Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 40


"Belut gue mau jujur ama lo. " sahut Rafi dan menarik nafasnya agar tenang.


"Apa? " tanya Hana dan Rafi menatap dalam mata teduh Hana, Rafa dan yang lain menatap Rafi yang gugup plus grogi.


"I Love you belut, gue sayang dan cinta ama lo lebih dari sahabat belut. Lo mau kan jadi pacar gue? " tanya Rafi serius membuat jantung Hana berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Hahahaaa, e-elo bercandakan galon mana mungkin lo cinta ama gue yang yatim piyatu? " tanya Hana balik membuat yang lain terkejut.


"Gue cinta ama lo tulus, dan gue ngak mandang materi ama harta. Terus kenapa kalau lo yatim piatu gue, Rafa, ayah dan bunda juga ngak masalah kok belut. " jawab Rafi dan Hana menarik tangannya dari tangan Rafi.


"Gue cuma anggep lo sahabat gak lebih galon, lagian kalau pun gue punya rasa yang sama ama lo, percuma gue gak bakalan bisa milikin lo seutuhnya. " ucap Hana dan membelakangi Rafi seraya memegang pegangan brangkarnya.


"Maksud lo apa Han? Gak bisa milikin Rafi seutuhnya? " tanya Rafa dan Hani menatap Hana iba.


"Sebenernya tujuan gue datang kebandung adalah misi dari ketua Kinara, misi untuk melunturkan bongkahan es dihati galon untung kembali hangat dan misi gue berhasil. " jawab Hana dan menunduk.


"Apa lo ngak bisa beri gue kesempatan belut? " tanya Rafi dan menarik tangan Hana agar berbalik.


Hana berbalik lalu menatap mata biru Rafi,"gue ngak bisa janji galon, gue ngak bisa memberi harapan yang belum pasti dan gue takut lo nanti kecewa. " jawab Hana dan menghela nafas.


(Gue bahagia lo jujur galon, tapi gue ngak pantas bersanding ama lo. ) batin Hana hampir menangis.


Triiiing.....


Ponsel Hana yang dimeja samping ranjangnya berdering, dengan cepat ia mengambil lalu melihat siapa yang menelfon lalu menggeser tombol hijau.


"Hallo Hana! " sapa Kirana yang sedang memasang engset kecil ditelinganya.


"Ya ketua, ada apa? " tanya Hana dan menahan tangan Rafi yang ingin pergi.


"Maaf aku tidak bisa datang, bagaimana keadaanmu sudah mendingan? " tanya Kirana dingin.


"Aku udah mendingan, ada apa ketua? Sepertinya kau menyimpan sesuatu tapi ragu untuk bilang padaku. " tanya Hana dan menspeaker panggilan.


"A-apa semua anak pengemis jalanan hilang tante? " tanya Rafa dan terkejut.


"Iya Fa, tante bingung harus gimana dan tante sebenarnya ingin mengutus Hana. Tapi Hana baru pulih Fa," jawab Kirana dan menghela nafas.


"Maaf tan kalau boleh Rafi dan kawan-kawan cowok ingin ikut menjalan misi ini ya anggap saja sebagai perpetualang. " sahut Rafi membuat Hana menatap Rafi tajam.


"Ide yang bagus, ya sudah sisanya Hana yang tau apa yang harus dia lakukan. " balas Kirana dan mematikan telfon sepihak.


Telfon berakhir Bintang mengelus bahu Hana, membuat si empu menoleh ke arah Bintang. Hani menghampiri Rafa lalu menginjak kaki Rafa, membuat si empu berteriak.


"Hani sayang kau melakukan kdrt pada pacarmu ini. " sahut Rafa sambil mengelus kakinya.


"Siapa suruh lo mengambil keputusan sepihak tanpa runding dulu hah. " sentak Venus tak ingin mereka kena bahaya.


"Han lalu rencanamu apa? " tanya Rayen yang bersidekap dada.


"Untuk saat ini Hana belum ada karna mendadak om, tapi Hana tidak akan tinggal diam saja. " jawab Hana dan menatap Rayen.


"Baiklah, ayo anak-anak kita pulang dulu biarkan Hana istirahat ya sorenya kita jenguk lagi. " ajak Rayen diangguki yang lain.


"Yah kok pulang sih, gue pengen nemenin Hana gaes. " tolak Rani dan Venus, langsung dirangkul pasangan masing-masing.


"Nanti sore kita kesini, sekarang kita jualan dulu ya. " bujuk Galih dan jalan keluar kamar diikuti yang lain.


SIANG PUN DATANG....


Hana menutup pintu rawat inapnya dan tak lupa dikunci, Hana menghela nafas lalu memakai jam tangan dari oma Icha. Hana memejamkan mata untuk mencari tau ucapan Kirana, tapi tak bisa karna Hana dilema.


"Penyamaran diaktifkan. " ucap Hana dan berpakaian serba putih biru, tak lupa jubah yang panjang serta dengan topeng putih biru lalu keluar kamar melalui jendela.