Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 38


"Siap pak, saya akan disini dua puluh empat jam kalau perlu. " ucap Gilang dan tersenyum.


"Mari ikut saya pak buk. " ajak dokter Satria dan jalan duluan ikuti Rayen serta Bintang setelah mengelus kepala Rafi.


"Apa Hana bisa dijenguk dokter? " tanya Galang dan Venus yang habis menangis.


"Maaf untuk sekarang belum bisa, tapi nanti saat Hana melewati masa kritisnya. " jawab Gilang dan menatap Venus serta Santri yang berpelukan karna sedih melihat Hana.


"Mendingan lo pada balik aja, biar gue ama Gilang yang jaga Hana disini kalian pasti capek kan. " sahut Rafi sedikit dingin membuat Rafa menatap Rafi.


"Tapi kalau Hana udah dipindahin keruang rawat kabari kita semua ya. " balas Rani dan menghapus air matanya.


"Pasti, Fa anterin cewek gue balik ya, kayaknya gue tidur dirumah sakit. " balas Gilang dan Rafa mengangguk.


"Ya udah, kita pulang dulu besok kita kesini biar Hana dapet istirahat juga. " ajak Rafa dan yang lain mengangguk Santri salim tangan dengan Gilang, Gilang juga mencium kening Santri lalu mereka pun pulang.


...Ku terbangun dari mimpi.......


...Burukku semuanya ada dipikiranku.......


...Tak menyangka usai......


...Sudah cerita cinta... ...


PAGI PUN DATANG....


Tiga hari kemudian....


Sudah tiga hari Hana terbaring dirumah sakit dengan kondisi yang belum ada perubahan, Rafi juga enggan untuk tersenyum bicara hanya seperlunya. Gilang yang sebagai dokter juga berusaha keras sampai-sampai meminta Damar serta Kinara datang ke Bandung, untuk membantu memulihkan kondisi Hana Bintang sebagai bumda Rafi sedih melihat keadaan Hana yang tak kunjung sadar.


...Berusaha untuk melupakannya.......


...Namun percuma tak bisa.......


...Melepaskannya.......


...Terdiam diriku disini......


Dirumah sakit....


"Han bangun, kau ngak mau liat Rafi tersenyum lagi dia berubah seperti dulu. " sahut Kinara dan Hana membuka matanya perlahan menbuat Kinara tersenyum.


"Ssstt, aduhh. " lirih Hana mencoba bangun tapi kepalanya langsung berdenyut membuat ia tidur lagi.


"Jangan gerak dulu, kau baru sadar dari koma selama tiga hari. " sahut Damar yang baru masuk dengan Gilang.


"Iya dok, kepala Hana pusing dan kok om sama tante disini? " tanya Hana lirih dan menatap Kinara dengan mata sendunya.


"Iya, aku langsung datang setelah dikabari Gilang. " jawab Kinara dan mengelus kepala Hana.


"Galon mana dokter? " tanya Hana yang tak melihat Rafi dan yang lain.


"Dia disekolah sibuj bikin proposal meeting kelas. " sahut Gilang dan Kinara melepaskan alat oksigen dimulut Hana.


"Haus bang, boleh minum ngak? " tanya Hana lirih dan Gilang tersenyum lalu mengangguk.


"Boleh, yang penting sudah buang angin. " jawab Gilang dan Hana menganguk.


Gilang langsung meraih air minum yang diberikan oleh susternya, Kinara juga membantu Hana duduk lalu menyuapi Hana minum hingga tandas.


"Buset lo kayak udah minum air setahun aja lo Belut. " ledek Rafi dari arah pintu kamar bersama Bintang, dan Bintang langsung menepuk bahu Rafi.


"Gue ngak minum tiga hari galon, wajar kalau gue habisin. " sewot Hana dan kembali berbaring dengan dibagian kepala sudah sedikit tinggi.


"Kalian ya udah ketemu perang mulu dah, giliranĀ  gak ketemu aja udah saling kangen. " sahut Gilang dan mendapat plototan dari Rafi dan Hana yang menatapmya datar.


"Hey, gimana masih sakit atau masih pusing sayang? " tanya Bintang dan duduk ditepi ranjang Hana.


"Udah mendingan kok tante, dan buat om ama tante maaf ngerepotin kalian. " jawab Hana dan Damar serta Kinara tersenyum.


"Ngak papa kok, sekalian bulan madu dibandung. " ucap Damar dan mengelus kepala Hana, pintu terbuka membuat yang didalam menatap kearah pintu yang ternyata ada Rafa serta yang lain datang.


"Hana... " pekik semuanya yang ingin memeluk Hana, tapi dihadang oleh Gilang dan Damar.


"Kalau mau peluk Hana satu-satu, soalnya Hana belum pulih. " peringat Gilang dan membuat para cewek cemberut.


Bersambung..