Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 14


MALAM PUN DATANG...


Dikediaman Hani....


Setelah makan malam ia memindahkan bukunya kedalam tas untuk besok, ponsel Hani yang diatas meja samping tempat tidur berdering singkat pertanda chat masuk. Dengan cepat Hani jalan kearah tempat tidur, lalu duduk dan mengambil ponselnya dan ternyata dari grup para cewek.


...Grup Cewek Cantik....


Santringangenin.


"Cie yanh bisa deket ama Rafa. "


Send.


^^^Venusngeselin.^^^


^^^"Si Hani naksir Rafa? " ^^^


^^^Send.^^^


^^^Hanaimut.^^^


^^^"Iya tuh, makanya minta diajarin dia. " ^^^


^^^Send.^^^


^^^Haniseni.^^^


^^^"Ihh, lo pada ledekin gue. Ve jangan dengerin si Hana. " ^^^


^^^Send.^^^


^^^Ranichef.^^^


^^^"Beneran juga ngak papa, kita dukung lo Ani. "^^^


^^^Send.^^^


^^^Haniseni.^^^


^^^"Sotoy, lo pada. Sapa tau dia udah ada pacar. "^^^


^^^Send.^^^


^^^Hanaimut.^^^


^^^"Besok kita cari tau, cie yang belajar ama gebetan hui. "^^^


^^^Send. ^^^


Santrigesrek.


"Ve lo ngak naksir Galang. "


Send.


^^^Venusngeselin.^^^


^^^"Ogah, gue naksir dia. Mendingan gue naksir pak dokter. " ^^^


^^^Send.^^^


^^^Ranichef.^^^


^^^"Sikat gaes, mumpung belum ada pawangnya haha. " ^^^


^^^Send.^^^


Santrigesrek.


Send.


Chat pun berakhir dengan kesibukan masing-masing, Hani melihat kearah cat lukis dan papan putihnya yang biasa ia gunakan  untuk melukis. Ia pun mendekat dan duduk dikursinya lalu menyalakan kontak chat, dan meraih kuasnya tangannya bergerak mulai melukis dengan mengingat wajah dan senyuman Rafa.


Dikediaman Lintang...


Keluarga kecil Lintang sudah selesai makan malam, dan Galih masih memainkan ponselnya Mars menatap putranya yang memandangi ponselnya.


"Galih kau kenapa natap ponselmu dengan senyam senyum? Apa jangan-jangan kau punya pacar? " tanya Mars membuat Galih dan Lintang menatap sang Ayah.


"Ayah jangan ngada-ngada deh, aku benci sama semua cewek kecuali Mamah. " jawab Galih yang ternyata memiliki masa lalu kelam.


Lintang duduk disamping suaminya dan menatap Galih yang main game, "sampai kapan kau mau menutup hati untuk gadis lain Gal? " tanya Lintang sedih melihat putranya.


"Sampai ada yang mau menerima kekurangan Galih mah. " jawab Galih dan menghela nafas mengingat mendiang tunangannya yang meninggal, ponsel yang ditangan Galih berdering dan Galih melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


(Nich anak ngapain nelfon gue, filling gue kagak enak nich. ) batin Galih dan menggesel tombol hinau.


"Hallo Galih. " sapa Santri tersenyum penuh arti meski tak dilihat oleh Galih.


"Hmm. " sahut Galih dan Lintang menghela nafas melihat Galih yang cutek.


"Besok elo maukan jemput Rani? " tanya Santri membuat Galih bingung.


"Ogah, kan biasanya lo yang jemput. Kenapa sekarang harus gue? " tanya Galih dan menolak.


"Sebab, mobil gue lagi dibengkel dan diservis. Pleace lo mau kan jemput Rani? " tanya Santri memaksa Galih agar mau.


"Suruh yang lain ngapa, lo ngak ada niatan mau jomblangin gue ama Ranikan? " sewot Galih dan bertanya.


"Ka-kagak, udah. Pokoknya besok elo jemput Rani oke, byee Galih ganteng. " jawab Santri dan mematikan telfon sepihak.


Telfon berakhir Mars dan Lintang tersenyum melihat Galih, dibuat kesal oleh temannya sendiri ia juga mengacak-acak rbutnya prutasi


"Udah mau aja kenapa sih Gal. " pinta Mars mencoba mendekatkan Galih dengan Rani.


"Ta-tapi pah. " bantah Galih dan mendapat gelengan kepala dari Mars.


 "Ngak ada, tapi-tapian sana masuk belajar. " perintah Mars tanpa dibantah.


"Iya udah Galih masuk, papah ama mamah jangan lupa istirahat juga. " pamit Galih dan bangkit lalu jalan  menuju kamarnya dilantai dua.


PAGI PUN DATANG....


Tiga bulan kemudian....


Tak terasa tiga bulan sudah berlalu para cowok dan cewek mulai berdekatan, Rafa dan Rafi juga sama perlahan bisa tersenyum dan Rafi jantungnya berdebar setiap dekat dengan Hana.  Padahal mereka tak pernah akur sama sekali, hanya saling diam dan tatapan tajam.


Di kediaman Rayen....


Bintang membuka kulkas untuk memeriksa bahan untuk sarapan, dan ternyata tinggal sedikit membuat Bintang menghela nafas. Sampai tak menyadari kedatangan Rafi yang duduk dimeja makan.


"Astaga, Rafi bikin bunda kaget aja. Sejak kapan kau disitu? " tanya Bintang dan Rafi hanya cengengesan.


***Bersambung.....


Jangan lupa like dan vote ya gaes***..