para cowok jalan lambat dengan sengaja Venus menerobos jalan mereka.
"Venus lo jalan tuh pelan-pelan dikit napa. " sewot Galang dan Venus jalan mundur sambil meleletkan lidahnya.
"Sory ya, gue udah laper soalnya, ayo gaes. " ajak Venus dan Rani, Santri, Hani serta Hana menyenggol para cowok.
Hana menoleh kearah Rafi dengan senyuman menyeringai, membuat Rafi terkejut bukan main kalau Hana bisa menyeringai seperti tantenya Kirana.
"Dada botol galon gue duluan ya. " ledek Hana dan langsung lari mengejar yang lain, sedangkan Rafi geram dan ingin cari tau tentang Hana.
"Ana siapa yang lo bilang botol galon tadi? " tanya Hani dan Venus serempak dan memesan makanan.
"Itu, si cowok gak senyum cocok loh. " jawab Hana dan terkekeh, membuat Rani juga ikut terkekeh.
"Wah parah lo Ana, nama orang lo ganti. " sahur Santri dan membuat jus sendiri.
"Bodo amat, nama gue juga diganti ama botol galon. " balas Hana dan mengambil pesanan.
"Nama dia belut. " sahut Rafi dan duduk disamping Rafa yang sederet dengan para cewek.
"Heh botol galon, bisa gak usah ganti nama gue? " tanya Hana kesal dan menatap Rafi.
"Kagak, mendingan gue makan. " jawab Rafi telak dan mulai makan, yang lain geleng-geleng melihat keduanya perang mulut.
...Kaulah cintaku anugrah tuhan.......
...Terindah belahan jiwaku.......
...Kau mahatariku menyinari bunga......
...Cinta didalam hatiku.......
"Udahan dulu ya, makan dulu ntar habis makan silakan perang lagi oke. " sahut Galih dan melarai keduanya agar tak perang.
Mereka pun makan dengan sedikit tenang meskipun suara berisik dari siswa yang lain, Galang terus mencuri pandang terhadap Venus sambil memikirkan cara untuk minta maaf.
"Venus. " panggil Galang membuat yang lain menileh termasuk si empu.
"Hmm. " sahut Venus lalu melanjutkan makannya lagi, serta rombongan osis mulai memasuki kantin.
"Ya gaes semuanya kami ada pengumuman, yang mau jadi osis serta yang lain silakan mendaftar ini formulirnya. Karena yang lama akan diganti lalu yang jadi dokter juga ada termasuk beasiswa yang didapat jika lolos silakan dilihat. " teriak ketua osis membuat Galang kesal.
...Takkan ku biarkan waktuku......
...Berlalu tanpamu.......
...Aku ingin selalu dapat merasakan......
...Cinta selalu dapat menjaga hatimu......
(Sial, gagal dah gue minta maaf. ) batin Galang dan makan lagi.
Para osis mulai membagikan formulir osis dan kedokteran, kepada seluruh penghuni kantin Hani dan Venus melihat-lihat formulir kedokteran lalu menggeleng. Hana juga menatap formulir lalu Rafi dan Rafa yang masih menatap formulir.
"Botol galon lo cocok deh jadi osis. " sahut Hana dan makan mienya membuat yang lain saling pandang lalu lanjut makan lagi.
***Bersambung....
Ayo para pembaca jangan ketinggalan ya ceritaku yang baru***...