
"Gue ada satu jam tapi. " sahut Santri dan main game di ponselnya.
"Gue juga ada tiga jam malah. " jawab Venus dan menatap sekeliling.
"Gue juga ada, yang gak ada kelas balik duluan aja ya jangan saling tunggu. " ucap Rafa yang dari tadi diam karena main game sama Hani.
"Hmm ngak ah, gue mau lihat perpustakaannya kayak gimana, ada yang mau ikut? " tanya Galang yang tidak ada jam kuliah lagi.
"Hmm boleh juga tuh, sekalian pinjem buku yang belum kita pelajari. " balas Galih dan tersenyum.
"Ya udah bayar yuk, galon biar gue yang bayar lo tunggu diteras kelas aja. " sahut Hana dan mereka pun berdiri, lalu jalan menuju penjual.
"Fi lo mau beli apa lagi nich? " tanya Venus dengan sedikit teriak karena kantin kampus ramai.
"Es putar dan kentang goreng. " jawab Rafi dan keluar kantin dengan perlahan.
Rafa dan yang lain keluar kantin, Hana duduk disamping Rafi yang menatap gedung kampus.
"Galon lo kenapa? " tanya Hana dan memberikan cemilan Rafi.
"Hmm ngak papa, tapi aku merasakan kalau lo ama gue bakalan berpisah sangat lama. " jawab Rafi dan menerima cemilan dari Hana.
Deg...
Jantung Hana berdebar dan ponselnya juga bergetar pertanda chat masuk, dan Hana mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengechatnya.
KetuaKirana.
"Han sepulang dari kampus, kau mampir kehutan barat. Aku merasakan ada harimau yang sekarat. "
Send.
^^^Hana.^^^
^^^"Baiklah, aku akan cek kesana sepulang dari kampus dan sebagai Biru. " ^^^
^^^Send.^^^
KetuaKirana.
"Satu lagi jika dia bisa bicara tanyakan apa yang terjadi. "
Send.
^^^Hana.^^^
^^^"Oke ketua. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir dengan perasaan Hana yang mulai tidak enak, Rafa bisa melihat ke khawatiran Hana.
"Siapa yang chat lo? Ada misi lagi atau apa? " tanya Venus bertubi-tubi yang ternyata memperhatikan Hana.
"Maksud lo Han? " tanya Gilang dan makan snacknya lagi.
"Gue ditugasin buat cari harimau yang lagi terkena racun, dan lo semua ntar balik aja duluan kerestoran kalau ngak ada jam keliah. " jawab Hana dan berdiri lalu jalan masuk kelas, mereka pun berpisah untuk menuju jurusan masing-masing.
"Belut gue ikut lo boleh? " tanya Rafi dan duduk didepan Hana.
"Lo mau mati? " Tanya balik Hana dan mengeluarkan bukunya.
"Ya enggaklah, terus lo sendiri gimana kan bahaya? " tanya Rafi dan kesal karena tak bisa ikut kekasih hatinya.
"Ya jangan ikut, gue ajak Kinan atau Gendis. " jawab Hana dan dosen pun masuk untuk mengajar.
Dua jam kemudian...
Kelas yang lain sudah keluar dan tak mengajar lagi, Hana keluar duluan dan menyamar kembali menjadi Biru sosok yang selama ini menghilang.
Hana jalan kilat menuju hutan barat, dan disana sudah ada Kinan serta Gendis dalam ujud harimau.
"Ayo kit masuk dan cari sampai dapat. " ucap Hana dan jalan duluan diikuti Kinan dan Gendis.
Sementara direstoran....
Rafa dan yang lain mulai disibukkan dengan kedatangan para pelanggan, sedangkan Rafi berada di dapur untuk cuci piring menggantikan Hana yang sedang kehutan.
"Fi lo istirahat aja sana, ntar kaki lo kram lagi pakek berdiri. " saran Hani yang membantu Rafi.
"Gue masih kuat kok, ntar kalau dah mulai sakit baru gue duduk. " jawab Rafi dan Venus datang dengan setumpuk piring kotor.
"Fi gantian aja, biar tante yang cuci ya. Kau makan duduk dulu ya," sahut Keyla dan Rafi hanya mengangguk mengiyakan lebih tepatnya terpaksa.
"Ana mana kok ngak ikut kalian kesini? Pulang kerestoran Sammy ya Ni? " tanya Keyla pada Hani yang mengelap piring.
...Andai aku bisa memutar waktu.......
...Aku tak ingin mengenalmu.......
...Mengapa ada pertemuan itu.......
...Yang membuat aku mencintaimu......
"Hana lagi dapet tugas dari tante Kirana untuk menolong harimau dihutan tante. " jawab Hani dan menyimpan piring.
"Hana kehutan sendirian Hani? " tanya Kesya dan meletakkan pesanan pelanggan dinampan.
"Ngak Tante, Hana sama Gendis dan Kinan. " jawab Hani dan meletakkan kan piring.
Mereka pun kembali melayani para pelanggan, Rafi juga ikut sibuk meski sedang dikasir mempermudah membantu kakinya bergerak.
Bersambung....