
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Sammy...
Hana sudah berada didapur untuk membuat sarapan untuk dirinya serta Sammy, ia juga memikirkan sang kakak yang berniat untuk membina rumah tangga.
"Pagi dek! " sapa Sammy dan mengelus kepala Hana.
"Pagi juga abang, bang Hana boleh tanya sesuatu ngak? " tanya Hana dan menata sarapan dimeja makan.
"Tanya aja kali dek, kenapa mesti nanya apa kayaknya serius amat. " jawab Sammy dan duduk dimeja makan.
"Hmm abang kenapa gak cari pasangan terus nikah biar rumah ini ramai sama suara tangisan bayi? " tanya Hana membuat Sammy menatap sang adik.
"Ciahh, elu sendiri kapan jadiannya ama tuan Rafi? " tanya balik Sammy membuat Hana melototkan matanya.
"Serius gue abang ku yang tersayang? Apa Hana jodohin aja biar gak kelamaan. " jawab Hana dan skakmat.
"Belum ada yang pas dek, pokoknya abang gak suka dijodohin paham kalau jodoh gak akan kemana. " ucap Sammy dan mulai sarapan diikuti Hana yang terdiam.
"Pokoknya harus sederhana dan gak boleh sombong, pinter masak lalu perhatian sama abang. " balas Hana dan menimum air, lalu menatap Sammy yang sudah selesai.
Dikampus....
Rafa dan yang lainĀ sudah berada dikampus dan Hana datang langsung bergalutkan lengannya dileher Rafi, membuat Rafa tersenyum dan mengelus kepala Hana.
"Tumben lo kayak gini ada apa gerangan? " tanya Rafi yang tau gelagat Hana.
"Bingung ama abang Sammy galon. " jawab Hana dan duduk disamping Rafa.
"Kenapa lagi dah, kebelet nikah? " tanya Galang dengan ledekan membuat Hana manyun.
"Yang ada kebalik Lang, gue minta dia nikah tapi dia ngak mau katanya belum ada yang klik. " jawab Hana betek dan Gilang terkekeh.
"Kode tuh Fi, halalin aja udah. Abangnya gak mau nikah dia yang sewot," sahut Gilang dan lari masuk kelas.
"Woi Gilang sompret, awas aja dia nanti dikelas. " balas Hana dan para mahasiswi sudah mulai ada yang masuk kelas.
"Belut aku belajar dulu ya, lo juga belajar yang bener jangan lirik cowok lain. " pamit Rafi membuat Hana menganguk.
Cuup...
Satu kecupan mendarat dipipi Rafi membuat si empu terkejut dengan tindakan Hana, Santri dan Venus juga melongo melihat sahabatnya mencium lawan jenisnya.
"Udah sana belajar, malah bengong. " ucap Hana menyentikan jarinya didepan wajah Rafi membuat si empu sadar, dan langsung bangkit lalu masuk kelas.
...Disaat diriku terjatuh karna cinta.......
...Hatiku sakit susah untuk melupakan.......
...Sempatku berfikir.......
...Tak akan bercinta lagi.......
Dua jam kemudian....
Dosen keluar dari kelas Rafi, ya Rafi hanya sekelas dengan Venus serta Galang, mereka pun memasukkan bukunya kedalam tas dan menghubungi yang lain.
...Grup gesrek....
Venus Ngangenin.
"Gaes gue udah selesai belajar, lo pada udah belum? "
^^^Rani Nyebelin.^^^
^^^"Gue belum selesai, lo pada duluan aja ntar gue nyusul. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^Rafa Ganteng.^^^
^^^"Hmm gue masih ada kelas tambahan. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^BelutCantik.^^^
^^^"Huawaaa, gue ama Gilang belum kelar. Padahal perut gue udah demo, lo duluan dah. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^Hani somplak.^^^
^^^"Hmm gue sama kayak laki gue. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^Galihfoto.^^^
^^^"Ya udah kalian belajar aja dulu, berarti yang gak belajar makan duluan ya gak papakan? " ^^^
^^^Send.^^^
^^^Galangcalonbisnis.^^^
^^^"Ya udah kita duluan ya udah pada laper juga, sayang aku bawain cemilan apa gimana? " ^^^
^^^Send.^^^
^^^RaniNyebelin.^^^
^^^"Hmm cemilan aja sayang, udah makan juga tadi dirumah. " ^^^
^^^Send.^^^
^^^GalonGanteng.^^^
^^^"Ya udah ntar kita bawain buat yang lain juga kalau gak sempet makan, kita duluan nich. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir akhirnya Rafi, Galih, Galang, Venus, dan Santri pun jalan kekantin untuk makan terlebih dahulu.
"Fi lo ngak niat gitu ngajak Hana pacaran? " tanya Galih setelah duduk didekat pintu kantin.
"Gue juga pengennya gitu, tapi lo tau kan maunya Belut gue Gal. " jawab Rafi dan menghela nafas.
"Hmm iya juga ya, lo kasi kejutan apa gitu supaya dia mau lo ajakin tunangan atau pacaran. " ucap Galang dan minum airnya setelah berdoa.
"Hmm coba lo main gitar ama nyanyi, kan Hana gak pernah denger lo nyanyi Fi. " saran Venus dan makan baksonya.
"Bener juga lo. " sahut Santri yang setuju dan mulai makan lagi.
Bersambung....