Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 13


Kekasih impian hooo.. wooo...


Andai ada keajaiban...


Ingin 'ku ukirkan...


Namamu diatas bintang-bintang angkasa...


Agar semua tahu...


Kau berarti untukku..


S'lama-lamanya...


S'lama-lamanya kamu milikku...


Alunan musik berhenti dan sorak tepuk tangan dari pelanggan yang banyak berdatangan, lalu mereka pun membayar makanan dengan lebih membuat Gilang dan Galih bertos ria diam-diam Santri tersenyum melihat keduanya.


"Ahh, aduh perut gue kram lagi. " teriak Hana dan meringkuk dilantai membuat Gilang kalang kabut.


"An kita kerumah sakit aja ya. " ajak Gilang dan memapah Hana sambil mencengram perutnya.


"Kagak usah bang, sstt aduh. " tolak Hana halus dan duduk dikursi, membuat Rani dan Venus menghela nafas karna Hana keras kepala


"Tapi Hana, sakit lo udah parah. Mendingan lo kemo aja, soal biaya urusan belakangan. " saran Venus dan menatap Hana.


"Kagak usah Ve, gue ngak mau ngerepotin lo pada. Bang apa ngak bisa dimati rasakan dulu? " tanya Hana dan menatap Gilang.


"Bisa, tapi lo harus minum obat terus. " jawab Gilang dan bersabar menghadapi keras kepala Hana.


"Kagak papa bang, nanti kalau gue udah ada uang. Gue mau kemo sampai sembuh," ucap Hana dan Gilang meraih tasnya yang dilaci kasir,  lalu mengambil suntikan yang sudah diisi dengan obat setelah itu Gilang menyuntikannya ke pinggang Hana.


"Udah nich, ini cuma berlaku sampai lima bulan aja. Kalau obatnya habis mau ngak mau lo harus kemo," balas Gilang dan Hana mengangguk langsung memeluk pinggang Gilang membuat semua terkejut.


"Makasi pak dokter cilik yang ganteng, dan gue sayang sama lo sebagai kakak gue. " ucap Hana dan Gilang tersenyum lalu mencium kepala Hana.


"Gue juga sayang dan cinta ama lo sebagai adik bandel gue. " balas Gilang dan mengacak-acak rambut Hana.


"Jadi elo itu dokter cilik Lang? " tanya Galih dan Rafi kompak membuat yang lain menatap keduanya.


"Telfon siapa lo? " tanya Rafa dan menatap Gilang yang minum jus, lalu beralih kearah Hana yang minum obat.


"Suster pendamping gue, ini lagi kagak dianggkat segala. Dipotong aja gajinya baru ngejar gue," jawab Gilang dan kesal, lalu makan mienya dengan menggulungnya disendok.


"Sibuk kali Lang, udah mendingan lo makan biar kenyang dan ntar lo telfon lagi bisakan. Segitunya banget lo nyariin dia Lang. " sahut Santri dan cemburu.


Hana dan para cewek mengepel lantai, ada yang mencuci piring dan mengelap meja kasir. Bintang melihat kearah Hana dan Rafi yang tidak perang.


"Lo bedua tumbenan kagak perang lagi, capek atau udah akur? " tanya Venus dan mengelap meja.


"Gue akur ama dia, dih ogah banget. " sahut Rafi dan menatap sinis kearah Hana yang menyapu lantai bagian kasir.


"Apa lo, liat-liat dan gue juga ogah damai ama lo wekk. " jawab Hana sambil meleletkan lidahnya tak lupa menatap tajam Rafi.


Hani menatap Rafa yang memainkan ponsel sambil mengelap ponsel, membuat Hani sedikit ragu bertanya terhadap Rafa. "Fa! " panggil Hani dan membuat Rafa menatap Hani yang memegang ponsel.


"Hmm.... " sahut Rafa dan membuat dua jus, satu lagi untuk Bintang.


"Lo besok siang ada waktu kagak? " tanya Hani dan jalan mendekati Rafa yang berdiri dikasir.


"Besok, kayaknya ada deh. Kenapa lo tanya ada waktu? " tanya balik Rafa dan menatap Hani.


"Ajarin gue kimia sama bahasa inggris, lusa gue ulangan harian. " jawab Hani dan duduk didepan kasir dihadapan Rafa.


"Hmm oke gue ajarin lo kimia dan bahada inggris, tapi ada syaratnya gimana? " tanya Rafa  membuat semua menatap Hani dan Rafa.


"Apa syaratnya? " tanya balik Hani dan menatap Rafa yang didepannya.


(kalau jadi pacar lo gue mau Fa. ) batin Hani dan tersenyum tipis.


"Lo harus masakin gue. " jawab Rafa dan tersenyum menatap Hani yang menunggu jawaban.


"Oke gue mau. " ucap Hani dan tersenyum, Hana dan Santri tau isi hati Hani yang sebenarnya kalau sahabatnya naksir Rafa kakak Rafi.


Bersambung...