
(Bener juga, tapikan menata hati butuh waktu yang lama. ) batin Rafi yang masih terdiam.
"Tapi Hana, menata hati yang hancur gak gampang loh? " tanya Gilang sambil menatap Hana yang mengambil pesanan.
"Ya, mana gue tau cari sendirilah. " jawab Hana dan tersenyum sambil melirik Rafi.
"Wah parah lo Han, kasi solusi cuma setengah-tengah. " sahut Hani dan tertawa melihat tingkah Hana yang jahil lagi.
"Raf mendingan lo jomblo aja selama empat tahun, ya sambil menata hati lo juga. " balas Santri sambil terkekeh.
"Ha, hahahha. Setuju gue ama saran lo San. " ledek Venus sambil terbahak membuat yang lain ikut tertawa.
Rafi diam-diam mulai sedikit tersenyum meski tipis, dan Hana melihat senyuman tipis dibibir Rafi. Bintang juga melihatnya Hana menghampiri Rafa dan Rafi lalu menarik ujung baju keduanya, hingga keduanya menatap Hana yang membawa dua nampan.
"Kita punya nama Hana. " sahut Rafa dan Hana menyodorkan nampan berisi makanan.
"Bodo amat dan gue lagi males kenalan, bawain nich gue mau kebelakang dulu. " balas Hana dan keduanya menerima nampan, Hana langsung lari kebelakang.
"Dasar cewek belut. " umpat Rafi dan jalan menuju pelanggan, Rani dan Hani geleng-geleng kepala melihat keduanya.
Mereka pun melayani pelanggan dengan tenang Rafa menghampiri Hani yang kesulitan bawa banyak piring ditangannya, dengan sigap Rafa membantu Hani membuat si empu menatap tangan kekar Rafa lalu beralih menatap wajah Rafa yang tersenyum. Rafa pun mengambil sebagian piring dari tangan Hani lalu jalan menuju dapur, Hani juga ikut tersenyum dan sambil melihat kearah dapur
(Gantengnya, eh gue mikirin apa sih? Mungkin dia udah punya pacar) batin Hani dan menghela nafas.
MALAM PUN DATANG....
...Aku mengerti......
...Perjalanan hidup ...
...Yang kini kau lalui......
...Ku berharap...
...Meski berat...
...Kau tak merasa sendiri...
Dikediaman Rayen....
Keluarga kecil Rayen sudah selesai makan malam, Bintang membereskan meja makan dan Rayen menatap Rafi dan Rafa saling diam membuat ia juga bingung terhadap keduanya.
"Pa, Hana sakit apa sih? Sampai tante Keyla perhatian banget. " tanya Rafa dan menatap Rayen.
"Dasar cewek belut, sok ceramahin gue padahal dia sendiri masih sakit. " umpat Rafi dan kesal.
"Rafi dia punya nama, kenapa dipanggil gitu? " tanya Bintang dan duduk disamping Rafi.
"Bodo amat, dan dia cerewet bun. " jawab Rafi dan bangkit lalu jalan menuju kamarnya.
"Oh ya Fa kasi tahu adikmu itu, besok bangun pagi dan ayah antar kalian kesekolah yang baru. " ucap Rayen dan Rafa tersenyum.
"Rafi udah denger yah, disana ada osisnya kagak? " tanya Rafi datar.
"Ada kayaknya dan udah mau diganti, mau daftar kau? " tanya balik Bintang dan menatap Rafi yang dianak tangga.
"Enggak bun. " jawab singkat Rafi dan duduk dianak tangga.
Rafa menguatak atik ponselnya chatan dengan Gilang, dan sambil tersenyum lalu ponsel Rafi berdering lalu ia melihat siapa yang mengechatnya malam-malam.
"Bang lo kenapa senyam-senyum gak jelas? Lo punya pacar ya? " tanya Rafi sambil menebak.
"Kagaklah, ya kali gue punya pacar baru sehari disini. " jawab Rafa dan melirik Rafi.
"Ya udah Bunda sama Ayah keruang tv ya. " pamit Bintang dan Rayen berdiri sambil membawa ponselnya.
"Oke Bun yah. " ucap Rafa dan tersenyum, Rayen dan Bintang pun menuju ruang tv, Rafi berdiri dan menaiki tangga lalu masuk kamar diikuti Rafa yang sambil lari.
Ditempat lain....
Venus, Santri, Hana, Hani dan Rani sedang mengerjakan tugas kimia dengan masing-masing, Hana pun dijemput kekontrakan oleh Santri agar Hana menginap dengan senang hati Hana mengiyakan ajakan Santri.
"Oh ya San, kapan osisnya diganti? " tanya Rani selaku bendara osis.
"Kayaknya bulan depan, kalau kagak salah. " jawab Santri dan menulis jawabnya.
"Ye lu mah, baru kayaknya belum tentu bener. " sewot Hani dan menoyor kepala Santri.
"Oh ya gaes kalau kita bersahabat aja gimana? " tanya Venus dan menatap yang lain.
"Kalau sahabat itu gak boleh ada rahasia-rahasia loh. " sahut Hani dan menatap yang lain bergantian.
Bersambung....