
Rafi serta yang lain menatap cara Hana makan, dan berniat ingin mengikutinya tapi takut ketahuan Hana.
"Lo pada kok ngak makan? Dan liatin gue makan lagi? " tanya Hana heran melihat yang lain diam.
"Ini lagi makan, cara lo makan kok beda ya? " tanya Hani dan Venus serempak.
"Oh itu, udah tradisi setiap geng. berdoa dulu baru minum air terus baru makan, kenapa aneh ya? " tanya Hana dan menatap yang lain bergantian.
"Kagak belut, gue ama yang lain boleh ikutin cara lo makan ngak? " tanya Rafi dan menatap Hana.
"Boleh dong, buruan makan keburu dingin. " jawab Hana dan mulai makan diikuti yang lain.
"Belut anggotanya tante Kirana berapa? " tanya Rafa dan menggulungnya lalu masuk kedalam mulutnya.
"Hmm, ada lima ratus kalau ngak salah. Soalnya gue ngak netep dimarkas. " jawab Hana dan minun jusnya hingga setengah.
"Ngak kebanyak Han segitu? " tanya Gilang dan Hana tersenyum.
"Makan dulu, baru ngomong lagi. " jawab Hana santai dan Santri sudah selesai makan.
"Gue udah selesai makan, berarti gue boleh nanya banyak dong. " sahut Santri membuat yang lain menatapnya.
"Silakan mau nanya apa. " balas Hana dan minum kuah baksonya.
"Aturan apa yang paling ngak bisa lupain? " tanya Venus semangat membat Galang tersemyum.
"Dikeluarin secara tidak hormat, itu artinya gue gagal sebagai anggota. " jawab Han dan mulai merasakan sesuatu akan terjadi.
"Lo ngak takut dihukum push up dan dicambuk? " tanya Galih dan Santri serempak membuat yangblain terbahak.
"Kompak bener lo bedua, kagaklah gue ngak pernah bikin salah jadi ngak ada hukuman. " jawab Hana dan menyimpan sendoknya.
"Hebat lo Han, udah selesai bayar yuk. " ajak Rafa dan diangguki yang lain, lalu jalan membayar makanan.
SIANG PUN DATANG..
Rafi dan yang lain sudah ada direstoran kecuali Hana yang mengatakan, ingin datang kerestoran Sammy dan sekitar lima puluh orang datang masuk dan langsung duduk membuat Rayen serta yang lain terbengong.
"Ada yang bisa kami bantu? " tanya Rayen melihat salah satunya mendekat.
"Oh Hana dia belun datang, mau om telfonkan atau? " tanya Rayen dan Raffael menggeleng.
"Ngak usah om Rayen, kami tunggu saja dan tuan Rafi kenapa kok bengong? " tanya Raffael dan Rafi langsung terkesiap.
"Eh, enggak papa. Cuma kaget aja. " jawab Rafi dan duduk didepan meja kasir, Hana datang dengan Sammy serta sepuluh orang lagi.
"Han mereka siapa lagi? " tanya Venus dan Hana hanya tersenyum.
"Mereka semua anggota BlackCard dan Cardwhiter Ve. " jawab Hana dan sukses membuat yang lain menganga.
"Buset banyak banget, semua bawa motor kesini atau bawa mobil? " tanya Gilang melihat anggota Hana.
"Kami naik mobil tiga puluh orang, sisanya bawa motor. " sahut Rafiel yang wajahnya persis seperti Rafael.
"Sudah makan semua atau belum? " tanya Hana dan duduk disamping Rafi, yang lain tau kalau nona Hana mereka menyimpan rasa terhadap tuan Rafi.
"Sudah nona, jadi apa rencanamu nona? " tanya Rafael dan menatap Hana.
"Hmm galon, gue rubah rencana lo ya soalnya tadi gue kesana hampir terjadi pelecehan. " jawab Hana dan bertanya.
"Elo kesana sendiri, kalau elo ketahuan gimana belut gue yang cantik. " sentak Rafi sedikit meninggikan suaranya membuat Hana memplototi Rafi.
Pletak.....
"Elu ngak usah ngegas juga kali galoon, maka dari itu kita rubah rencana lo. Elo ama yang lain tetap ikut paham. " sewot Hana setelah menjitak kepala Rafi.
"Stt, sakit nona belut. " ucap Rafi dan mengelus kepalanya.
"Oke, galon, Galang, Galih, Rafa dari sekarang kita nyamar dan menyebar. Terus Rafael kau dan sepuluh anggota lainnya, ikut menyamar biar para preman itu terkecoh. Rafiel kau dan Rommy menyamar menjadi para preman itu, Galon dan yang lain udah aku kasiih gelang jps kalau mereka dipisah sisanya ikuti jangan samapi hilang jejak mengerti kalian. " terang Hana membuat yang lain mengangguk.
"Kami paham ketua. " sahut semuanya dan berdiri memberi hormat tanda mengerti.
"Elo ngak ikut Han? " tanya Rani dan Hana menunduk menatap jam yang diberikan Icha.
Bersambung.....