Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 59


"Udah, tapi ngak dibales ama dia. " jawab Santri dan jalan menuju dapur.


"Gal gue keluar bentar ya jalan kaki. " pamit Rafi dan bangkit langsung jalan perlahan keluar restoran.


"Hati-hati lo Fi. " teriak Galih dan mencatat pesanan pelanggan.


"Gal si galon mana? " tanya Rafa yang baru datang dari mall bersama Bintang dan Kesya.


"Keluar tadi Fa. " jawab Galih membuat Bintang menatap Rafa.


"Naik apa? " tanya Bintang yang mulai khawatir dengan Rafi.


"Jalan kaki tante. " sahut Venus dan Bintang menghela nafas.


Rafa pun membantu yang lain untuk melayani pelanggan yang makin ramai, Keyla dan Santri mempercepat cuci piring lalu mulai masak lagi untuk pelanggan.


SIANG PUN DATANG...


Ditempat Rafi...


Rafi duduk ditaman sambil menatap kaki yang masih dibalut dengan gips, ia menghela nafas dan meluruskan kakinya yang terasa ngilu.


"Ngapain lo disini? " tanya Sammy yang diminta Hana untuk datang.


"Nyari angin bang. Bang belut gue kerja ditempat lo kagak? " tanya Rafi dan Sammy duduk disamping Rafi.


"Gue bakalan jawab kalau elo jawab pertanyaan gue dengan jujur. " jawab Sammy membuat Rafi penasaran.


"Apaan? " tanya Rafi dan menatap Sammy, yang tersenyum.


"Kalau Hana dijodohin sama cowok lain, lo mau ngapain? Bunuh diri atau berjuang dapetin Hana dengan cara apa pun? " tanya Sammy serius dan menunduk.


"Ya berjuang lah bang, si belut cinta terakhir gue selain bunda dan mantan gue. Gue bakalan deketin belut lagi walaupun dipelet sekalian, Belut juga akan ikut berjuang ama gue biar dapet izin dari tante gue. " jawab Rafi dan Hana tersenyum mendengar ucapan Rafi.


"Galon! " panggil Hana yang ternyata berdiri dibelakang Rafi dan Sammy agak jauh.


"Belut lo kemana aja gue kangen perang ama lo tau, terus lo kerja dimana? " tanya Rafi bertubi-tubi dan jalan mendekat.


"Gue ngak kemana-mana kok, gue jadi bayangan lo aja. " jawab Hana dan tersenyum.


"Selesaiin masalah kalian baik-baik, gue balik keresto ya Fi Han. " pamit Sammy tang tak ingin ikut campur.


"Iya kak, Hana harus antar majikan Hana pulang dulu. " balas Hana dan Sammy pun bangkit, lalu meninggalkan keduanya ditaman.


"Iya udah ayo, lagian gue ada perlu ama bonyok lo. " balas Hana dan keduanya jalan menuju restoran Rayen.


Di restoran Rayen....


Sampai didepan pintu restoran Rafi menarik tangan Hana, membuat si empu menatap tangan kekar Rafi lalu wajah tampan Rafi.


"Kenapa galon? " tanya Hana dan menatap Rafi yang ragu.


"Lo masih jomblo kan belut? " tanya balik Rafi membuat Hana terkikik geli.


"Lo nyanya anrh banget galon, ya masihlah siapa yanh mau ama cewek kayak gue selain elo. " jawab Hana dan Rafi tersenyum mendengar ucapan Hana.


"Berarti lo terima cinta gue dong belut? " tanya Rafi dan Hana nyelonong masuk restoran.


"Idih, lo nembak gue aja kagak ada galon gue yang ganteng. " jawab Hana dan yang lain menatap keduanya yang adu mulut.


"Lah ada belut yang dirumah sakit itu apa kalau bukan nembak namanya? " tanya Rafi dan menarik tangan Hana hingga masuk kedalam dekapannya.


Deg...


Deggg....


Degg...


(Copot jantung gue kalau kayak gini. ) batin Hana dan menatap mata Rafi.


Hana melepaskan diri dari dekapan Rafi membuat yang lain terkekeh,"ya bukanlah galon. " jawab Hana dan duduk disamping Hani.


"Lo bedua ya ribut mulu, kemaren aja nyariin giliran udah ketemu perang lagi. " sahut Venus dan geleng-geleng.


"Galon yang mulai duluan tuh. " balas Hana dan Rafi duduk disamping Rafa.


"Udah cukup debatnya, mendingan lo pada makan dulu. " larai Santri dan membuat Rafi diam.


Mereka pun makan dengan tenang dan diam, Hana makan sambil menatap ponselnya yang menampilkam jps kesesuatu tempat. Rayen bisa melihat kebingungan Hana, Bintang juga merasakan hal yang sama.


"Han kau kenapa kok kayak bingung gitu? " tanya Bintang membuat semuanya menatap Hana.


"Hmm tante tau ngak ini didaerah mana? " tanya Hana balik dan melempar layar ponselnya keudara, yang lain pun lagi-lagi dibuat kagum oleh Hana.


Bersambung...