
"I love you too Raind. " balas Hani memanggil nama terakhir Rafa, Rafa sendiri tersenyum lalu memakaikan kalung dileher Hani.
"Ye abang gue punya pacar, hui. " sorak Rafi dengan tepuk tangan diikuti yang lain.
"Selamet ya bro moga langgeng. " sahut Gilang langsung merangkul Rafa.
"Makasi ya gaes. " balas Rafa dan Hana berdiri dihadapan Rafa dengan tatapan horor membuat keduanya merinding.
"Bang Rafa dan lo Gilang kalau kalian berani nyakitin kedua sahabat gue, pusaka kalian gue sunat sampai habis. " ancam Hana dab Rafa menggangguk.
"Oke gue gak bakalan nyakitin Hana dan Santri janji. " ucap keduanya serempak sambil tersenyum.
"Hana sini! " panggil Kirana dan Hana menoleh kearah Kirana yang menunjukan sebuah foto, yang lain ikut menatap foto yang dipegang Kirana.
"Misi lagi, pasti orang hilang atau pencuri? " tanya Hana dan Kirana langsung tersenyum devil.
"Tepat sekali, dia pencuri yang cukup cerdik aku dan mas Yusra kewalahan jadi ini tugasmu. Jalan kan tugas ini setelah lulus. " jawab Kirana dingin dan serius.
"Terus fasilitasku kapan dibalikin, kangeb pakek mobil tau? " tanya Hana kesal dan Rafi hanya menatap Hana yang bicara dengan tentsnya.
"Nanti setelah kau balik dari bandung. " jawab Kirana ketus membuat Hana menghela nafas.
"Terserahlah. " jutek Hana dan jalan kebelakang, dan Rafi menatap Hana yang menghilang dipintu dapur.
"Jadi Hana geng card whiter dan blackcard? " tanya Venus dan Santri serempak membuat Kirana mengangguk.
"Iya, tapi Hana mendapat misi khusus dan Hana mendapat honor yang lumayan. " jawab Kirana dan membawa piring kotor milik dirinya dan Yusra.
Kirana kembali dengan Hana yang ngambek karna fasilitasnya masih ditahan sang ketua, Rafi kembali duduk dan makan steak lagi Hana menatap Rafi yang diam saja sambil makan. Lalu duduk disamping Rafi yang makan.
"Kali ini berapa imbalannya ketua yang cantik? " tanya Hana dingin dan mengaduk jusnya.
"Kalau berhasil dalam satu minggu dua puluh juta. " sahut Yusra dan menatap Hana yang diam.
"Tapi kalau satu bulan, belum berhasil berapa? " tanya Galang dan menatap Yusra.
"Lima belas juta, jadi kalau dua bulan gak ada laporan berarti Hana gagal. " jawab Kirana dan Hana bersandar dibangku.
"Belut gue kecewa ama lo. " sahut Rafi membuat Hana menoleh kearah Rafi yang bangkit lalu menuju kamar dapur.
"Galon woi. " panggil Hana dan Rafi tak menggubris panggilan Hana.
"Besok kita bujuk dia, balik yuk. " ajak Rayen dan yang diangguki yang lain dan membereskan meja lalu mengunci restoran.
MALAM PUN DATANG....
Dikediaman Rayen.....
Sampai rumah Rafi langsung masuk kamar dan Bintang sudah membujuk Rafi untuk makan malam, tapi Rafi enggan untuk keluar kamar karna rasa kecewanya terhadap Hana.
"Galon elo sampai kapan mau ngurung diri? " tanya teriak Hana yang datang dengan Rafa.
"Selamanya kalau perlu. " jawab Rafi membuat Hana kesal bukan main.
"Ya udah, kalau elo ngak mau keluar. Gue dobrak nich pintu satu. " ucap Hana dan Rafi madih enggan buka pintu.
"Dua. " sahut Kirana dan menendang pintu, Yusra terkekeh melihat tingkah calon istrinya.
"Fi elo kalau mau kecewa ya silakan, tapi salah siapa yang gak nanya siapa Hana? Dan ngak cari tau jati diri Hana? " tanya Rafa dan Rafi berdiri dibalik pintu.
"Iya salah gue, tapi kan si belut bisa jujur ama gue bang. " balas Rafi dan membuka pintu kamarnya.
"Galon gue yang ganteng, elo ngak nanya ama gue. " sewot Hana dan berdecak pinggang sambil menatap Rafi.
"Iya soryy, gue juga salah. " ucap Rafi dan Hana tersenyum karna Rafi mengakui kesalahannya.
"Kalau udah ngak nganbek, isi dulu perutmu itu pasti cacingnya pada demo minta diisi. Dan Hana udah masakin makanan kesukaanmu. " sahut Rayen dan Bintang tersenyum melihat perubahan Rafi.
"Iya nich yah, Fi laper banget. Ayo kedapur belut. " ajak Rafu dan menyeret tangan Hana, lalu jalan menuju dapur.
Bersambung....
Jangan lupa like dan Vote....